Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 58


__ADS_3

" william bagaimana kau bisa terjebak disini ? "


tanya nico dihadapan william " apakah kau juga dari kapal pesiar yang sama dengan kami ? "


" humm ?? kapal pesiar ?? "


" ya. kapal pesiar royal ocean ? "


" tidak. apa kalian terdampar di pulau mengerihkan ini ?? " tanya william kembali di hadapan kami


" kalau dibilang hanya sekedar terdampar itu lebih baik. kapal yang kami tumpangi di serang oleh sekelompok bajak laut secara brutal " ucap marissa menjawab pertanyaan william


" oh ya !? lalu apakah kau dari kapal yang sama dengan mereka gavin ? " tanya william padaku.


aku hanya mengangguk dengan mata terpejam. apa maksud dari pertanyaannya itu.. apa penampilanku kelihatan berbeda diantara mereka ?


" sungguh !? " sekali lagi william bertanya padaku seakan tak percaya


aku hanya membuka mataku dan mulai menoleh kearah william dengan tatapan sinis " apa kau tak percaya ?? apa karena penampilanku yang kelihatan lebih kusam dari mereka ?? "


" tidak. tidak.. bukan itu maksudku " ucap william menggoyangkan tangannya dihadapanku " aku hanya masih penasaran denganmu "


aku yang duduk memeluk pedangku hanya meresponnya dengan mata terpejam.


" kupikir kau dari suku pedalaman yang ada dipulau ini "


" su..suku pedalaman !? "


mendengar hal itu dari william semua orang tampak sangat terkejut kecuali aku.


ya.. bagaimana aku merasa terkejut jika seseorang mengataiku seperti ini. apa ada suku pedalaman yang memakai celana jogger sepertiku. sial..


" kau tidak merespon apapun gavin ?? " tanya william lagi kepadaku yang duduk tenang dengan mata terpejam sambil menahan rasa kesalku


" lalu. apakah aku harus merespon dengan memukul perutmu ?? " jawabku membuka mataku dan mulai menunjukan rasa kesalku


" uh..? kau marah !? "


" tidak. aku hanya ingin mengatakan padamu. bagaimana mungkin seorang suku pedalaman memakai celana dengan model seperti ini. apa kau tidak bisa membedakan penampilan seseorang ?? "


" oh benar. "


bajingan ini..

__ADS_1


" oh bukan. maksudku.. bukan begitu. bukan melihat dari penampilan melainkan dari segi kemampuan "


" humm ?? "


" ya. aku hanya berpikir. bagaimana seorang manusia dari zaman modern punya kemampuan sehebat dirimu.. "


" itu tidak penting. " jawabku dihadapan mereka " ada lebih banyak pertanyaan penting disini "


" oh. apa itu ?? " tanya william kembali


" pertama. kembali ke pertanyaan awal yang nico katakan padamu. bagaimana bisa kau terjebak di tempat ini ? "


" oh. aku akan menceritakannya pada kalian tentang hal itu "


" ya. katakanlah dengan sesingkat mungkin " ucapku memejamkan mataku kembali ditempat duduk


mungkin saat ini kalian melihatku seperti orang yang angkuh. sekalipun itu memang benar.. yang kulakukan saat ini hanyalah berusaha mengistirahatkan tubuhku walau hanya sedikit.


" cerita ini bermula saat aku menjadi anak magang di perusahaan biokimia yang berada di singapura. aku adalah salah satu mahasiswa yang cukup cerdas dan tekun dalam bidangku. tujuan hidupku ingin menjadi ilmuan hebat .. "


" namun saat itu.. aku bertemu dengan professor yang sangat ku kagumi. selain tampak muda.. dia juga sangat cantik. aku melewati hari-hariku semakin semangat saat berada dalam massa magang itu.. aku berhasil menciptakan pencapaian - pencapaian baru yang membuat semua orang berdecak kagum padaku.


dan kesenanganku semakin menjadi -jadi saat professor lim memujiku. kemudian dia mengajakku untuk membantunya mengerjakan proyek besar.


