Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
chapter 23


__ADS_3

" humm?? "


aku berdiri dengan bingung di antara beberapa pohon yang menjulang tinggi ke langit. tanpa kusadari aku sudah berjalan jauh


dengan tubuh dan pikiran yang terasa lelah aku menyandarkan tubuh ke sebuah pohon tanpa memperdulikan tempat yang aku duduki


" haaa .. "


aku menghirup udara yang begitu segar di sekelilingku..


cukup menenangkan..


kapan ya aku bisa menikmati hari-hariku seperti sebelumnya ?


diwaktu saat ini mungkin aku sedang bermain game atau membaca novel yang aku suka sambil minum teh..


tapi..


apa itu mungkin? hampir mustahil untuk keluar dari tempat kematian ini..


tidak.. ini memang mustahil..


aku menyandarkan kembali kepalaku ke batang pohon dengan kaki menjulur kedepan..


jika frustasi seperti ini aku benar-benar tidak akan bisa keluar dari tempat ini.. pasti ada sebuah harapan walaupun hanya sebuah titik yang sangat kecil..


ya.. mungkin..


" haaa.. lalu bagaimana sekarang?? "


" mungkinkah aku tetap tinggal bersama mereka, atau pergi saja ?? "


jika kau berada dalam situasi ini apa yang harus dilakukan ??


aku ingin sekali berjalan sendirian.. dari awal juga aku sudah berjuang sendiri bukan ??


tapi..,


huh.. aku membenci sifat toleranku yang tinggi ini. padahal sebenarnya diriku antisosial..


aku lebih suka menyendiri dimanapun itu. aku tidak ingin terikat ataupun diikat dengan apapun. seperti namaku.. gavin yang berarti elang putih aku ingin terbang bebas sendirian tanpa ada halangan.


ini menyulitkan.. berbagai perasaan aneh mulai menyelemutiku sekarang.


aku mulai tersenyum miris melihat diriku yang menyedihkan ini..


" vinn ? " tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang ku kenal memanggil namaku


aku mengangkat kembali kepalaku sambil menoleh ke arah suara yang memanggil itu..


" rara ?? " aku secepatnya berdiri untuk menyambutnya " ra.. kenapa kamu bisa ada disini ?? "


" vinn.., aku sudah mencarimu kemana-mana. syukurlah aku bisa menemukanmu disini.. " ucapnya sambil berjalan mendekatiku


" kamu tidak boleh seperti itu ra.., bagaimana bila terjadi sesuatu padamu.. kamu harus lebih mengkhawatirkan dirimu sendiri "


" khawatir pada diri sendiri ya.., tidak vinn.. aku tidak perlu menghawatirkan diriku ini.. "


dia mengatakan hal itu dengan raut wajah yang lirih sambil menatapku


".."


" kamu tau vinn ?? semenjak kamu menyelamatkanku dari tragedi naas dikapal itu... tidak.. bahkan sedari pertama kali kita mengobrol.. aku sudah tertarik padamu. "


aku hanya bisa diam mendengarkan perkataan rara yang memperlihatkan wajah sedihnya..

__ADS_1


tertarik ya? apa itu sama artinya dengan suka.. ?


" sekarang.. " rara perlahan semakin mendekat padaku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. dia memegang pipiku dengan tangan kanannya


" kamu jangan pernah merasa sendirian menghadapi jurang kematian ini. ada aku vinn.. ingatlah ada aku yang selalu ada untukmu "


aku seperti hanyut dalam ketenanganku.., semua rasa gelisahku perlahan hilang menjadi kenyamanan..


yang lebih mengejutkan..


dia meletakkan tangannya di leherku. menarikku ke arahnya lalu menciumku dengan tulus..


ini pertama kalinya bagiku..


bibirnya terasa lembut menyentuh mulutku.. perasaan nyaman mulai merasuk kedalam dadaku..


aku tidak tau jika hal seperti ini begitu menenangkan.. aku menikmatinya. ini begitu manis... dan nyaman..


" apa ini pertama kalinya bagimu vinn ?? "


" ya.. "


" aku juga.. " ucapnya tersipu malu. wajahnya terlihat memerah.. dia begitu manis..


dia adalah seorang artis sekaligus idol yang mempunya jutaan fans.. wanita secantik ini menciumku.. bahkan aku tidak akan bisa memimpikan hal itu di tempat tidur ternyaman dirumahku..


duduk dibawah pohon beralaskan rerumputan yang sedikit tebal..


udara yang lembab dan dingin menyapu kulit.. rara duduk bersandar di bahuku


" menurutmu vinn, apa kita akan berhasil selamat dari tempat ini ? "


mendengar pertanyaan dari rara itu membuatku berpikir. pastinya aku, rara dan semua orang yang berhasil melarikan diri dari tragedi kapal itu mempunyai kekhawatiran yang sama..


