Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 50


__ADS_3

berjalan menyusuri lorong yang gelap tanda-tanda kegelisahan mulai muncul dalam pikiranku..


temperatur disini tidaklah tinggi.. bisa dirasakan dari suhu dingin yang menyentuh kulit. tetapi jika aku terus bergerak berlebihan itu akan membahayakan diriku sendiri.


pukul 03.10 am


normalnya manusia hanya dapat bertahan hidup hingga tiga sampai empat hari tanpa minum..


tapi tidak dalam keadaan ini.. aku terlalu banyak bergerak. ini sudah sekitar dua belas jam dimulai dari jam tiga sore kami belum minum sama sekali..


tenggorokanku sudah mulai mengering.. dan mulutku juga terasa pahit.


jika aku terus menguras energiku. kapanpun aku bisa rubuh akibat dehidrasi..


tidak mungkin juga bagiku bisa menghemat tenagaku.


begitu juga dengan yang lainnya. mereka juga sudah terlihat begitu lemas namun mereka memaksa tubuh mereka tetap berjalan..


dalam keadaan mengenaskan seperti ini.. hanya bisa berharap pada diri sendiri.


mengharap bantuan siapa ??


jika kami tidak menemukan air atau jalan keluar. sudah dapat dipastikan hidup kami akan berakhir..


sepertinya lorong yang kami jalani ini mengarah ke bawah ??


aku ingin mengatakannya pada mereka. tapi berbicara hanya akan membuat mulut menjadi semakin mengering..


beberapa kali aku melihat rara dan yang lainnya menelan air liur untuk membasahi tenggorokan mereka.


aku ingin terus berjalan.. tapi lebih baik untuk beristirahat sejenak disini.


" berhenti. " ucapku berbalik ke marissa dan yang lainnya yang ada di belakangku " kita beristirahat dulu sebentar


" haah.. oke bro " jawab nico menyandarkan tubuhnya ke dinding dengan lemas. di susul dengan marrisa dan clara yang duduk berdekatan


" vinn.. boleh aku duduk disampingmu. " tanya rara berjalan mendekatiku


" umm ya. tentu.. "


aku duduk dan mulai menyandarkan diri ke dinding lorong yang ada disisi kiri jalan kami. perlahan memejamkan mata dan menyandarkan kepalaku ke dinding itu..


" vinn.. apa kamu terluka ?? "


" umm ? " aku mengangkat kepalaku dan menoleh ke arah rara yang berada di samping kananku " tidak. aku baik - baik saja ra "


" umm. baiklah.. "


melihat dirinya yang seperti saat ini, aku sangat ingin menghiburnya. tapi berbicara yang tidak penting hanya akan membuang-buang energi..


lima belas menit telah berlalu.. dan kami melanjutkan perjalan kembali


" hrghhh ! " bersamaan dengan suara menggeram itu. monster bertangan panjang muncul kembali dihadapanku..


" kreaghh ! " dan jeritan itu kembali masuk ke telingaku..


kupikir sekarang ini aku benar-benar sudah terkena gangguan jiwa.


membunuh menjadi suatu kenikmatan tersendiri untukku. ku takut aku akan kehilangan kemanusiaanku sebentar lagi.

__ADS_1


tidak.. mereka ini cuma monster. aku tidak akan menjadi psikopat hanya karena membunuh monster bukan..??


beberapa jam telah berlalu.. sekali lagi aku melihat ke arah tangan kiriku untuk memastikan waktu..


pukul 12.00pm


" heh..hah.. heh.. hah " suara nafasku yang tersengal semakin terdengar lebih kuat.


seberapa banyakpun aku menelan air liur ketenggorokanku. itu tidak berpengaruh sama sekali.


" jrash ! "


dan saat inipun aku masih bertarung dengan monster bertangan panjang yang memuakkan dan bau ini..


" heh.. hah.. heh "


uh. aku benar - benar merasa kelelahan sekarang..


" bruk ! " terdengar suara tubuh yang jatuh ke lantai..


" cla.. clara !! " teriak marissa yang melihat clara jatuh tak sadarkan diri didekatnya


" clara !! ti..tidak.. " disusul dengan teriakan nico menjatuhkan obor ditangannya..


oi.. oi.. jika kau jatuhkan obor seperti itu.. bagaimana bisa aku melihat monster - monster ini bodoh.??


