
" hrghh "
william yang semula duduk tenang. kini melompat kedepan dan merubah wujudnya menjadi sosok serigala hitam dengan taring dan cakar yang menyeramkan..
" hihh ! " nico yang berada tepat dihadapan william sontak terjatuh. dia terduduk lemas dilantai gua, setelah menyaksikan kengerian yang ada dihadapannya. sementara itu, marissa hanya diam membeku dengan tubuh gemetar saat william berjalan semakin mendekatinya..
suasana menjadi sangat tegang dengan kejadian itu..
" hrggg "
dada mereka pasti saat ini sedang bergemuru hebat saat mendengar geraman menakutkan dari william. tidak ada satupun dari mereka yang berani bergerak dari posisinya.. termasuk rara dan clara
" bagaimana ?? " diruangan yang hanya di terangi satu nyala obor itu. aku mulai melangkah berjalan menghampiri marrisa dan nico " kalian masih berani berpikir untuk menyelamatkan orang - orang itu ?? "
saat aku mengatakan hal itu. marissa dan nico hanya diam sambil menundukan pandangan mereka ke bawah.
" diluar sana kalian boleh berkuasa dengan kekuatan finansial ataupun kekuasaan keluarga kalian. tapi tidak untuk disini. jika kalian ceroboh.. kalian hanyalah seonggok daging untuk makanan para monster.
sudah aku katakan sebelumnya. aku hanya beruntung bisa menyelamatkan william. jika aku ditemukan oleh salah satu monster yang kuat diantara mereka.. aku pasti mati."
" tenangkan diri kalian. dan utamakan untuk bisa keluar dari tempat ini terlebih dahulu "
padahal menghadapi satu monster bertangan panjang saja mereka sudah sangat ketakutan... bagaimana bisa mereka pergi untuk menyelamatkan orang lain ??
aku tahu. pasti menyakitkan mendengar para korban yang akan disiksa secara sadis seperti itu.. tapi kalian juga harus tau batasan apa yang tidak bisa kalian lewati.
pepatah mengatakan. selamatkan diri kalian terlebih dahulu baru menyelamatkan orang lain.. mungkin terdengar egois. tapi itu kenyataan yang benar..
menyelamatkan orang tenggelam sementara diri sendiri tidak pandai berenang. hasilnya keduanya mati bersama..
" cukup william. kembalilah ke wujud manusia.. "
" hrgghh " sambil menggeram william menganggukan kepalanya dan berubah kembali menjadi manusia..
dilihat berapa kalipun manusia serigala ini sungguh nyata. ini benar - benar menakutkan dihadapan orang normal.
tapi bagiku. sosok yang lebih menakutkan sudah pernah aku lihat sebelumnya.. jadi menghadapi yang seperti ini tubuhku tidak terkejut lagi..
" ..kak ? "
" ya clara ? "
" a.. apa kita baik - baik saja membawa william bersama dengan kita ?? " sambil menoleh ke arah william yang duduk. clara berbisik menanyakan hal itu padaku
" aku tidak tau "
" heh ?? bagaimana jika..
" tenanglah clara.. dia sudah bersumpah kepadaku. "
__ADS_1
" dan kamu percaya begitu saja kak ?? "
ini pertama kalinya aku melihat clara yang tampak begitu panik sampai - sampai berani menekanku. itu wajar.. hal ini bisa terjadi pada siapapun saat merasa nyawa mereka sedang terancam
" tenanglah clara. dia tidak akan berani berniat untuk melukai kalian. karena.. "
" karena ? "
" karena ada aku bersama kalian.. " jawabku dengan tenang sambil memberikan sedikit senyumanku pada clara
" haah.. itu benar. maaf kalau aku sedikit keras padamu kak " ucap clara menghela nafasnya sambil duduk menenangkan dirinya
" tidak apa. aku mengerti keadaannya.. "
setelah beberapa waktu suasana yang menegangkan telah semakin mereda. aku melihat marissa berjalan mendekatiku..
" vinn "
" ya "
" apa kita benar - benar tidak bisa menyelamatkan para wanita yang akan menjadi korban itu ?? "
" humm ?? "
aku salut dia masih memikirkannya. dia benar - benar peduli pada orang lain.. tapi sayangnya kepedulian ini tidak tepat untuk saat ini
" membayangkan wanita yang digunakan sebagai alat untuk perkembangbiakan para monster itu. aku lebih baik melihat mereka mati ditanganku daripada mengalami siksaan yang tak terbayangkan itu.. " sambung marissa duduk menekuk lututnya. dia mulai menundukan kepalanya kedalam lipatan tangan yang ada diatas lututnya itu
" kalau begitu...
