
aku merogo sakuku mengambil handphone dari mayat bajak laut yang sebelumnya..
tidak ada kata sandi di hanphone ini.
itu memudahkanku untuk membukanya.
handpone ini merk nokia 6600.. cukup jadul untuk tahun ini.
tapi itu tidaklah penting..
yang terpenting bagaimana sekarang aku bisa menghubungi ke..
harapanku pupus ketika melihat menu utama di handpone itu..
aku mulai memegangi kepalaku seperti orang yang sedang sakit kepala
"cih..,"
bagaimana mungkin aku tidak berpikir..
lagipula mana mungkin ada signal di pulau terpencil seperti ini. bodoh sekali...
tapii... aku tidak boleh putus harapan..,
tidak.., aku sebenarnya ingin menyerah. tapi jika aku menyerah sama saja dengan mati sia-sia dan membusuk di tempat ini..
" haa .. "
aku mulai menarik nafasku dalam-dalam untuk menenangkan jiwa yang frustasi ini..
lebih baik melakukan apa yang kubisa daripada menerima nasib yang mengenaskan ini..
"haa.. "
entah sudah berapa kali aku menghela nafas belakangan ini..
aku akan sangat malu jika yang lainnya melihat aku yang seperti ini..
bukan berarti aku laki-laki yang rapuh atau sejenisnya. aku hanya merasa semakin hari semakin kecil kemungkinan untuk bertahan hidup di tempat ini..
aku mulai mengambil pistol yang ada disampingku. pistol ini yang sebelumnya digunakan seorang perompak untuk mengancamku..
aku mulai memeriksanya..
didalamnya mempunya lima peluru.
ini benar-benar pistol yang asli..
mari kita coba gunakan..
tidak berfungsi..
pistol ini benar-benar tidak berfungsi di tempat ini. ntah misteri apa yang membuatnya tidak dapat bekerja..
tapi syukurlah, jika mereka bisa menggunakannya tentu tidak ada harapan bagiku untuk hidup setelah bertemu dengan para perompak itu didalam hutan..
" buang sajalah "
" bro.. kau sudah bangun ?? " ucap nico bertanya padaku yang berjalan menghampiri mereka yang sedang duduk beristirahat
" ya.., ayo kita lanjutkan perjalanan "
" kenapa kita tidak beristirahat di sekitar sini saja kak ? "
" tidak.. clara.. itu berbahaya, mungkin para bajak laut akan menyusuri daerah sini.. mengingat tempat ini dekat dengan gua kita sebelumnya "
clara tampak menekan pipinya dengan telunjuk tangan. bergaya seperti orang yang memikir dengan imut..
__ADS_1
" benar juga ya kak.. "
aku memandangi wajahnya yang imut itu.. dan berkata dalam hati ( kamu lambat sekali dalam berpikir )
tapi sepertinya.., dia hanya mencoba bertingkah imut didepanku. tampak jelas bagaimana nico memandanginya dengan kagum.
dia memang manis ..
" ayo kita berangkat.. "
" marissa ayo.. " ucap clara menarik tangan marissa yang berdiri melamun seperti orang yang banyak pikiran
dia pasti masih memikirkan kata-kataku yang mengabaikannya sebelumnya..,
salahku juga..
tapi aku mengatakan itu karena aku tau bajak laut itu tidak mungkin membunuhnya karena dia merupakan daftar orang penting yang mereka cari.
sangat penting sampai para bajak laut itu rela masuk ke dalam hutan ini mengorbankan nyawa mereka. tidak mungkin dengan mudahnya membunuh marissa seperti itu..
aku bertanya-tanya sepenting apa marissa ini sampai-sampai bajak laut itu niat sekali untuk menangkap dia.
tidak hanya dia.., dalam daftar foto yang aku lihat di handphone itu. ada juga nico dan dua orang lainnya..
aku tidak pernah bertemu dengan dua orang lagi yang ada di foto tersebut..
lalu bagaimana dengan kami yang tidak dalam daftar ??
kenapa kami tidak pergi santai saja karena mereka tidak menginginkan kami ??
alasannya adalah bajak laut itu terlalu keji...
jika mereka menemukan kami yang bukan dalam daftar.. tentu saja kami akan dijadikan hiburan sampai mati. dan jika kami tidak berguna maka akan dibunuh langsung oleh mereka
mereka memang sangat sadis..,
aku mengangkat tangan kiriku untuk memastikan waktu dan menempatkan arah kompas yang benar..
pukul 17.20pm menuju arah timur..
