
" reruntuhan ? "
" coba kemari dan lihatlah " ucap rara menyuruhku melihat dari sisinya
" apa kau melihatnya vinn ? "
" benar. itu seperti bangunan tua yang ditinggalkan "
dari jauh aku memandang ke arah barat dari tempatku berdiri. itu terlihat seperti bangunan tua yang terlihat besar dari kejauhan.. namun juga terlihat menyeramkan
Bagaimana tidak. tempat yang di penuhi oleh pepohonan besar nan rimbun dan diselimuti oleh kabut. ditengah-tengah itu ada bangunan yang terlupakan..
" sepertinya bangunan itu terlihat menyeramkan dari kejauhan sini bro.. "
" memangnya dimana lagi di hutan ini yang tidak menyeramkan nico.. " sambut marissa menjawab ucapan nico
" tapi maksudku.., itu terlihat seperti tempat yang angker layaknya di film-film horor.. "
aku tidak ingin menjawab ucapan nico tentang itu. memang dimananya lagi yang tidak horor.., dia bahkan belum lihat kepala zombie yang terputus masih merayap mendekatinya..
" apa yang kau takutkan nico.., tidak ada tempat yang nyaman dan tidak menakutkan disini.., lebih baik kita periksa kesana "
" eehhh ? bro.. apa kau yakin ? aku mempunyai firasat yang sangat tidak enak tentang itu.. "
" aku juga. tapi.., aku lebih penasaran.. "
" duh. matilah kita..
bersamaan dengan ketakutan nico itu kami mulai melangkah mendekati bangunan itu..,
sepi. dan semakin mencekam.. hanya terdengar suara langkah kaki kami yang berjalan menginjak dedaunan kering..
" bro apa kau yakin tentang ini ? kita bisa kembali dan mencari beberapa makanan ditempat lain kan ? bukankah itu tujuan kita ? "
" benar. "
" lalu kenapa kita tidak mencari arah lain "
mendengar ucapan nico yang terus meyakinkanku. aku jadi ragu untuk membawa mereka ikut denganku
" kalian bisa menunggu disini. jika takut untuk ikut. aku akan memeriksa kesana sebentar dan kembali kesini " ucapku menghentikan langkah dan berbalik menghadap yang lainnya
" tidak. kami akan ikut denganmu vinn.., " ucap marissa meyakinkanku setelah menoleh ke arah rara dan clara yang mengangguk
" oke kalau begitu kita lanjutkan.. "
" baiklah bro.. "
setelah melangkah untuk beberapa waktu akhirnya kami sampai di bangunan tua yang terlihat dari kejauhan itu.
"ini ?! "
Sebuah bangunan megah layaknya sebuah istana kerajaan di jaman dahulu. sayangnya beberapa bagiannya sudah runtuh dimakan waktu
" sungguh istana kerajaan yang terlihat seperti di film-film kerajaan jaman dahulu. bentuk arsitekturnya mirip sekali dengan kerajaan-kerjaan yang ada di indonesia " ucap rara terkagum mengamati sekeliling bangunan kerajaan itu
" benar. ini persis seperti yang ada di buku-buku sejarah. bangunan ini begitu kokoh " sambung clara memegan sebuah dinding bangunan yang ada di sampingnya
sementara itu..
" hihhh ! bro tolong jangan katakan kita akan masuk ke dalam.. " sambil duduk di pojokan dinding. nico menatapku dengan wajah yang pucat
__ADS_1
" apa kau sebegitunya sangat ketakutan nico ? "
" aku bukan lagi ketakutan. dadaku sampai sesak hanya untuk mengambil nafas "
tidak bisa disalahkan. bukan tentang wanita atau pria. memang sudah seharusnya oramg normal takut dengan tempat seperti ini. hanya saja nico terlalu blak-blakan
aku juga bisa melihat tangan dari para gadis yang terkadang gemetar karena takut. tapi entah mengapa mereka bisa memberanikan diri seperti ini
" apa kita akan masuk vinn ? " tanya rara mendekat padaku
" sepertinya tidak usah. aku memang penasaran untuk bagian dalamnya tapi lebih baik cukup sampai disini.. "
tidak mungkin aku katakan pada mereka bahwa ada sesuatu yang seperti memanggilku dari dalam bangunan istana itu
" baiklah cukup. kita sebaiknya kembali mencari makanan "
" kak. coba lihat arah belakang reruntuhan istana ini.. sepertinya tak jauh dari sini aku melihat ada sungai yang mengalir "
" oh. benarkah..? bagus kalau begitu ayo kita periksa "
sungguh pemandangan yang menakjubkan. sebuah sungai yang luas mengalir dari hulu ke hilir dengan begitu jernih.
aku tidak bisa melihat sampai dimana tepian di sebrangnya karena terhalang oleh kabut yang tebal
meskipun tidak gelap gulita. tetap saja pemandangan ini tetap gelap karena sinar matahari tidak masuk menyinari area ini.
hutan yang misterius ini membuatku tidak ada habisnya untuk takjub. maksudku merinding..