" ta.. tapi !? " tanya marissa dan nico yang memasang ekspresi tegang di kedua wajah mereka


" itu jugalah yang membawaku ke pulau mengerihkan ini.


saat itu kami ada tujuh orang termasuk diriku.. perasaanku mulai gelisah saat menginjakkan kakiku di pulau yang terpencil dan tak pernah diketahui ini.


begitu pula dengan rekan-rekanku yang lainnya. mereka mulai berbisik dibelakangku seakan mereka gelisah dan ketakutan..


perasaan takutku semakin menjadi saat monster yang menyeramkan dengan tangan yang melebihi tinggi tubuhnya muncul di hadapan kami.


semua orang berteriak histeris saat menyaksikan kejadian itu, kecual prof. lim. dia hanya tertawa menyeringai dan melewati monster itu dengan santainya.. dan dia berkata " jalan terus jika tidak mau mati "


sambil menahan nafas. kami pun melanjutkan perjalanan kami dengan perasaan takut yang tak pernah terbayangkan.


akhirnya salah satu diantara kami mencoba kabur. dia berlari dengan sekuat tenaga.. namun setelah beberapa saat dia berlari.. suara menjeritnya terdengar begitu menyakitkan.


semua orang menjadi semakin panik dan tanpa pikir panjang mereka mencoba melarikan diri.


aku yang tidak percaya dengan semua kejadian itu, dengan terduduk putus asa menanyakannya pada prof. lim " prof. apa yang terjadi. kenapa kau membawa kami semua ketempat mengerihkan ini ?? "

__ADS_1


proyek apa sebenarnya yang ingin kau kerjakan prof?? "


dia hanya menyeringai sedikit sebelum menjawab pertanyaanku itu. " kalian adalah proyek yang ku maksud. bahan eksperimen selanjutnya hahahahahah ! "


" lalu. apa yang terjadi denganmu dan yang lain selanjutnya ?? " tanya clara kepada william yang menundukan kepalanya dengan raut wajah sedih.


" kami semua dibawa ketempat yang gelap dan menyeramkan ini secara paksa tanpa bisa melawan sedikitpun.


aku melihat satu persatu. rekan - rekanku dijadikan bahan percobaan. mereka di bedah tepat dihadapanku..


setiap hari aku mendengar suara kematian mereka memasuki telingaku. aku benar - benar putus asa dan hampir kehilangan kewarasanku "


" bu bukankah... kau kelihatan kuat..? kenapa kau tidak bisa untuk melarikan diri ? " tanya nico dengan wajah gugup


" itu mustahil. saat itu dia mempunyai dua monster kuat yang mengawalnya. satu berwujud kepala kadal dan yang satunya bermata besar seperti lebah. mereka berdua mempunyai kecepatan diluar akal sehat.. "


" uhh.. bu.. bukankah itu sangat mengerihkan ?? apa kau tidak sedang membuat - buat cerita ? mana ada monster yang seperti itu.." nico menanyakannya lagi dengan wajah pucat dan menolak untuk percaya..


" itu benar. " sambungku " aku melihatnya sendiri. saat aku menemukan william.. satu berkepala kadal dan satunya berkepala kambing "


" bro !? ." nico merangkak cepat kedekatku dengan rasa gugup yang memenuhinya.. dia tersenyum tipis dan melanjutkan perkataannya " ta.. tapi kau bisa mengalahkannya kan ?. pastilah. kalau tidak mana mungkin kau bisa membawa william kemari.. kan ? kan ? "


" mustahil. "


" mu.. mustahil ?? "


" saat itu aku hanya beruntung bisa meloloskan diri ditumpukan mayat. jika berhadapan satu lawan satu.. aku pasti akan mati "


" hiihh ! "


" itu benar. mereka sangat kuat.. " sambung william. dan saat ini para gadis hanya terdiam tanpa berani membuat suara sedikitpun..


" lalu.. bagaimana kita akan keluar dari tempat ini ?? " ucap nico yang menujukan wajah putus asanya sambil tertunduk memandangi lantai


" william bilang dia tahu jalan keluarnya. "


" benarkah itu ? "


" itu benar. hanya saja.. itu sangat sulit " jawab william tanpa berani memandang ke arah nico


" tentu itu sangat sulit. bagaimana kita bisa menghadapi dua monster ciptaan professor itu ." ucap nico


" tidak. kita hanya perlu melawan satu monster penjaga pintu keluar.. "

__ADS_1


__ADS_2