" hrghhh ! "


cih. bagaimana sekarangg ??


bertaruh kah ?? aku tidak suka berjudi. apalagi berjudi untuk nyawaku.. tapi..


aku memejamkan mataku di tengah kegelapan yang pekat itu. merasakan udara di sekitar dengan kulitku.. dan menguatkan indera pendengaranku.


saat ini aku mendengar bisikan dalam kepalaku. itu adalah ingatan tentang perkataan ayahku saat melatihku dulu


" jika saat kau dihadapkan dengan kegelapan hingga tidak dapat melihat sedikitpun. gunakan indra penciumanmu dan pendengaranmu.. "


" lalu bagaimana jika indera penciumanku terganggu ?? "


" gunakan mulutmu untuk bernafas dan fokuskan hanya pada satu inderamu. yaitu pendengaran "


saat ini tidak mungkin menguatkan indera penciumanku. itu terlalu bau dan malah akan menghancurkan konsentrasiku..


bernafas melalui mulut mungkin kurang menguntungkan karena membuat mulutku menjadi semakin kering. tapi itu lebih baik daripada jadi santapan monster buruk ini..


ayah mengajarkanku untuk berlatih memaksimalkan seluruh inderaku. dia bilang manusia itu mempunyai potensi yang tak terbatas..


tapi kupikir bukan karena itu. jelas dia hanya seorang maniak pelatihan sejati .


" haah.. " akhirnya tiba juga bagiku untuk menunjukan hasil latihan neraka itu..


walaupun belum maksimal.. tapi aku yakin masih bisa mengalahkan monster yang lambat ini..


pendengaran ya.. baiklah coba saja .


konsentrasi.. pusatkan pendengaran ke area sekitar. abaikan suara selain musuh.. dan menyatulah dalam kegelapan itu.


" jrash ! "

__ADS_1


satu tebasan mengenai monster yang berada didekatku..


" kreaghh ! "


" tebasan ganda ! "


" jrezjh "


cih. sial.. kenapa aku meneriakkan kata-kata memalukan sepert itu ?? . aku terlalu terbawa suasana.


" crash ! "


" kreaghh ! "


dikegelapan yang pekat itu. masih terdengar suara monster yang menjerit sebelum kematiannya..


" nico tangkap ini.. " ucapku memberikan kalung pemantik apiku pada nico yang terduduk dilantai..


" ba..baik bro. uh.. ?? dimana obor tadi ???"


" cih. itu ada di dekat bokongmu "


aku tidak bisa melihat kegelapan.. aku hanya mengingatnya menjatuhkan obor itu didekat bokongnya.


sejatinya.. aku ini masihlah manusia. ya.., walaupun sekarang aku tidak begitu yakin.


" crash ! "


satu monster terdengar berjalan mendekati nico yang terduduk di lantai itu. dan dengan cepat aku bergegas mengincar bagian atas tubuhnya dengan memperkirakan dimana letak kepalanya.


" kreagghh ! " bersamaan dengan jeritan itu. aku juga mendengar tubuhnya yang jatuh kelantai..


" hihhh ! " terdengar suara nico ketakutan di dekatku menebas jatuh monster itu


sepertinya sudah habis ??


" haaahh.. " dengan menghela nafas aku berdiri menyarungkan pedangku kembali


sesaat setelah itu. nico berhasil menyalakan api obor ditangannya. dan terlihat mayat monster yang sudah bergelimpangan memenuhi pandangan...


jika bukan karena pelatihan keras yang ayah berikan dan juga karena katana yang kuat ini. kami pasti sudah berakhir..


" clara... ! hiks.. "


mendengar tangisan marissa yang memeluk tubuh clara di lantai. aku berjalan mendekatinya untuk memeriksa..


" dia tidak apa.. tidak terluka atau apapun. dia hanya dehidrasi "


kata " hanya " yang kugunakan adalah untuk kalimat penenang.


bukan hal yang sepele. bagaimanapun kami belum menemukan air.. ini akan mengakibatkan kematian. tapi tidak mungkin aku memberikan kata yang membuat mereka semakin cemas.


kurasa aku juga sudah di ambang batasku. menghadapi semua monster sendirian.. jika ini dalam game aku sudah pasti jadi seorang top rangking.


jangan menyalahkan mereka karena lemah dan tidak membantuku. kelemahan juga terkadang adalah sebuah kekuatan.. jika tidak bersama mereka mungkin aku sudah sejak lama kehilangan semangatku.


mengharapkan mereka tiba-tiba kuat itu tidak mungkin.. seseorang menjadi kuat hanya karena dia berlatih dan bekerja keras dalam hidupnya. kecuali..


kecuali dia kesurupan dewa pedang atau alien yang memodifikasi tubuhnya...

__ADS_1


cih. apa yang sebenarnya aku katakan..? sepertinya benar.. aku mulai tidak waras.


__ADS_2