" huh. dingin. ini akan menyegarkan tenggorokan kalian ketika meminumnya "
" kemarilah dan ambil untuk minum "
" ladies first " ucap rara menghalangi tubuh nico dengan tangan kirinya
" eh ? benarkah hal seperti itu masih berlaku ditempat ini.. ? " ucap nico menggerutu di belakangku
" tenanglah. air sebanyak itu tidak akan habis.. "
" uh.segarnya.. air ini begitu manis dan dingin menyegarkan. rasanya aku ingin melompat dan berenang. apalagi sudah lama tidak mandi seperti ini.. " sambil meminum air dengan banyak ditangannya marissa mengatakan itu disampingku
" itu bisa saja "
" eh benarkah vinn ? apa kita bisa mandi disini ? "
" ya tentu. " marissa ini juga terlalu blak-blakan. aku hampir lupa dia orang yang seperti itu " aku akan memeriksa sekitar sini. jika aman kalian boleh mandi "
" wah. asik.. aku juga sangat ingin untuk mandi" sambut rara yang duduk disamping marissa
" clara kenapa kamu diam saja berdiri di situ ? " tanyaku melihat clara yang sepertinya sedang melamun sambil menatap aliran sungai yang jernih itu
" ah. tidak kak., aku hanya takjub. tempat ini pasti dulunya adalah istana kerajaan yang sangat indah ya "
" ya. aku juga berpikiran demikian "
" tapi. kenapa hal ini tidak tercatat dalam sejarah dan bagaimana kerajaan ini bisa runtuh ? "
" aku juga tidak tau. "
tidak mungkin aku mengetahui hal itu. aku bukan titisan siluman yang hidup hingga ribuan tahun lamanya
sial. kenapa juga aku mikir sampai kesana..
__ADS_1
" yang pasti setiap kerajaan yang runtuh mempunyai sejarah yang kelam "
" ya itu benar kak "
" baiklah. kita harus mengisi perut kita dulu, takutnya kalian akan kedinginan dan masuk angin "
" oke...
" aku akan pergi sebentar untuk memeriksa sekitar. kalian tunggulah disini.. aku akan kembali dan mungkin akan membawa beberapa makanan "
" oke kak..
" ya vinn..
" biarkan aku ikut menemani vinn "
" tidak usah ra. kamu lebih baik beristirahat dulu bersama yang lain disini "
" yah. baiklah.., tapi kamu harus tetap hati-hati ya "
mendengar kata-kata itu dari wanita yang begitu cantik aku sungguh tersentuh.
" tentu " ucapku mendekati rara sambil mengelus kepalanya
" bro. aku ikut denganmu ? "
" tidak perlu. lebih baik kau menjaga para gadis disini "
" wah. apa kau percaya padaku bro. kau percaya aku bisa menjaga mereka ? " ucap nico kegirangan dihadapanku
aku tidak ingin mematahkan semangatnya. jawab saja..
" iya. aku percaya "
" heh ? apakah ada orang yang percaya memberikan ekspresi seperti itu ? "
" sudahlah nico. jangan membuang-buang waktu "
" oke bro. siap ! "
" oke. aku pergi dulu "
nah. sekarang.., bagaimana aku mencari makanan disekitar sini ?
satu-satunya kemungkinan adalah ikan. tapi airnya cukup deras dan dalam. aku tidak boleh ceroboh untuk menyelam sambil menombak beberapa ikan
" srkk ! "
" humm..? apa itu ? "
aku mendengar bunyi sesuatu yang bergerak di tengah rerumputan liar dibalik pohon tepat dihadapanku.
perlahan namun tetap waspada aku melangkahkan kakiku di tanah yang lembab yang diselimuti oleh rerumputan liar untuk memeriksa. dan dengan memegang sebilah belati ditangan kananku yang sejajar dengan dadaku
aku menelan air liur sebelum menyingkap semak belukar yang ada di hadapanku.
aku harus memeriksanya, meskipun aku harus berhadapan dengan monster
" uh ! "
dihadapan ular yang besar. aku berdiri menatap ke atas seperti mencium bau kematian
__ADS_1