
aku mengikuti arah dimana pancaran cahaya itu terlihat hingga berakhir di suatu tempat.
" tempat apa ini ?? "
aku berdiri di ruangan yang tidak terlalu luas dengan diterangi cahaya keunguan .
dinding-dinding ruangan ini terdapat semacam batu yang berpijar dalam kegelapan.. dengan lantai ruangan yang terasa cukup basah dan lengket.
aku melihat ada cairan hijau yang tercecer di beberapa tempat.
dengan penasaran aku mulai mengambil sedikit cairan hijau yang tercecer tersebut dan mengamatinya.
" uh ! "
cairan hijau ini mempunyai bau obat yang begitu menusuk..
tunggu... kenapa ada bahan kimia ditempat seperti ini ??
" arghhh !! "tiba -tiba terdengar suara teriakan memecahkan kesunyian dalam ruangan
" uh ! " aku yang berjalan dengan hati-hati tersentak seketika setelah mendengar suara itu
suara ini terdengar seperti jeritan manusia yang sedang merintih kesakitan
apa ada seseorang yang terkurung juga di area ini ?
atmosfir disini juga terasa berbeda. hanya dengan berjalan saja aku merasakan tekanan yang seakan terus mengikis mentalku...
udara tipis yang kurasakan melalui kulitku seakan menyuruhku untuk putar balik dari tempat ini.
tapi.., bagaimana jika ini merupakan sebuah petunjuk ?? aku tidak ingin terperangkap selamanya dalam tempat ini.
sekali lagi aku menelan air liurku dalam tenggorokan. dengan tangan yang siaga siap kapanpun menarik pedang di pinggangku, aku melanjutkan langkahku mengikuti suara jeritan itu..
" i.. ini !?"
namun ada hal yang lebih mengejutkan lagi saat aku berjalan mengendap - endap diruangan itu
beberapa tabung besar dengan tinggi sekitar tiga meter berbaris rapi di hadapanku. seketika perasaan mual dan aneh mulai merayap dalam tenggorokan dan dadaku, setelah melihat tubuh manusia dengan organ yang berkeluaran didalam tabung yang dipenuhi cairan berwarna hijau itu.
sepertinya tempat ini merupakan laboratorium untuk eksperimen manusia ?
" oarghhh !! "
suara rintihan manusia itu semakin nyaring terdengar tak jauh dari tempatku berpijak.
aku yang sudah terlanjur dan tak bisa mundur lagi mencoba semakin dekat ke arah suara jeritan tersebut..
dengan berjalan secara mengendap - endap. aku tiba - tiba dikejutkan dengan suara langkah kaki dari arah lorong ruangan itu.
" ma.. manusia !? " mataku terbuka lebar-lebar saat melihat sesosok manusia. maksudku kambing.. ? makhluk ini tidak jelas.
dia berkepala kambing.. berdiri seperti manusia dan juga berpakaian seperti manusia.
tapi jika diamati lagi bentuk tangan dan bulu yang lebat di tangannya itu, dia juga menyerupai kera.
ah terserah yang mana saja. yang pasti makhluk ini adalah monster..
aku yang bersembunyi dibalik drum besar menahan nafasku dikarenakan bau busuk dari tumpukan mayat monster yang ada disekitarku
" mbek ! "terdengar suara seseorang memanggil monster kambing yang berdiri tak jauh dariku. suara itu datang dari arah jeritan manusia tadi dan dia berjalan mendekati monster kambing ini.
" sudah selesai ?? dan juga jangan memanggilku seperti itu.. ! "
" sudah. aku sudah cukup puas memberi pelajaran padanya.. "
" ya. dia harus diberi pelajaran agar tidak berusaha melarikan diri lagi. "
__ADS_1
uh. makhluk apalagi yang satu ini..?
kepalanya seperti kadal. badannya berwarna hijau seperti kura-kura. dan dia mempunyai ekor buaya ?
sungguh mengerihkan.
" cih. dasar produk gagal.. aku ingin sekali membunuhnya . "
" bodoh. jika kau membunuhnya maka tuan akan membunuh kita.. mengatakan dia produk gagal sama dengan menghina tuan kita.. dasar kadal busuk "
" hoi.. hoi. aku hanya bercanda. jangan main fisik mbing ! dasar hewan ternak ! "
" hah !? apa kau bilang barusan ! "
" kambing itu hewan ternak... "
" cih. aku ini kambing gunung.. bukan sepertimu muka cicak yang tak berarti. "
" hah !! "
apa yang dilakukan kedua makhluk bodoh ini ?? selain aneh tingkah mereka juga sangat bodoh.
" tunggu.. aku seperti mencium bau manusia ?? "
uh.. ! apa aku ketahuan ?
jantungku berdegup semakin kencang ketika monster berkepala kambing itu mencoba melihat sekelilingnya sambil mengendus - endus.
