
Farsya ada di kamar Fersya saat ini. Sehabis makan malam bersama Mamanya tadi, Fersya memutuskan untuk langsung ke kamar. Menghindari pertanyaan tentang pendaftaran SNMPTN tadi pagi. Biarkan Farsya yang menjelaskan semuanya pada Mamanya itu. Walaupun, Fersya yakin kalau kembarannya itu juga butuh penjelasan padanya.
Maka dari itu, saat melihat Farsya yang sudah masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu, ia langsung meminta kembarannya itu untuk duduk di kasurnya.
Fersya yang sedang mengerjakan soal latihan ekonomi dibuku SBM yang dibelinya itu menghentikan kegiatannya untuk sementara dan menghadapkan tubuhnya pada Farsya yang ada di kasurnya.
Farsya hanya menatap Fersya dengan pandangan menuntut. Menuntut penjelasan tadi pagi.
"Gue rasa nggak ada salahnya kalau permintaan Mama gue pertimbangkan."
"Kenapa? Gue tau banget betapa pengennya lo masuk jurusan pariwisata itu Fer." kata Farsya sambil menggenggam tangan kanan Fersya.
Fersya yang saat ini tangannya sedang digenggam oleh Farsya hanya terdiam.
Ternyata memberitahu alasan sebenarnya pada Farsya jauh lebih sulit ketimbang menjelaskannya pada Aries siang tadi.
Ya, saat Aries menyusulnya setelah ia kabur dari lapangan belakang siang tadi, Fersya memutuskan untuk langsung menjelaskannya pada Aries. Semua penjelasannya berjalan lancar, tidak ada hambatan seperti saat ini.
Mungkin karena Fersya yang sudah terbiasa menceritakan segala keluh kesahnya pada Aries jadi mudah saja untuk menjelaskan alasan sebenarnya pada cowok itu. Berbeda dengan Farsya, ia memang jarang menceritakan keluh kesahnya pada Farsya karena pada nyatanya segala keluh kesah yang Fersya alami itu selalu berhubungan dengan kembarannya itu.
Mendapat tepukan pelan di punggung tangannya membuat Fersya tersadar dari lamunannya.
"Kok malah bengong." kata Farsya dengan muka cemberut. "Gue nggak mau bilang kalau pilihan lo itu bukan karena gue. Karena gue tau banget kalau hal itu memang karena gue dan gue minta maaf karena nggak bisa belain lo disetiap debat lo sama Mama, tapi bukan berarti gue selalu mendukung usul Mama. Gue pun sepenuhnya nggak mau lo ada di bawah bayang-bayang gue mulu.
Gue juga mau liat lo bahagia dengan pilihan lo sendiri, Fer. Makannya tadi pas daftar SNM gue bilang sama lo nggak usah hirauin permintaan Mama. Tapi... kenapa Fer?"
Perkataan Farsya yang panjang itu hanya bisa membuatnya diam. Fersya hanya diam sambil melihat tangannya yang masih digenggam Farsya.
__ADS_1
"Gue rasa emang nggak ada salahnya untuk satu kampus sama lo Far. Lagian juga, jurusan kehutanan kayaknya menyenangkan. Nggak ada salahnya kan mencoba?" kata Fersya dengan berlagak polos.
Farsya hanya menghela napas. Baru ia ingin pergi menuju kamarnya, tapi ucapan Fersya menghentikan langkahnya.
"Gue juga nggak terlalu berharap untuk lolos SNM. Mungkin gue terdengar seperti orang yang nggak bersyukur, tapi seperti kata lo tadi. Gue juga mau bahagia atas pilihan gue sendiri. Tapi melihat orang-orang terdekat gue nggak mendukung mimpi gue kadang membuat gue hopeless Far. Dengan lo dan Ayah yang nggak mendukung gue membuat gue bingung harus kayak gimana.
Lo liat, gue lagi mati-matian belajar buat UTBK nanti. Gue semangat banget, tapi sekali lagi melihat orang-orang terdekat gue nggak mendukung mimpi gue, rasanya buat apa?"
Baru kali ini Fersya menumpahkan keluh kesahnya pada Farsya. Kembarannya itu masih di sana, dekat pintu kamarnya, belum berbalik menghadapnya. Itu lebih baik daripada Farsya melihat dirinya yang mulai gemetaran karena menahan isak tangis.
"Gue tau kalau lo dan Ayah tetep dukung gue, selalu dukung gue, tapi dengan lo dan Ayah yang nggak mendukung gue diperdebatan gue sama Mama waktu itu... benar-benar buat gue sakit hati. Apa kemauan gue nggak penting? Apa mimpi gue nggak penting?"
Fersya memutuskan untuk berbalik menghadap buku SBMnya. Melihat buku yang dibeli dengan uang tabungannya dan melihat banyaknya coretan di buku itu membuatnya tak bisa membendung air matanya lagi. Jadi lebih baik Fersya hentikan obrolan ini.
"Mending kita udahin aja obrolan ini Far."