" hmm., aku juga tidak tau ra.. "


" tenang saja.., aku akan tetap menjagamu sampai akhir.. "


apa yang kukatakan.. mulutku berbicara dengan sendirinya mengatakan itu..


cih ..bertingkah sok keren. padahal aku sendiri tidak menjamin diriku akan selamat..


" aku percaya kamu bisa melindungiku vinn.. hanya saja.. "


" ada apa ra ? "


" aku merasa takut.. aku takut mati vinn.. aku takut tidak bisa melihatmu lagi.. aku takut tidak bisa berada di sampingmu lagi.. "


mendengar perkataan itu dari rara membuatku berhenti berkata-kata.


aku tidak bisa menjawab apapun. aku juga takut mati.. ini tempat yang berbahaya


" tapi setidaknya jika aku mati sekarang. itu lebih baik, karena aku telah menemukanmu kembali. sebelum bertemu denganmu aku menghadapi segala macam penderitaan sendiri.. "


" penderitaan.. ? "


" itu.., ramon .. hikss "


firasatku tiba-tiba menjadi sangat tidak enak ketika rara menyebut nama itu..


dia memelukku semakin erat dengan kedua tangannya..


" tenanglah ra.., ceritakan apa yang terjadi "


dadaku seakan bergemuruh menanti jawaban dari rara.

__ADS_1


" aku ingin menceritakan yang sebenarnya vinn.. aku bohong waktu aku bilang yang pertama aku temui setelah terdampar dipulau ini adalah adit. sebenarnya itu adalah ramon.."


aku sudah menebaknya.. tapi meski begitu dadaku terasa sesak saat rara mengatakan itu langsung padaku..


sambil menghirup nafas yang dalam, aku memejamkan mata dengan tangan yang menggenggam erat rumput disekitarku.


aku menggerakan tanganku mengusap kepala rara untuk menenangkannya..


" sudah ra.. tidak perlu dijelaskan lebih jauh detailnya seperti apa. itu hanya akan menambah rasa sakitmu. aku sudah tau cerita selanjutnya seperti apa.. mengingat yang di lakukan bajingan itu pada clara. apalagi saat dalam keadaan berdua denganmu.."


" huuuu.. hu..uu hiks .. "


sial.. sesak sekali melihat rara seperti ini.. bajingan kotor ramon anji**g itu. aku pastikan akan membunuhmu jika bertemu lagi..


angin berhembus mengusap wajahku.. bersamaan dengan suara gesekan dedaunan yang terdengar lirih..


aku melangkahkan kakiku berjalan bersama rara untuk kembali ke gua..


namun langkah kakiku terhenti ketika melihat seorang laki-laki berlari tergesah-gesah menuju ke arahku..


" itu doni kan ? " ucap rara menunjuk laki-laki yang sedang berlari di balik kabut itu


" sepertinya iya "


" hey doni.., kenapa kau berlari tunggang-langgang seperti itu ? "


" it...itu. serangan bajak laut..


aku yang mendengarkan katanya yang terpatah-patah mencengkram kerah bajunya dengan kuat menatapnya dari dekat


" apa yang kau katakan !? "


" para bajak laut datang menyerang. yang lainnya di tangkap.. allan mati di tebas oleh bajak laut itu.. aku tidak mau mati.. ! "


doni melepaskan genggaman tanganku dari bajunya kemudian berlari menjauh secepat mungkin..


aku mengejarnya kemudian menendangnya dari belakang hingga membuatnya tersungkur di tanah..


" kau bangs*at.. bisa-bisanya kau tinggalkan rekan-rekanmu dan ingin menyelamatkan dirimu sendiri !? bahkan kau baru saja bilang sebelumnya padaku dengan lantang bahwa marissa itu tunanganmu.. mana keberanianmu tadi !!? "


doni tampak begitu ketakutan., keringat terus bercucuran keluar dari wajahnya..


" persetan dengan tunangan ... ! aku tidak mau mati bajingan.. "


setelah mengatakan itu, doni kembali berlari menjauh kemudian menghilang dari pandanganku..


" cih si sialan itu.. ! "


aku sangat geram.. melihat sifat doni ini... semoga saja dia mati mengenaskan di dalam hutan sendirian.. cih


" apa yang terjadi vinn ? "


" sepertinya rekan kita yang lain dalam masalah.. mereka disergap oleh bajak laut.. "


" apa ?? itu berbahaya.. gimana cara kita menyelamatkan mereka.. apakah ada cara ? "


sambil menggigit kuku ibu jari tangannya rara tampak sangat panik


aku sedang berpikir keras tentang hal ini..


doni keparat itu bahkan tidak memberikan informasi apapun tentang bajak laut yang datang itu..


entah berapa jumlahnya.. entah senjata apa yang dia pakai..


satu-satunya informasi cuma kematian Allan..

__ADS_1


tidak ada waktu untuk berpikir panjang.. aku takut mereka akan dibawa secepatnya


" ayo.. ra.. kita harus melakukan sesuatu "


__ADS_2