Godaan Daun Muda

Godaan Daun Muda
Bab 28. Rania Yang Bersifat Dewasa.


__ADS_3

Semenjak diterimanya surat gugatan yang berasal dari Faruq. Pria itu tak pernah lagi menampakan batang hidungnya di kediaman tersebut. Karena, Faruq telah memutuskan untuk menyewa sebuah apartemen.


Hawa, meninggalkan kesibukannya di kantor demi menemui pria yang telah berubah status menjadi mantan suaminya itu. Meskipun, Tak ada kata talak yang terucap secara langsung dari bibir Faruq. Akan tetapi Hawa lebih merasa kecewa dan sakit dengan kenyataan yang diberikan oleh pria itu kepadanya.


Karena Faruq telah mengambil keputusan secara sepihak tanpa, ada pembicaraan sebelumnya. Hawa, merasa jika dirinya saat ini tengah dibuang. Hanya karena kesalahan sepele yang tidak mampu Faruq mengerti.


Sebelum itu, Hawa telah bertanya kepada beberapa ustadzah, perihal hubungan tak sehat rumah tangganya beberapa waktu lalu. Hawa tentu saja ingin tau apakah selama ini yang dia lakukan merupakan kesalahan. Karena, dirinya merasa Faruq telah berbuat dzolim padanya. Ternyata, jawaban dari ustadzah tersebut, telah membenarkan apa yang Hawa lakukan selama ini. Justru kesalahan ada di pihak mantan suaminya itu. Karena, selama ini, Faruq telah berprasangka buruk terhadap istrinya sendiri. Sementara, sang istri telah banyak berkorban dan bekerja keras demi keluarga.


Bahkan, hal pun masih bisa melakukan tanggung jawab serta kewajibannya sebagai seorang ibu dan juga istri. Hawa tidak pernah lalai sedikitpun. Ia selalu meluangkan waktu untuk keluarganya di hari libur bekerja.

__ADS_1


Hawa merasa ia selalu memuaskan kebutuhan biologis suaminya kapanpun Faruq menginginkan hal itu darinya. Akan tetapi, Hawa jelas menolak dan itu diperbolehkan dalam agama di saat ia masih dalam keadaan nifas dan juga keadaan yang belum diperbolehkan oleh dokter untuk melakukan hubungan suami istri. Karena demi menjaga kesehatan.


Hawa juga telah mendatangi psikolog, serta Komnas perlindungan perempuan. Hawa bukan mencari pembelaan akan tetapi mencari tentang kebenaran. Ia selalu takut dan khawatir bahwa secara tidak sadar ia telah melakukan kesalahan dalam rumah tangganya.


Tentu saja Hawa menyamarkan kasus tersebut dengan tidak menyebutkan bahwa itu kejadian terhadap rumah tangganya. Hawa hanya berkonsultasi bukan untuk datang untuk melapor. Setidaknya Ia memiliki ilmu untuk melangkah ke depan. Menjadi orang tua tunggal bagi ketiga anaknya.


Kegagalan dalam menjalani hidup rumah tangga bukanlah sebuah aib yang harus ditutupi. Kegagalan bukanlah satu hal yang memalukan yang lantas membuat diri ini menjadi kecil dan rendah di hadapan orang lain. Karena sejatinya kita hanyalah manusia biasa yang lemah, bodoh dan tidak memiliki kemampuan apapun tanpa bantuan dan pertolongan dari Allah.


Karena, support serta nasehat yang selalu diberikan oleh sang papa. Ia pun kuat dalam menjalani ujian yang sedang menempa dirinya saat ini. Hawa sangat bersyukur karena di sampingnya masih ada sang papa. Sosok yang mampu memberi pengertian serta nasihat kepada kedua anaknya terhadap perubahan jadi dalam keluarga mereka.

__ADS_1


"Bunda jangan sedih. Kata kakek, kita harus berserah kepada Allah atas segala kejadian yang memimpa kita di dunia. Tidak boleh terpuruk, karena banyak nikmat dari Allah yang lain. Dan kita masih merasakan itu semua secara bebas. Masih banyak hal yang patut kita syukuri ketimbang kita kufuri," tutur Rania, gadis kecil yang hampir berusia dua belas tahun. Namun, pemikiran anak itu lebih dewasa dari usianya. Ia sudah mampu menerima perpisahan yang dialami kedua orang tuanya dengan lapang dada.


Hawa begitu terharu dengan ucapan yang disampaikan oleh anak tertuanya itu. Ia meraih dengan cepat tubuh Rania untuk memeluknya erat. Putri keduanya juga ikut memeluk tubuhnya dari samping. Sementara bayinya sedang tidur lelap di dalam box.


"Terimakasih sayang. Kehadiran kalianlah yang membuat Bunda mampu bertahan hingga saat ini. Semoga kalian dijadikan putri-putri Bunda yang sholihah. Tolong, jangan sekalipun membenci terhadap ayah kalian, ya." Hawa berkata lirih sambil memeluk kedua putrinya.


Semoga kau masih memiliki hati dan perasaan untuk kedua Putri mu, Bang.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2