Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 22


__ADS_3

" ah.. haaah.. woaah ! "


" bruk ! "


bersamaan dengan teriakan aneh itu nico terjatuh dari sebuah pohon yang ingin dipanjatnya.


dia sungguh payah dalam hal ini, baru naik sekitar dua meter sudah terjatuh ke bawah..


aku menutupi wajahku dengan satu tangan karena malu melihat laki-laki yang begitu payah ini.


" bro.., aku tidak bisa mengambilnya. aku tidak pandai untuk memanjat ... " ucapnya sambil memegangi bokongnya yang sakit terkena akar pohon


" tsk.., menyingkir dari situ.. biar aku yang mengambilnya.. "


" bro.. kau dingin sekali.. "


" diamlah.. ,kau sungguh payah "


aku mulai memanjat sebuah pohon yang dirambati oleh tanaman anggur hutan itu..


memang benar, tidak mungkin aku berharap banyak dari anak-anak manja ini..


" bro, apa itu enak? kelihatannya seperti anggur beneran..? warna merahnya sungguh membuatku ingin mengigitnya sekarang " ucap nico dengan wajah aneh penuh selera ingin mengambil buah anggur hutan yang sudah aku petik


" tidak.., kau tidak boleh memakannya sekarang. kita akan memakannya sama-sama nanti "


" cih bro..., beri aku sedikit saja.. "


" tidak..."


" kau pelit bro "


" terserah "


Tidak ada yang berubah.., entah itu aku yang jadi ketua kelompok ataupun anggota. aku tetap melakukan bagian pekerjaan mencari makanan..


sungguh sangat merepotkan mengurus para bayi. jika mengingat kembali tingkah laku dari Doni dan sekutunya itu..


aku ingin sekali meninggalkan mereka..


tapi, rasa kemanusiaan payah dalam diriku tidak menginginkan hal itu.


" ayo kita kembali.. ini sudah cukup "


" bro.. apa kita makan dengan buah itu saja ? "


" apa maksdumu ? "


" maksudku.., apa tidak ada daging rusa lagi atau apapun gitu.. "


" tidak. daging itu ibarat makanan paling mewah yang pernah kamu makan di rumahmu. anggap saja itu seperti makanan super langka "


" eeh ?? benarkah..? sayang sekali kemarin aku tidak menyimpannya dan makan secara perlahan sambil menikmatinya.. "


" bodoh.., tidak mungkin menyimpan daging terlalu lama. kita tidak mempunyai lemari es atau semacamnya disini "


" oh sial aku lupa kita berada dihutan. hehe "


" kau ini.. "


" tapi bro apa tidak masalah.. kalau tetap seperti ini.. ? "


" apa maksudmu ? "


apa dia tau kalau aku sebenarnya sudah mulai bosan bersama mereka


" tentang doni yang menjadi ketua kita.. "


ternyata bukan.., akan lebih bagus jika dia bertanya tentang rasa bosanku. jadi aku bisa meluapkan emosiku padanya

__ADS_1


" ada apa dengan doni ? "


" kau tau bro, sebelumnya sejak kau jadi ketua. dia dan allan yang mencari kayu bakar .. tapi sekarang itu sudah bukan dirinya lagi . "


" humm ? lalu siapa sekarang yang mencari kayu bakar ? "


" itu.. digantikan dengan Rara dan Clara "


" apa !? " sontak aku terkejut sekaligus geram mendengar perkataan itu dari nico


" apa dia gila ??! "


" bro.., jangan memasang wajah gerammu padaku.. luapkan itu pada doni oke ?? "


" ayo kita kembali.. "


dengan cepat aku melangkahkan kakiku kembali ke gua untuk menemui doni


aku tidak berpikir jika menjadikannya ketua kelompok akan membuatnya menjadi sepicik ini.


lalu apa yang dia lakukan sebagai laki-laki. kenapa dia memberikan beban pekerjaan kepada para gadis. sibajingan itu..


setelah beberapa lama aku berjalan, dari jauh aku melihat marissa sedang berjalan dengan kaki yang pincang menuju gua.


" marissa ? " dari jauh aku memanggil marissa yang ada di depanku.


