Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 38


__ADS_3

Sungguh pemandangan yang mengerihkan!


mataku terbuka lebar-lebar menyaksikan peristiwa yang tak terbayangkan ini. tubuhku terasa seperti bangunan yang akan runtuh kapanpun.


melihat ular raksasa yang melingkar di hadapanmu. aku pikir jika tidak kuat mental kamu pasti akan jatuh pingsan.


apa ini Titanoboa yang melegenda itu?


uh ! atmostfer di area ini begitu mencekam. dengan bau lumpur dan bau khas dari sesosok predator


kau ingin tau bau khas dari predator ?


itu adalah bau kematianmu


panjangnya mungkin sekitaran tiga belas meter? dengan besar tubuhnya yang seperti batang pohon besar itu dia bisa menelanku hanya dengan sekali telan saja


aku merasa seperti hidangan lezat yang ditaruh diatas meja.


gawat!


tubuhku terasa begitu berat untuk di gerakkan. saat ini dadaku terasa begitu sesak, hingga aku bisa mendengar detak jantungku yang terpacu begitu cepat.


bergeraklah tubuhku !


" glup !"


sakin takut dan tak berdayanya diriku yang merasa seperti seekor tikus kecil dihadapannya ini. suara air liur yang kutelan paksa ke tenggorokan untuk mengambil beberapa nafaspun terasa terdengar begitu keras


aku harus secepatnya pergi dari tempat ini. jika dia menangkapku, sudah pasti tamat riwayat hidupku.


menatap lurus ke arah depan pandanganku dengan mata yang tak akan kubiarkan berkedip sekalipun. aku mengangkat kaki kananku untu mundur dan memutar satu langkah ke belakang


di tempat yang dingin dan basah itu. dengan perlahan dan sangat hati-hati aku melangkahkan kakiku...


tapi ada perasaan yang aneh menghinggapi diriku saat ini, aku seperti sedang di awasi dari belakang. akan tetapi setiap aku memalingkan wajahku untuk melihat ke belakang, kedua mata ular itu terlihat tertutup rapat


ah tidak usah banyak berpikir ! lebih baik secepatnya pergi dari sini sembari mengawasi pergerakan dari ular besar itu


" krak ! "


sial ! kenapa bisa ada ranting kayu tepat di kakiku ?!


uhh.. apa saat ini ular itu terbangun ??


fiuh.., untung saja ular itu tidak bangun karena mendengar bunyi ranting yang aku injak.


aku terlalu waspada dari arah belakang.. sehingga aku tidak memperhatikan langkahku..


dengan tubuh yang berat digerakkan. aku merangkak perlahan lalu lari secepatnya setelah menjauh.


" huh.. hah.. huh.. hah ! "


sambil mengelap keringatku yang menumpuk diwajah, aku mengambil beberapa nafas yang panjang setelah lolos dari lembah kematian itu

__ADS_1


" huh ! kupikir aku sudah mati barusan " keringatku berjatuhan ke tanah seperti butiran jagung


anehnya, kenapa ular itu tidak bergerak bahkan ketika mendengar gemeretak suara ranting yang aku injak. apa ular itu sedang hibernasi ? tidak. kupikir lekukan tubuh yang melingkar itu tidak menunjukan dia sedang hibernasi.


apa mungkin karena pendengaran mereka tidak begitu baik? ular lebih ahli dalam indra penciuman karena mereka mendengar suara hanya melalui getaran.


itulah yang aku simpulkan. tapi tidak begitu juga, anggap saja aku ini sedang beruntung.


bukan berarti aku lemah. ya tidak masalah aku dianggap lemah, tidak buruk juga dianggap lemah dihadapan makhluk legenda seperti itu.


jangan sampai kami berhadapan dengan makhluk itu. sungguh itu sama saja menghadapi kematian


sebaiknya aku kembali secepatnya untuk memeriksa keadaan yang lainnya, aku jadi khawatir bagaimana dengan keadaan mereka


" vinn ? kamu tampak tidak sehat ? wajahmu pucat sekali apa kamu sedang sakit ? " ucap rara yang datang melihatku dari kejauhan. dia mendekat sambil memeriksa keadaanku


" tidak apa ra. aku baik-baik saja "


" tidaak vinn, tubuhmu terlihat sangat kelelahan. biarkan aku menyentuh keningmu sebentar " rara yang khawatir mulai meletakkan satu tangannya ke dahiku " hmm, tubuhmu tidak terasa panas "


" kan sudah aku katakan aku baik-baik saja ra " ucapku sambil mengelus kepala rara dengan sedikit tersenyum " kamu terlalu khawatir "