" hoi.. berhentilah bertingkah seperti anjing. kau itu kambing.. bagaimana bisa kambing mempunyai penciuman yang peka ?? "
" diam kau kadal busuk. aku serius mencium bau manusia yang samar - samar. tapi sekarang bau itu menghilang karena kau membuka mulutmu ! "
" kau memang benar - benar ingin dihajar !? "
" duk ! "
sepertinya itu terdengar dari balik drum yang ada disana. ?! "
" ayo cepat periksa.. " sosok monster kadal itu bergerak begitu cepat. melompat bag angin yang lewat..
" huh tidak ada apapun disini ?? "
" sepertinya kau benar - benar mabuk kambing gila !! "
" aku benar - benar mendengarnya tadi.. kadal busuk. "
" sudah. ayo lebih baik kita lakukan pekerjaan kita yang lain. atau kita akan dimarahin tuan jika dia kembali "
fiuh.. ku pikir aku sudah mati..
jika aku ditangkap. kupastikan aku tidak akan bisa melawan monster menyeramkan itu..
sial. bagaimana bisa tanganku membentur ke drum itu !?
beruntung ada tumpukan mayat monster disekitarku jadi aku bisa menyelinap diantaranya. meskipun tubuhku terasa lengket dan sangat bau sekarang..
bagaimana sekarang ?? haruskah aku melihat orang yang disiksa itu ??
sebaiknya begitu..
sekali lagi aku berjalan mengendap - endap menuju ruangan seseorang yang berteriak sebelumnya.
namun, aku sepertinya menyesali keputusanku untuk melihat seseorang itu.
dia bukanlah berwujud manusia seperti yang ku pikirkan. melainkan..
" uh.. ma.. manusia ?? bagaimana manusia bisa berada tepat dihadapanku ? apa aku sedang berhalusinasi "
__ADS_1
monster serigala yang menyerupai bentuk manusia ini dikurung dan disiksa di ruangan berjeruji.
saat ini aku melihatnya yang sedang berdiri sambil memegang besi jeruji dihadapanku. dia berbicara menunjukan taring dan cakarnya yang tajam..
sebaiknya aku tinggal saja dan kembali..
" oi..oi tung.. tunggu "
aku benar-benar akan gila bila menyelamatkan seekor monster bersamaku. lewati saja dan pura-pura tidak tau..
" oi. kawan.. woi ! "
lihatlah betapa mengerihkannya monster ini. dia mencengkarm jeruji besinya begitu kuat . bagaimana bisa aku mau mendekatinya ??
" hoi. kalau kau tidak mendengarkanku.. aku akan melolong memanggil mereka kembali kesini ! "
hah ?!
sial.. baiklah.
aku yang sebelumnya berniat untuk pergi terpaksa mendekati monster sialan itu..
" haah.. " aku benar - benar menyesal datang kesini.. kesialan terus menimpaku.
" kenapa kau menghela nafas seperti itu ??"
" kau memanggilku hanya untuk menanyakan itu ?? "
" uh. tentu bukan sih.. "
" oke aku akan menjawab. aku mungkin sudah ribuan kali menghela nafasku semenjak aku terdampar dipulau sialan ini.
dan sekarang.. aku terjebak di lorong bawah tanah ini dan melihat monster jelek sepertimu "
" uuh. je.. jelek ? uh kita tidak ada waktu untuk ini "
" ya aku juga tau. aku juga ingin cepat pergi.. sudah. ku tinggal dulu "
" wo.. woi. jangan pergi dulu "
" hah... apa lagi?? "
" jawabku membuang nafas lelahku sambil mendekatinya
" bisakah kau menolongku keluar dari ruang jeruji ini ?? "
" tidak "
" langsung dijawab ?? "
" apa aku punya alasan untuk melepaskanmu?? bukankah kau juga sama mengerihkannya dengan dua makhluk kuat yang tadi ?? "
" tidak... maksudku.., aku lebih kuat jika satu lawan satu dengan mereka " jawabnya tanpa keraguan
" humm ??.. oke kalau begitu aku pergi dulu.. "
" hey. cih dengar dulu.. baiklah aku akan melakukan apapun untukmu ! "
mendengar monster serigala mengatakan hal itu aku kembali memasang wajah datarku dihadapannya.
" hehehe " aku tertawa tanpa membuka mulutku dihadapannya. dan melanjutkan perkataanku " jaminan apa yang bisa kau berikan.. kalau kau tidak akan menyerangku nantinya ?? "
" huh ?? aa.. aku tidak punya.. " jawabnya sambil menundukan pandangannya.. " aku cuma bisa memberikan sumpahku untukmu . itu.. saja.. "
saat aku melihatnya. wajahnya benar - benar kelihatan frustasi. dia menundukan kepalanya kebawah seperti ingin menangis
haah.. aku jadi benar - benar kasian..
__ADS_1