Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 29


__ADS_3

" hrrgghh "


" hoo.., dengan menggeram menunjukan gigi dan taringmu itu. sepertinya kau menjadi sangat marah sekarang.. kenapa kau tidak menyeringai seperti sebelumnya ??! "


" roarr ! "


serangan sang beruang predator itu semakin membabi buta. cakarnya beberapa kali hampir mengenaiku.


sangat fatal jika sekali saja saja cakarnya dapat mengenaiku.


" heh..ha..he..ha "


nafasku mulai tersengal memacu jantungku yang terus berdegup semakin kencang . sesekali keringat yang mengucur deras menetes melewati bulu mataku..


aku belum menyerah... aku tidak ingin menyerah... !


" haa "


bersamaan dengan teriakan itu aku melompat sekali lagi untuk menyerang makhluk buas itu..


" roarrr ! "


sayatan.. demi sayatan aku goreskan di tubuh sang beruang.. pedang ini cukup tajam hingga mampu melukainya.


tapi ini masih belum efektif...


aku belum bisa memberikan luka yang fatal padanya


dengan tubuh dan lengan yang besar itu dia melindungi titik vitalnya dengan baik.


itu dia..


aku melihatnya membuka celah di dekat bagian dada. sekarang aku akan menusuk dibagian itu.. menusuk tepat di jantungnya


" haa.. "


aku melompat lurus kedepan sambil memegang erat gagang pedangku dengan kedua tangan. dengan serangan kuat aku bermaksud untuk menusuk dada beruang itu.


"hrrggh ! "


dia menyeringai ?..


" tak..! "


bersamaan dengan bunyi itu pedang putih yang ku pegang patah menjadi dua bagian..


" hrrrgg ! "


aku melihatnya mengayunkan lengan kirinya bersiap untuk mencabikku dari sisi kanan


" celaka !! "


aku tidak bisa menghindari serangan cakarnya kali ini..


" jrezjh !! "


" arghhhhh ! "


cakar yang tajam itu tepat mengenai lengan kananku. serangan yang begitu kuat membuatku telempar cukup jauh darinya..


" huh.. ! "


aku memeriksa lengan kananku yang robek akibat serangan beruang besar itu. ini cukup dalam hingga darah tidak mau berhenti mengucur deras..


aku membuka baju kaosku dan mulai merobeknya. dengan cepat aku mengikat balutan kain itu dengan tangan kiri dan gigiku.


sakit sekali...


apa yang harus kulakukan sekarang ?!


belum sempat memikirkan hal apa yang harus kuperbuat.. beruang itu datang mendekat padaku sekali lagi menunjukan taringnya yang menyeramkan seperti bersiap untuk memangsaku..

__ADS_1


" hoarghh "


sebuah cakar yang tajam mengayun dari lengan kanan beruang itu mengarah tepat ke kepalaku yang sedang terduduk di tanah


" hup.. "


dengan cepat aku berguling ke belakang menghindari serangan mematikan itu..


aku tidak bisa bertahan terus seperti ini..


berlaripun tidak ada gunanya, itu hanya akan membuatku menjadi mangsa yang empuk jika dia menerkamku dari belakang


beruang itu datang lagi dengan tubuh besar cakar yang tajam dan juga taring yang mengerihkan itu. aku seperti menatap kematian..


beginikah perasaan orang yang akan jadi mangsa binatang buas ??


sungguh tidak terbayangkan betapa malang nasibku jika menjadi seonggok daging untuk makanan seekor binatang..


" duak ! " bersamaan dengan suara itu sebuah pedang bersarung melayang ke kepalaku dari arah belakang..


" uhh ? " aku lantas dengan cepat menoleh ke belakang dengan kesal..


" ma.. maaf aku hanya takut jika terlambat memberikan pedang itu padamu vinn " ucap marissa memberikan ekspresi bodoh diwajahnya


" marissa ?? bisakah kamu memberikan pedang lebih halus lain kali.. kenapa kamu selalu menargetkan kepalaku untuk memberikan pedang ?? "


" umm hehe.. "


ya terserahlah.., segala rasa takutku seketika hilang bersamaan dengan rasa kesalku barusan..


apa aku harus berterimakasih ??


cih.. mana mungkin aku berterimakasih pada orang yang sengaja menimpuk kepalaku dua kali..


sekali lagi aku berdiri dihadapan sang beruang besar itu dengan memegang sebilah pedang abu-abu ditangan kananku..


" nah beruang, kita lanjutkan duel kita yang belum tuntas ini "


dengan suara marah beruang itu mengayunkan cakarnya yang besar dari tangan kanannya..


" jrrezh ! "


bersamaan dengan bunyi tebasan itu.. tangan kanan dari sang beruang menggelinding jatuh ke bawah kakinya ..


" hrghhh! "


terdengar jeritan menyakitkan dari sang beruang.


berbeda dengan pedang yang kugunakan sebelumnya. pedang abu-abu yang kupakai sekarang memiliki kualitas yang jauh lebih tinggi. dari jenisnya mungkin ini adalah katana yang di buat dari negara jepang


" hoargghh ! " beruang itu tampak memeriksa tangannya yang putus sebelah.


dia tau apa yang harus dia lakukan.., instingnya mungkin saat ini mengatakan bahwa aku orang yang berbahaya..


tapi beruang itu bukannya pergi menjauh untuk kabur. dia malah berbalik ke sisi kanan dan mulai menyerang ke arah marissa dan yang lainnya berdiri..