" bagaimana tidak. kamu terlihat begitu lelah setelah keluar dari balik pepohonan itu. wajahmu juga pucat sekali, tidak seperti biasanya. apa ada sesuatu yang terjadi ? "


" uh. sebelum itu aku ingin bertanya.. apakah kalian baik-baik saja selama tidak ada aku ? "


" kami baik-baik saja.., tidak ada hal apapun yang terjadi pada kami "


" uh syukurlah "


" aku sedang baik-baik saja ra.. serius ! "


" jawab aku vinn.. apa ada sesuatu yang sedang terjadi ? "


tidak mungkin aku katakan padanya. aku habis bertemu dengan ular yang begitu besar tadi ?


bisa-bisa dia akan semakin khawatir..


tapi jika tidak aku katakan. takutnya akan terjadi masalah di kemudian hari..


ini menyulitkanku...


" vinn..? wajahmu kelihatan pucat. ada apa ? " tanya marissa yang datang bersama dengan clara dan nico


" humm.. aku tidak apa-apa "


" bohong ! " ucap marissa padaku meninggikan suaranya sambil berjalan mendekatiku untuk memeriksa " kamu sedang tidak baik-baik saja.., kamu tidak pernah kelihatan pucat sampai seperti ini vinn "


uhh.., sepertinya aku tidak bisa menutupinya lagi. tapi, untuk aku yang sudah terbiasa menyelesaikan masalahku sendiri, mengatakan hal itu sungguh berat..


" sebenarnya.., kamu anggap apa kami ini vinn ?? "


suasana semakin sulit saat marissa bertanya dengan meneteskan airmatanya disampingku

__ADS_1


" apa kamu menganggap kami ini tidak berguna..? ataukah kami ini hanya pengganggu bagimu ? "


jangan bertanya seperti itu., aku tidak akan bisa menjawab. aku bukan orang yang blak-blakan sepertimu..


" aku..


" kenapa kamu selalu saja menyelesaikan semua masalah sendiri..!? kenapa kamu tidak pernah meminta bantuan kami saat keadaan begitu sulit untukmu.. kenapa.. ?? apa karena kami bukan siapa-siapa ?? "


aku hanya bisa terdiam mendengar hal itu...,


jika dipikir.. sebenarnya mereka aku anggap apa ? aku sendiri juga tidak tau. karena yang ada dipikiranku saat pertama kali melihat mereka.., mereka hanyalah beban dimataku. tidak lebih..


tapi sekarang..,


"kamu pikir kami akan senang melihatmu mengangkat semua beban sendirian !? Tidak vinn.. tidak "


" kamu bahkan tidak bisa menjawabnya !? lihatlah dirimu yang tidak memikirkan perasaan orang lain disekitarmu !? "


perasaan .. ? perasaan seperti apa maksudnya ? apa aku menyakiti mereka..? aku tidak mengerti.. aku adalah orang yang anti sosial sebelumnya.


" ca..., hentikan itu. kamu hanya akan menyulitkan keadaan kak gavinn " itu yang diucapkan oleh clara yang datang menenangkan marissa. tapi, aku bisa membaca ekspresi di wajahnya..., saat ini dia juga sedang menunggu jawaban dariku begitu pula dengan rara dan nico


suasana yang sangat tidak mengenakkan ini harus cepat diatasi.


" aku akan menjawab. "


" benarkah bro? , aku juga ingin mendengarnya "


" aku habis menemukan sesuatu yang mengerihkan dari dalam hutan.. "


" humm ??"


ada apa dengan ekspresi mereka yang terlihat tidak puas itu ? biasanya mereka minimal memasang ekspresi ketakutan ?


" sesuatu yang mengerihkan itu adalah ular yang sangat besar. kupikir itu yang disebut dengan titanoboa yang melegenda.., kalian harus berhati-hati.. aku hampir saja mati tadi.. "


" anu.., kak.. bukan itu yang ingin kami dengar . "


" huh ?? "


apa maksudnya bukan itu ? apa mereka berpikir aku sedang bercanda ?


" hey, aku tidak sedang bercanda.. itu benar-benar mengerihkan... "


" bro. "


" nico kau tidak takut ? apa kau berubah menjadi seorang pria yang pemberani ? oh baguslah. bagus "


" bukan bro. hal yang penting adalah jawabanmu.. "


" jawaban ?? bukankah aku sudah menjawab ? "


" maksudku. kami sedang menunggu jawaban dari " kamu menganggap kami apa ? " "

__ADS_1


" humm ?? "


__ADS_2