Godaan Daun Muda

Godaan Daun Muda
Bab. 30. Tania Sakit


__ADS_3

Pengurusan Harta Gono-gini telah diselesaikan oleh pengacara dari kedua belah pihak yaitu Faruq dan juga Hawa. Dengan senyum lebarnya Faruq, menjabat tangan pengacara dari mantan istrinya itu. Tatapan dari matanya penuh binar, kala melihat aset berderet hasil pembagian.


Memang selama ini Hawa tidak pernah menuntut nafkah darinya, akan tetapi selama pernikahan mereka juga memiliki hak dari harta yang didapatkan oleh mereka bersama. Meskipun sejatinya pada saat itu dirinya baru bekerja selama beberapa tahun di perusahaan yang saat ini Hawa dirikan.


Wah gede juga pembagiannya. Auto kaya mendadak gue. Bisa kasih mahar gede buat calon istri baru. Ah ... Dya, gue udah gak tahan mau segera halalin kamu. Ubi jalar gue udah nganggur lama.


Beberapa kemudian Faruk benar-benar melaksanakan rencananya. Fradya sangat kaget ketika pria dewasa itu mengutarakan maksud serta keinginan untuk menjadikannya istri.


"Tapi, Mas baru aja cerai. Apa tidak apa jika langsung menikahi aku?" tanya Fradya. Karena bagaimanapun juga ia takut dianggap oleh publik sebagai penyebab kehancuran rumah tangga dari Faruq Albani dan Hawa Nuraisah.


"Memangnya kenapa? Bahkan, aku sudah mengabarkan hal ini kepada seluruh keluarga besar Mas. Jadi, takkan ada masalah apapun. Aku janji padamu," ucap Faruq meyakinkan gadis muda nan polos di hadapannya.


"Datanglah ke rumah dan sampaikan keinginan Mas kepada kedua orang tuaku. Karena keputusan ini tergantung pada mereka. Mas, tidak lupa kan. Jika selisih usia kita cukup jauh," ucap Fradya.


"Lalu apa kau mempermasalahkannya? Bukankah cinta tidak memandang perbedaan. Seperti aku yang mau menerima keadaan kamu apa adanya. Bahkan, Mas akan membuat hidup keluargamu berada di atas. Katakan pada kedua orangtuamu. Mas akan membahagiakan putrinya yang cantik ini," puji Faruq membuat gadis di hadapannya langsung tersipu. Bahkan tangannya yang sejak tadi menggenggam jemari Fradya kini beralih memegang bahu gadis itu.


Fradya langsung terkesiap, karena untuk selanjutnya ia tau apa yang akan terjadi. Seperti biasa di setiap pertemuan mereka. Semenjak kejadian malam itu, Faruq berani mencium bibirnya. Dan anehnya, Fradya tidak mampu menolak. Entah kenapa, ia seakan merasa senang dan menang ketika pria dewasa ini bergantung padanya.

__ADS_1


Benar saja perkiraan dari Fradya, bibir pria dewasa yang barusan melamarnya sudah sampai untuk menyesap bibirnya kuat. Ciuman mereka yang biasa saja itu perlahan semakin memanas. Karena, Fradya menyambutnya dengan suka hati. Gadis polos itu, sudah tertutup dengan silau harta dan derajat yang Faruq tawarkan padahal. Ia sudah terbiasa dimanjakan oleh pria dewasa ini. Secara tak langsung, Fradya memang telah menjadi salah satu alasan dari Faruq untuk mengakhiri rumah tangganya.


Fradya mendorong bahu Faruq agar melepas tautan mereka. Karena saat ini mereka berada di sebuah taman. Meskipun, mereka duduk di tempat yang jauh dari keramaian. Namun, Fradya masih ingat batasan. Karena, jika di teruskan pria dewasa ini akan meminta dan melakukan hal lebih padanya. Ia tak mau itu terjadi.


Mas Faruq napsu banget sama aku. Untung banget aku pasti jadi istrinya . Gak perlu kerja lagi. Cukup oncang-oncang kaki karena aku akan dijadikan ratu. Kalau begini, aku harus benar-benar memutuskan Irham. Pria itu ada harapan.


Fradya memasang senyumnya, membuat kening Faruq mengernyit. "Kenapa senyum-senyum sendiri? Seneng ya, mau jadi istri aku?" selidik Faruq.


"Seneng banget, Mas. Seenggaknya, Dya tau kalau Mas itu serius dan gak hanya menganggap aku pelampiasan semata," jawab Fradya jujur. Meski ia tidak mengungkapkan hal yang sungguh-sungguh ia pikirkan. Menikah dengan pria dewasa yang kaya raya, maka akan menaikkan derajat keluarga serta membuat dirinya hidup di tengah gelimang harta.


Fradya akan membuat para mulut yang menghinanya itu akan terbuka lebar saking kagetnya. Bahkan, Fradya akan membuat bola mata mereka semua menggelinding keluar dari rongganya. Ia sudah merencanakan sebuah pernikahan yang lebih mewah dari penduduk di kampung serta kawan-kawannya.


"Secepatnya. Karena, Mas udah gak sabar mau unboxing kamu," jujur Faruq seraya nencolek dagu Fradya yang lancip.


Gadis muda itu pun kembali tersipu dengan kedua pipi yang merona merah.


Sementara Faruq asik pacaran.

__ADS_1


Di kediaman Hawa, Tania sedang menangis memanggil nama sang ayah.


"Yah ... Ayah ...," racau Tania. Di dalam tidurnya.


Melihat keadaan Tania, maka sang pengasuh langsung mencari termometer dan meletakkannya di kening gadis kecil itu.


Wanita yang berusia masih muda Itu berlari menuruni tangga untuk mengabarkan kepada Hawa yang berada di ruang kerjanya.


"Ada apa, Mbak. Kok panik begitu?" tanya Hawa kaget. Karena pengasuh Rania berteriak didepan ruang kerjanya.


"Nya, Non kecil Tania demam tinggi. Sejak tadi subuh terus manggilin ayahnya," terang pengasuh tersebut.


Deg!


Mendengar kabar itu, Hawa lantas memegangi dadanya.


Bang, anakmu pasti rindu. Kenapa kau tidak mengunjungi mereka. Apa kau sedang sangat sibuk dengan kekasih barumu itu? Wanita muda yang membuatmu meninggalkanku? Jangan kau pikir aku tak tau.

__ADS_1


...Bersambung ...


...Bersambung ...


__ADS_2