Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 41


__ADS_3

" apakah kalian sudah mendapatkan makanannya vinn ? " tanya marissa


" sudah. "


" umm ? " gumam marissa sambil mencari sesuatu dariku " mana ? aku tidak melihat kalian membawa buah-buahan atau ikan ? "


" siapa yang bilang kami mencari buah-buahan atau ikan ? " jawabku


" jadi ? ki..ta.. makan a..pa ? "


" sesuatu yang bernutrisi tentunya "


" tunggu. vinn.., sepertinya perasaanku ga enak "


" sudah ayo ikut saja. kita akan menyiapkan makanannya nanti " ucapku sambil menyelipkan jangkrik di bawah lenganku " nico bantu aku menyiapkan makanan "


" eh. kita juga yang menyiapkan. tidak di bantu para gadis ?? "


" jangan banyak tanya nico. ikutin aku "


" biarkan aku membantu " seru rara yang datang dari arah sampingku


" tidak ra. ini masakan spesial., nona-noa diharapkan untuk duduk manis menunggu hidangan "


" oh. sungguh gentlemen sekali..., baiklah. ayo sa biarkan mereka "


jawab rara yang pergi menarik tangan marissa bersamanya


gentlemen ya ? padahal aku hanya tidak ingin membiarkan melihat mereka mengetahui bentuk makanan yang akan mereka makan. terlebih marissa.., dia pasti akan berteriak hebat.


" bro. kenapa tidak membiarkan mereka untuk membantu ?? "


" kau pikir mereka akan mau memegang dan mengolah jangkrik-jangkrik itu ? "


" eh kenapa ?? "


" mereka adalah wanita. dan lagi kalian dari kelompok elite.. bukankah itu terlihat menjijikan bagi para gadis ? "


" ohh benar juga. pertama kali aku memegang jangkrik untuk memancing ikan. kupikir ini adalah kecoa "


" cih. maka dari itu diamlah dan bantu aku untuk mengolahnya. potong kepalanya agar tidak mencurigakan "


" oke bro. "


" tadaa.., ini makanan yang sudah siap di santap. apa kalian lapar? kalian lapar ? " ucap nico sambil memainkan jangkrik bakar di hadapan para gadis


" woah apa itu ? kelihatannya mencurigakan ? " tanya marissa dengan ekspresi cemas sambil memegang dagunya


" ini ja..


" tak ! " sambut tanganku mendarat di kepala nico


" ah ! maksudku jagung !! duh.. sakitnya "


" jagung ? apa kau pikir kami anak kecil yang tidak tau bentuk jagung seperti apa ?? "


" itu adalah sate belalang. makanlah selagi itu masih hangat " ucapku sambil memakan sate itu dengan perlahan


" apakah itu enak vinn ? " tanya rara memasang wajah khawatir


" tentu. nih cobalah " jawabku sambil mengulurkan sate yang ada ditanganku padanya


" umm. aku akan mencobanya "


" gimana rasanya ra ?? " tanya marissa dengan wajah yang sangat cemas


" umm ini enak. " jawab rara sambil mengunyah makanannya


" biarkan aku mencobanya juga " ucap marissa mengambil sate bagianku yang kuberikan pada rara.


marissa kemudian mulai memakannya perlahan sambil memejamkan matanya..

__ADS_1


" umm ya.. ini lumayan enak "


yang membuatku heran kenapa harus bagianku yang kalian habiskan sih..


dari sisi lain aku melihat clara yang mulai memakan sate jangkrik itu dengan perlahan dan memejamkan matanya.


sepertinya clara tau makanan apa yang sedang dia santap itu. tapi clara adalah wanita yang tidak suka mengeluh.. dia tau apa yang harus dia lakukan..


" uhuk-uhuk. ermmm " clara terlihat tersedak sambil menepuk - nepuk dadanya. dan kemudian berjalan menuju sungai untuk minum


" clara. biarkan aku menemanimu " ucap nico bergegas mengikuti arah clara pergi


baguslah. jika dia tidak bergerak, aku yang akan pergi menemani clara. berbahaya membiarkan wanita berjalan sendirian..


setelah beberapa lama clara dan nico pergi..


" ahh! tolonggg ! tolong kami kak !!! "


" uh ?! "


dengan cepat aku bergegas mendatangi arah clara yang meminta pertolongan itu..


" tolongg ! "


seekor buaya terlihat sedang menggigit kaki nico !


" jreb ! " aku menancapkan pedangku tepat ke arah mata buaya itu. bersamaan dengan itu kaki nico berhasil lepas dari gigitan buaya tersebut dan terlihat darah mulai mengalir melalui lukanya.


