Godaan Daun Muda

Godaan Daun Muda
Bab. 32. Kesedihan Rania dan Tania Di Pernikahan Sang Ayah.


__ADS_3

"Jadi, Ayah mau nikah lagi. Sama Kakak ini?" tanya Rania putri tertua Faruq yang sudah bersekolah di Tsanawiyah. Putrinya itu minta difoto yang ditunjukkan oleh sang ayah melalui ponselnya.


"Cantik kan? Kamu dan Tania nanti harus memanggilnya mama," titah Faruq, membuat Rania hanya terdiam. Gadis mangkat remaja itu belum bisa memanggil wanita lain dengan sebutan itu. Meskipun panggilan untuk Hawa berbeda. Tapi kan, intinya sama. Rania belum bisa menganggap wanita lain sebagai pengganti dari sang Bunda.


"Beri Rania dan Tania waktu, Yah. Karena kami sama sekali tidak pernah membayangkan akan memiliki bunda dan juga mama," ucap Rania lirih. Hari ini Faruq sengaja menjemput kedua putrinya karena ingin mengajak mereka bicara.


"Iya, itu terserah kalian saja. Ayah hanya memberi tau. Agar kalian bisa menaruh hormat pada istri ayah yang baru nanti. Jangan lupa juga datang ke pernikahan Ayah. Jangan sampai nanti ada omongan si belakang, kalau Ayah melupakan kalian. Nanti, Ayah kirim dress code gaun pesta kerumah Bunda," tambah Faruq lagi.


Ia pun mengakhiri acara makan dengan kedua putrinya itu. Kemudian mengantar mereka sampai ke kediaman Hawa, mantan istrinya.

__ADS_1


"Ayah tidak masuk? Apa gak kangen sama dedek ?" tanya Tania polos. Namun, begitu menusuk sisi kebapakan dari Faruq. Pria itu lantas mengusir rasa aneh yang singgah di dalam hatinya. Ia tak ingin bertemu tatap muka dengan mantan istrinya itu. Karena, bagaimanapun masih ada secuil rasa di hatinya untuk Hawa. Faruq tak ingin di kalahkan oleh perasan itu. Egonya sekali lagi berada di atas puncak kepala.


"Bukan gak kangen. Tapi, Ayah masih ada kerjaan setelah ini. Kamu tau kan, perusahaan Ayah yang baru rintis ini harus mencari investor sebanyak-banyaknya. Doakan, karena nantinya juga ini untuk kalian anak-anak Ayah. Itu juga, kalau kalian mau nurut apa kata, Ayah," jelas Faruq menjawab pertanyaan dari putri keduanya yang juga sudah semakin besar ini.


Faruq memang telah resign dari anak cabang perusahaan yang dipimpin oleh Hawa . Ia ingin memiliki jangan sendiri tanpa embel-embel serta nama besar dari mantan istrinya itu. Tapi dia lupa, bahwa modal yang ia miliki sekarang sebagian besar berasal dari Hawa. Ya, dari harta gono-gini yang wanita itu berikan. Juga hasil tabungan uang nafkah yang tidak pernah Hawa mau terima selama mereka menjalani biduk rumah tangga.


"Masuk sana! Nanti minta ijin sama Bunda. Dua hari lagi, datanglah ke pernikahan ayah!" titahnya pada kedua putrinya, Rania dan Tania. Yang mana wajah mereka lebih banyak menuruni genetik dari keluarga Hawa. Sangat cantik dengan kulit putih kemerahan dan bola mata yang besar, bahkan iris mereka kebiruan.


Hawa memperhatikan kedua anaknya dari balik kaca jendela ruang tamu. Ia sudah maka jika mantan suaminya itu pasti tidak akan turun. Jangankan untuk menemuinya. Bahkan menanyakan keadaan serta kabar putranya pun tidak. Hawa sebagai, sudah beberapa hari tidak memposting kegiatan sang putra di media sosial. Sebab, ia ingin mantan suaminya itu mengetahui keadaan anaknya dengan cara bertanya padanya. Bukan dengan lantaran mengintip postingan di media sosialnya.

__ADS_1


"Sejak dalam kandungan kau bahkan tidak memperhatikan bagaimana keadaan putramu. Semoga, Arman tidak membencimu ketika dia dewasa kelak." Hawa, menghela napasnya pelan. Tak lagi mau berharap banyak. Ia tak ingin mengemis cinta dan perhatian meski untuk ketiga anaknya sekalipun. Toh, Faruq bukanlah orang yang tidak mengerti.


Jadi pernikahan pun tiba.


Di sebuah ball room gedung terkemuka. Biasa di sewa oleh para artis ternama melaksanakan pernikahan mereka. Keluarga Fradya seketika di sanjung sedemikian rupa oleh warga kampungnya. Karena berkat Fradya, mereka jadi bisa menginjakkan kaki di ball room sebuah hotel bintang lima.


Dekorasi yang mewah nan elegan terpampang di setiap sudut ruangan yang luas itu. Kesan keluarga terpandang sangat terasa dari gaun pengantin yang di kenakan oleh Fradya. Senyum bahagia terus terkembang di wajah cantiknya.


Namun, pemandangan itu berbanding terbalik dengan keadaan dari kedua putri Faruq Albani. Mereka berdua datang ke hotel diantar oleh sang sopir. Rania dan Tania duduk di bagian khusus tamu VVIP. Mereka hanya duduk berdua. Menatap nanar ke arah sang ayah yang bersanding dengan wanita muda, calon mama baru mereka.

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2