" bro.., apa kau tidak salah dalam memilih jalan ?? " tanya nico memasang wajah cemas padaku..
" ada apa? apa kau merasakan hal yang aneh ?? " jawabku berhenti berjalan menatap ke arahnya
" ti.., tidak hanya saja jalan ini terlihat begitu mengerihkan bagiku.. aku merasa sangat tidak nyaman "
di tengah semak belukar dan pepohonan tua kami melangkah membuka jalan yang tidak pernah di jamah oleh manusia
tentu saja nico berpikir seperti itu, tempat ini seperti lembah kematian di film-film fiksi.
akar-akar pohon yang besar merambat di sekitar dan juga di kelilingi oleh kabut yang cukup tebal. tidak disitu saja, udara yang lembab membuatmu seakan sulit untuk bernafas di karenakan mentalmu mungkin sudah terkikis saat ini..
" jangan ragu.., untuk kalian juga para gadis.. kuatkan mental kalian berpikirlah tetap positif. dan jangan lupa berdoa "
" humm oke "
bagus jika mereka mendengarkan perkataanku.
bagiku tempat seperti ini tidak terlalu menyeramkan. mungkin karena aku telah terbiasa ??
tidak.tidak.. meskipun aku sering menjelajah bersama ayahku. tapi tempat semengerihkan ini belum pernah aku temui..
anggap saja aku orang yang pemberani..
mungkin...
" aahhh ! "
__ADS_1
dalam suasana yang hening itu tiba-tiba aku mendengar suara marissa yang berteriak di belakangku..
aku dengan cepat mendekatinya untuk menenangkan..
aku menutup mulutnya, dan saat bersamaan kami saling bertatapan mata..
aku melihat wajah marissa terlihat sangat ketakutan..
" ada apa ?? "
" hummm, i.. itu " ucap marissa dengan suara pelan menunjuk ke arah bawa dekat kakinya..
" huh ?! "
aku sontak kaget melihat mayat yang hancur tercabik-cabik tergeletak di tanah yang lembab ini..
tubuhnya seperti habis dimangsa oleh binatang buas..
" huek ! .. "
bersamaan dengan suara itu rara, dan clara tampak mual dan memejamkan mata mereka menjauh dari pandangan mengerihkan itu.
sementara nico hanya melihat sekilas dan terus memejamkan matanya tanpa berani memperhatikan mayat tersebut..
tiba-tiba aku merasa ada yang sedang mengawasi keberadaan kami..
" kalian ayo cepat lanjutkan perjalanan, tetap beriringan.. dan jangan mencoba melarikan diri dengan ceroboh jika terjadi sesuatu.. "
" si.. siap bro.. ! "
" ba.. ik kak.. "
" humm vinn.. "
sesaat semua menjadi panik tak terkendali..
aku tidak tau makhluk macam apa yang memakan manusia itu..
tapi dari bentuk cakarannya.. dia makhluk yang besar..
dengan rasa cemas dalam diri, aku berusaha untuk menenangkan diri dan terus memimpin perjalanan kami..
jika aku juga merasa panik.. tidak ada lagi harapan dalam kelompok ini.
tiba-tiba aku mendengar gemertak ranting yang seperti diinjak oleh sesuatu yang besar..
" hiih ! "
ini gawat semua orang menjadi semakin panik mendengar suara gemertak ranting barusan..
aku menyuruh mereka tetap tenang sambil terus berjalan menyusuri jalan dengan tanah yang lembab ini..
nico terlihat sangat cemas mengangkat kedua tangannya. mulutnya berkomat kamit memanjatkan doa terdiri dari beberapa kata yang terus diulangi
" tuhan selamat kami.. tuhan selamatkan kami.. tuhan.. "
sementara para gadis mulai menundukan mata mereka sambil terus berjalan perlahan tanpa memperdulikan apa yang ada di sekitar mereka..
aku mulai tersenyum menyedihkan..
saat ini jika hanya dengan menangis kami dapat selamat..
maka akulah orang pertama yang paling kuat melakukan tangisan itu..
tapi ini kenyataan hidup.., lakukan apapun semampumu. menangis boleh saja tapi itu tidak akan mengubah hasil..
" roaaaarrrrrr "
__ADS_1
seekor beruang cokelat dengan tinggi sekitar tiga meter berdiri di hadapan kami dengan cakar yang tajam dan menunjukan taringnya yang begitu menyeramkan..