" ayo cepat bawa nico menjauh ! "


" urmm oke kak..! hiks.. "


" biarkan ku bantu juga " sambut marissa meletakkan lengan nico ke bahunya


di hadapan belasan buaya putih aku mengayunkan sebatang kayu panjang yang ku dapatkan dari cabang pohon sekitar untuk menghalangi pergerakan buaya-buaya itu.


" rara jangan mendekat! cepat pergi ikut dengan mereka "


" tapi ! "


" baiklah.. hati - hati "


" tentu "


tentu ya ? aku sendiri tidak begitu yakin bisa berhasil lolos dengan mudah dari situasi ini..


" arghh ! "


sial aku tidak menduga jika dari belakangku ada seekor buaya yang menyergap dan berhasil menggigit kaki kiriku


" lepas ! lepaskan ! "


aku mulai terus menusuki kepala buaya yang menggigitku tanpa henti hingga kepala buaya itu terlihat hancur.


setelah berhasil meloloskan diri. aku berjalan tertatih dengan kaki yang terpincang


sakit. sakit sekali..


setelah berhasil menjauh. aku terduduk dan mulai memeriksa kakiku yang terluka.


dibalik celanaku yang robek itu, terlihat pula luka robekan dari gigitan buaya sebelumnya.


aku mengambil beberapa daun talas yang ada disekitarku dan mulai meneteskan getahnya ke kakiku yang terluka..


" ermghhh "


dengan mencengkram rerumputan yang ada dibawahku aku mulai menggeram kesakitan.


pedih !


aku ingin istirahat tapi aku harus secepatanya memeriksa keadaan nico

__ADS_1


sekali lagi aku bangkit dan berdiri dengan kaki yang terseok-seok untuk berjalan.


" hrgghh ! " terdengar suara hewan yang sedang menggeram di belakangku.


geraman itu sudah pasti hewan buas. tidak ada hewan jinak dihutan menyeramkan ini..


aku ingin menangis dengan keadaanku yang sangat memprihatinkan ini... tapi, aku akan mati jika membuang waktuku hanya untuk menangis.


" anjing ?? "


apakah ini anjing hutan ?? ukurannya mirip dengan ukuran anjing liar. tapi seperti tak sama. mereka terlihat jauh lebih agresif..


lima ekor anjing hutan mulai mengelilingiku dari segala arah.


" hrgghh ! "


anjing-anjing itu mulai menyerangku secara terus menerus. gerakanku terbatas karena kakiku yang terluka..


anjing-anjing ini bergerak sangat gesit dan terampil dalam hal memburu makanannya..


sepertinya mereka lebih terpacu setelah mencium bauh darah dari kakiku yang terluka.


kalau begitu... lebih baik menunggu dan mencari celah.


" kalian lapar ? ? "


" hrggg ! "


" sama aku juga. ayo kita selesaikan ! "


" rorghh ! " bersamaan dengan geraman itu sekali lagi mereka mulai menyerangku


adrenalinku terpicu...


aku bisa mendengar satu persatu suara anjing yang mendeking kesakitan sebelum jatuh ketanah setelah terkena tebasan demi tebasan pedangku.


" uh. darah ? "


beberapa gigitan berhasil mengenaiku. satu di bawah rusuk sebelah kanan.. satu di betis kananku yang aku gunakan untuk melindungi kaki kiriku.. dan satu lagi di pundak kananku..


gawat.. apa aku akan terkena rabies ?


rasanya menyakitkan dan melelahkan sekali.. kapan aku akan keluar dari neraka ini dan merasakan nikmatnya teh di pagi hari


ah.. sudahlah. sebaiknya lupakan hayalan itu dan secepatnya menemui nico dan yang lain


dari balik kabut itu aku melanjutkan perjalananku dengan beberapa luka ditubuh dan kaki yang terpincang


angin dingin mengusap leherku dari belakang dan suara gesekan dedaunan yang terdengar lirih itu seakan mengatakan padaku bahwa sepertinya aku akan menghadapi bahaya lainnya sebentar lagi.


yang benar saja. jika terus begini aku akan benar-benar mati..


dari kejauhan aku melihat rara yang berdiri bersandar di sebuah pohon. dia tampak terlihat sangat khawatir dengan menggigiti kuku ibu jarinya


" vinn.. kamu sudah kembali.. ?? " sambut rara yang melihatku dari kejauhan


" ya. "


" uh kamu terlu..


" ssttt.. , jangan sampai yang lain melihat keadaanku seperti ini " ucapku sambil mengisyratkan padanya untuk memelankan suaranya


" umm. tapi.. kamu..


" dimana nico ? apa dia baik-baik saja "


" nico ada disana. lukanya sudah di obati dan bungkus "


" oh baguslah.. "


duh.. sepertinya kepalaku terasa sangat pusing..

__ADS_1


tidak.. tidak boleh seperti ini. jika aku roboh maka semua akaa


"bruk ! "


__ADS_2