" vinn ?? "


" ada apa dengan kakimu ? "


" ooh ini.. aku tadi tersandung akar disitu "


" apa yang kamu lakukan berjalan sendirian didalam hutan seperti ini ?? " tanyaku memapah tangannya sambil berjalan


" aku sedang mengumpulkan beberapa kayu bakar.. "


" tidak vin.., aku melakukannya atas kemauanku sendiri. aku tidak tega jika hanya melihat rara dan clara yang mengumpulkan kayu bakar. jadi aku membantunya dengan cara diam-diam.. tapi aku malah melukai diri sendiri hehe.. "


" doni itu semakin menjadi.. "


" aku juga sudah menentangnya. tapi dia bilang keputusannya adalah mutlak seperti itu "


" mutlak giginya.. "


" hihi.. kamu lucu juga kalau sedang marah.. "


"humm ?? kamu juga.., selalu saja ceroboh .. aku masih ingat bagaimana kamu tersandung akar juga saat mengumpan para bajak laut. apa mata kakimu tidak berfungsi "


marissa dengan cepat mengarahkan pandangannya ke wajahku setelah aku mengatakan hal itu padanya


secepatnya muka marissa menjadi merah menoleh ke wajahku.. kami saling bertatap muka.. tidak ada ekspresi diantara kami


hingha tiba-tiba tangan kirinya menempel di perutku dan kemudian mencubitiku dengan kuat..


" jangan ingatkan tentang hal buruk itu lagi.. aku bisa membencimu kembali.. " ucapnya dengan tangan yang terus mencubit perutku " lalu apa maksudnya mata kaki berfungsi.. apa kamu bilang mata kakimu itu bisa melihat ?? "


" aww.. hey hentikan.. "


" haha.. kalau mata kaki tidak bisa melihat kenapa dinamakan itu mata kaki ?? "


" mana aku tau.. aku bukan orang yang menciptakan bahasa itu.. "


" haha "


saat ini.. saat bercanda dengannya mengingatkanku kembali saat masih berdua bersamanya..


dia memang terkadang menyebalkan, tapi saat bersamanya aku bisa melupakan sejenak perasaan cemas dan bahaya yang menghantui setiap waktu..


" bruk "

__ADS_1


tanpa sengaja kami terjatuh bersamaan dan tubuh marissa berada tepat diatasku..


saat ini kami saling bertatap mata.. entah kenapa aku merasa sedang menelan rasa manis di tenggorokanku.


sungguh mata yang indah.. aku akui dia memang begitu cantik.. apalagi dengan jarak pandang sedekat ini..


detak jantungku terasa begitu cepat.. aku bahkan sampai lupa untuk mengambil nafas..


" hey kalian ! "


bersamaan dengan teriakan doni itu, aku sontak bergerak sambil membantu marissa berdiri di sampingku.


" aku sudah tidak tahan lagi denganmu bajingan !... " ucap doni dengan wajah penuh emosi mencengkram bajuku


" apa maksudmu.. tepat sekali kau ada disini aku juga ingin berbicara denganmu.. ! "


" apa yang ingin dibicarakan dari seorang penggoda sepertimu.. "


aku terkejut terdiam dengan bingung saat dia mengatakan hal itu..


" penggoda ?? "


" ya.. kau bajingan penggoda.. marissa itu tunanganku.. anj**g "


" tunangan ?? "


sambil menolehkan pandanganku ke marissa aku tanpa sengaja menelan air liur di tenggorokanku..


dengan pikiran kosong aku melepas cengkraman tangan doni dari bajuku..


" Itu tidak seperti yang kamu pikirkan vinn " ucap Marissa sambil menahan tanganku dari belakang..


" lepas .. ! "


" tidak vinn aku bisa jelaskan.. tunangan ini bukan kemauanku.."


" kau ?? aku tidak butuh penjelasan apapun.. "


sambil melepas genggaman tangan marissa dengan paksa aku berjalan kembali ke arah hutan..


" hey mau kemana kau penggoda bangs*t kita belum selesai.. ! "


mendengar perkataan itu keluar dari mulut doni.. aku dengan cepat bergerak kembali dan mencengkram kerah bajunya dengan kuat..


" kau.. apa yang mau kita selesaikan disini ??! "


doni mulai mengambil ancang-ancang dengan tangan kanannya untuk memukul wajahku..


aku menngerakan tangan kiriku menahan pukulannya. kepalan tangan kanannku yang sebelumnya sudah mengepal dengan kuat aku lepaskan ke arah perutnya..


" uhuek ! "


" kali ini kau masih beruntung bukan darah yang keluar dari mulutmu itu !.. tapi selanjutnya aku pastikan kau akan terkapar atau mati ditanganku.. "


melihat doni yang tergeletak ditanah memegangi perutnya dan juga marissa yang duduk menangis di belakangku..


aku perlahan meninggalkan mereka untuk masuk kedalam hutan..


dalam langkah kakikku aku berjalan sambil memikirkan banyak hal...


dadaku terasa sesak.., aku tidak tau penyebabnya apa..


sakit..


dia bahkan mengelak saat aku tanya diantara mereka ada hubungan?


bukan.. bukan karena aku menyukai atau apapun itu..


aku hanya tidak suka di bohongi...

__ADS_1


__ADS_2