Fersya tidak bisa melanjutkan belajarnya lagi, ia jatuhkan tubuhnya ke kasur dan menutup kepalanya dengan bantal.
Lagi, Fersya melewati malam dengan tangisan.
***
Sejak kejadian itu, hubungan si kembar kembali dingin. Beberapa bulan belakangan ini terasa sia-sia karena kejadian itu. Ditambah dengan keadaan yang tidak memungkinkan si kembar untuk sering-sering bertegur sapa. Hanya saat sarapan dan makan malam atau saat jam istirahat saja mereka bertemu.
Bertemupun bukan berarti mereka sering mengobrol. Sarapan dan makan malam tak lebih seperti makan di warteg yang diisi oleh orang asing semua. Bahkan Niko dan Aries pun bisa merasakan perang dingin yang terjadi pada si kembar saat mereka berempat kumpul seperti biasa di kantin.
Sekarang kelas 12 sedang disibukkan dengan belajar-belajar-belajar. Apalagi sekarang sudah ada kelas tambahan setiap hari Selasa dan Kamis. Masuk sekolah belajar, pulang sekolah belajar.
__ADS_1
Setiap harinya makin dekat dengan USBN dan UN. Saat inipun mereka sedang disibukkan oleh ujian praktek. Mulai dari yang cukup mudah sampai yang benar-benar sulit.
Selang dua minggu kemudian mereka menghadapi USBN. Lebih dari satu minggu yang cukup menguras otak dan juga batin. Tapi syukurnya dilewati dengan cukup baik, setidaknya mereka sudah berusaha semampu mereka. Usaha tidak pernah mengkhianati hasil bukan?
Tinggal menunggu UN saja sekarang, ujian penentu kelulusan. Atau hanya ujian formalitas penentu kelulusan. Entahlah, apapun itu Fersya mengikuti semuanya dengan serius.
Fersya pun masih rajin belajar untuk UTBK. Buku SBMnya walaupun bisa dibilang sudah banyak coretan tapi masih banyak juga yang belum diisi. Ada kalanya Fersya merasa penat karena seharian belajar di sekolah, jadi ia tidak mengerjakan buku SBMnya itu.
Kata Aries sih seharusnya Fersya membuat jadwal supaya waktu belajarnya tertata dan ia tidak mudah lelah karena terlalu memaksa. Tapi Fersya bukanlah orang yang mudah menuruti jadwal, bisa saja ia buat jadwalnya hari ini dan minggu depan sudah entah kemana jadwal itu akan dilakukan.
Hampir satu minggu terlewati, saat ini fokus Fersya adalah belajar untuk UN besok. Walaupun bukan satu minggu, tapi empat hari nanti akan menjadi hari yang penuh dengan tekanan untuknya.
Ya, walaupun Fersya bukanlah anak yang bodoh, tapi Fersya juga bukanlah anak yang pintar-pintar banget. Tidak seperti kembarannya yang selalu berada di rangkin 10 besar, entah itu di kelas atau selruh sekolah.
Okay, sepertinya Fersya harus berhenti untuk membandingkan dirinya dengan kembarannya itu. Sekarang Fersya harus fokus pada kertas UN Ekonomi tahun lalu itu.
Ya, untuk mata pelajaran pilihan, Fersya memilih Ekonomi. Ia ingin menantang dirinya, agar ia terbiasa dengan soal itu jadi Fersya tidak akan kaget saat UTBK nanti. Untuk pelajaran Sosiologi dan Geografi, walaupun tidak jago-jago amat pada kedua pelajaran itu setidaknya ia jauh lebih mudah mengerti pada dua pelajaran itu ketimbang Ekonomi yang banyak sekali angkanya itu.
Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10.12 malam, Fersya memutuskan untuk menghentikan belajarnya. Walaupun kita belajar mati-matian, tidur yang cukup juga penting. Percuma jika kita belajar sampai subuh tapi saat ujian berlangsung tidak ada yang bisa kita jawab karena mengantuk.
Lebih baik Fersya menyiapkan energi yang cukup untuk bertempur empat hari kedepan. Saat sudah memejamkan matanya, entah kenapa tiba-tiba ia memikirkan Aries. Aahh, Fersya sadar, sudah jarang sekali dirinya dan Aries pergi ke taman dekat rumah cowok itu. Sudah lama sekali ia tidak menceritakan keluh kesahnya.
Fersya mengambil ponselnya, berniat untuk memainkan alat komunikasi itu sebentar. Tapi tanpa sadar Fersya melihat tanggal. Lima hari kemudian, atau bisa dibilang hari terakhir UN adalah ulang tahunnya Aries. Kenapa Fersya bisa lupa, ia sama sekali tidak sempat membeli hadiah untuk Aries.
Memutar otak untuk memberi hadiah apa pada Aries. Dan Fersya sampai pada satu kesimpulan. Mungkin hadiah ini tidaklah mahal, tapi Fersya rasa hadiah ini bisa sangat bermanfaat untuk Aries.
Pulang UN hari pertama besok Fersya tidak akan langsung pulang. Fersya akan membeli hadiah dulu untuk Aries.
__ADS_1