" kau.. bukannya kau sangat serakah wahai beruang jelek?! sudah mau mati masih sempatnya ingin menyerang rekanku ?! "


sekali lagi aku menarik pedang dengan tangan kananku.. mempersiapkan ancang-ancang untuk bersiap berlari dengan cepat menjurus ke arah beruang tersebut..


" jrebb !! "


sebuah tusukan yang dalam menembus leher dari sang beruang dan aku mulai menariknya kesamping untuk membuka luka yang lebih lebar..


" hrgghh ! "


perlahan mata dari beruang itu redup dan berhenti bergerak..


" hiihhh ! apa dia benar-benar sudah mati bro ?? " ucap nico memeriksa mayat beruang itu dengan melihatnya dari dekat tanpa berani menyentuhnya


aku kembali menyarungkan pedangku dan menaruhnya di pinggang..

__ADS_1


" dia pasti mati.., kalau dia tidak mati.. dia bukan makhluk hidup ... "


" ya.. bagaimanapun syukurlah..


" kak.. apa kamu tidak apa-apa ?? aku sangat khawatir memikirkan keadaanmu ketika kami pergi meninggalkanmu sendiri " ucap clara mendekatiku memotong perkataan nico


" vinn.. kamu baik-baik saja kan.. ?? kenapa dengan lengan kananmu.. itu sepertinya terluka ?? " tanya rara berdiri disampingku


" benar..., kak kamu harus segera diobati.. jika tidak itu akan infeksi., tapi bagaimana cara mengobatinya ya.. disini tidak ada obat-obatan.. " sambung clara lagi.


dan ketika aku melihat ke arah marissa..


" cih.., dasar playboy.. "


dia menggerutu dan berjalan menjauh menyandar ke sebuah pohon..


aku bisa menyaksikan ekspresi nico yang menggigit ibu jarinya. dalam hatinya mungkin berkata.. " aku iri ? "


sangat mudah di tebak..,


" rara.. dan clara.., tenanglah.. aku baik-baik saja. luka ini memang cukup menyakitkan, tapi ini akan segera membaik " jawabku dengan tersenyum kecil..


aku tidak mungkin mengatakan pada mereka bahwa luka ini sangat menyakitkan dan aku merasa ingin menangis menahannya.


laki-laki harus tetap terlihat kuat meski hampir mati sekalipun.. "tetaplah terlihat hebat sebagai laki-laki " itulah yang ayahku katakan.. ntah dokterin macam apa yang dia berikan padaku sedari kecil..


setelah beberapa lama kami berjalan. akhirnya aku memutuskan untuk beristirahat di bawah kedua pohon yang besar..


diantara kedua pohon itu kami mulai menyalakan api untuk menghangatkan badan sembari rara mengobati luka cakaran yang ada di lengan kananku.


" luka itu terlihat dalam bro.., jika itu aku. mungkin aku sudah pingsan.. "


" aku tidak selemah dirimu itu nico ! "


tidak.., jika kau tau rasanya aku juga mau pingsan saat getah daun talas itu memenuhi lukaku..


" cih, dan juga apa-apaan bentuk tubuh yang begitu atletis itu. apa kau seorang atlet ?? aku iri sekali.. tampan dan juga gagah semuanya kau borong bro .. "


kurasa orang ini sudah gila.. apa dia bahkan tidak berpikir bagaimana cara mendapatkan otot-otot yang keras ini. ini bentuk siksaan dari latihan ayahku brengsek..


" aku tidak ingin menjawab perkataan yang tidak mendasarmu itu.., lebih baik kau menjauh saja nico. biarkan rara fokus untuk mengobati lukaku.. "


" tsk ! bilang saja kau ingin berduaan kan.. "


saat nico mengatakan hal itu wajah rara terlihat tersenyum malu sambil mengobatiku. tapi tidak dengan aura gelap yang datang dari arah bawah pohon yang tak jauh berada di depanku.. tatapan yang menakutkan itu datang dari seorang wanita yang sudah tak asing lagi..


benar.. itu marissa..


dia punya dendam apa padaku??


" cih.. , berhentilah menggangu nico. dan jangan mengatakan hal yang tidak-tidak. aku akan menjitak kepalamu itu kalau kamu mengatakannya lagi "


" dih.., oke oke... "


kegelapan menyelimuti hutan, suara-suara binatang malam mulai nyaring terdengar memasuki telinga seakan memberi tanda malam telah tiba..


pukul 20.30pm


semua orang tampak tertidur pulas beralaskan dedaunan yang lebar. sepertinya mereka tampak begitu lelah itu terasa jelas saat dengkuran nico terdengar nyaring memasuki telingaku..


aku yang semula berbaring disamping nico menggerakan tubuhku untuk kembali duduk dan mengumpat dalam hati ( bagaimana mungkin aku bisa tidur disamping kerbau ini ?? )


aku berjalan berpindah tempat, duduk di bawah pohon lainnya dan mulai membuat api unggun kecil di sekitarku..


tak kusangka aku yang mulai menyiapkan daun talas untuk tidur kedatangan tamu. dia adalah seorang gadis yang cantik.. maksudku seorang gadis yang aneh dan ceroboh..


" marissa..?? "


" umm.. maaf apa aku mengganggumu ?? "


" tidak.., malah kebetulan ada yang ingin aku tanyakan padamu.. "

__ADS_1


__ADS_2