" jawabanku tetap tidak sa. aku tau maksudmu... kalau tidak bisa membawa mereka lebih baik membunuh mereka bukan ?? "
" benar. hikss.. aku benar - benar merasa sangat lemah dan tidak berguna saat ini. " marissa semakin histeris mengusap kedua matanya yang berlinangan air mata
" dengar. saat ini keadaan kita juga sedang tidak baik - baik saja.. aku jauh lebih mementingkan keadaan kita.
coba bayangkan jika salah satu diantara kita tertangkap ?? itu akan lebih menyakitkan bukan..
dan jika aku yang harus mati. aku mungkin tidak keberatan. tapi bagaimana selanjutnya dengan keadaan kalian ?? dan kita belum tentu bisa keluar dari tempat ini bukan ?? "
" itu benar.. aku tidak mau kamu tertangkap vinn. bahkan jika membayangkan kamu mati.. aku pasti..
" bro..
dalam kesedihan itu tiba - tiba terdengar suara nico yang datang memanggilku
" tak ! "
" aduh.. kenapa kau menimpukku marissa !? "
__ADS_1
" masih mending aku tidak menikammu..
" ehh ?? "
marissa yang semula sangat sedih kini dengan cepat mengusap air mata diwajahnya.
" ada apa nico ? " tanyaku pada nico yang datang dan langsung duduk dihadapanku.
" bro. dimana kau menemukan william ini ? bukankah ini agak menakutkan membawanya bersama kita ?? "
pertanyaan yang sama dengan clara.
" aku menemukannya di tempat semacam laboratorium. disana juga aku melihat beberapa tubuh manusia ada di dalam tabung, direndam dalam cairan hijau "
" uh ! itu menakutkan.. "
" ya. dan sebelumnya william juga bilang bahwa dia adalah hasil eksperimen. sebelumnya dia sama seperti kita.. sama - sama manusia.. "
" kasian sekali. pasti dia mengalami siksaan yang amat menyakitkan sebelumnya.. " ucap nico sedikit menoleh ke arah william yang sedang duduk menyandarkan tubuhnya ke batuan yang ada di dalam gua.
" benar. saat itu aku juga mendengarkan suara jeritan yang begitu keras darinya.. dia sedang disiksa dalam ruangan. suara itulah yang menuntunku hingga menemukannya "
" disiksa ?? disiksa oleh siapa ?? "
" disiksa oleh kedua monster lainnya. satu berkepala kambing dan satunya berkepala kadal "
" huh !? bukankah mereka sama - sama monster ? kenapa mereka menyiksa sesamanya ? "
" aku tidak tau. kemungkinan kedua monster itu merasa tidak senang dengan william. karena william selalu berusaha untuk melarikan diri "
" oh begitu kah. "
" tunggu sebentar. ada yang ingin kutanyakan dengan william " ucapku sambil bangkit berdiri dari tempat dudukku
" oke "
" kau sedang merenungkan sesuatu ? kenangan pahit tentang cinta ?? " tanyaku mendekati william yang sedang duduk
" ah. tidak.. haha cinta ya.. saat ini aku lebih mencemaskan diriku sendiri. "
" oh ? mengenai apa..? dirimu yang menjadi seorang monster ?? "
" humm.. bisa dikatakan begitu. tapi menyesali hal ini hanya akan menambah rasa luka dalam hatiku "
" tidak penting kau berubah menjadi monster serigala atau apapun itu. " william yang mendengarkan hal itu sontak melihat kearahku " selama hatimu itu masih manusia.. bagiku kau tetaplah manusia."
" hmm.. "
william hanya meresponku dengan menundukan kepalanya dengan pasrah
__ADS_1
" tidak ada hal yang menakutkan dari seorang monster yang memiliki hati manusia. yang perlu ditakutkan itu adalah seorang manusia yang mempunyai hati monster "
" humm ?? " mendengar hal itu raut wajah william tampak menjadi lebih baik. dia seakan ingin tersenyum dan berkata " kau pandai menghibur seseorang juga ya.. terimakasih ... "