
"Ayah aku mau naik!" teriak Tania sekali lagi. Gadis kecil yang selalu di manjakan oleh ayahnya ini, kini sedang menagih perhatian dari pria berpakaian pengantin yang sedang sibuk menyalami para tamu undangan.
Awalnya, Faruq mencoba abaikan. Selama para tamu belum menyadari aksi yang dilakukan oleh Tania menuju kepada dirinya. Akan tetapi, anak itu ternyata menyebut namanya dengan jelas dan kencang.
"Faruq Albani bin Mukhsin Karim!" teriak Tania dengan lantang dan jelas. Gadis kecil itu memang memiliki suara yang sangat tegas. Sehingga, teriakannya itu mengundang perhatian dari para tamu undangan yang sedang mengalami kedua mempelai. Bahkan, juru foto pun tak ketinggalan untuk mengemudikan momen tersebut.
Belum lagi para tamu yang rata-rata membawa ponselnya. Mereka pun merekam aksi gadis kecil yang mengenakan pakaian muslim dengan khimar lebar itu. Tania yang cantik dengan busana muslim yang membuat siapapun gemas melihatnya kini sedang berkacak pinggang dengan raut wajah marah.
Anak ini ... bisa-bisanya membuatku malu di depan umum. Sudah disediakan tempat agar diam. Kenapa dia justru menghampiriku. Keterlaluan! Rania mana sih!
Faruq Albani mengedarkan pandangannya demi mencari putri pertamanya itu. Karena, Rania telah ia tugaskan untuk mengontrol tingkah laku sang adik, Tania. Sebab, dirinya tau jika putri keduanya itu memiliki sifat hampir mirip dengannya. Tania juga kebetulan dekat dengan dirinya. Mungkin, pada saat ini anak itu tengah cemburu.
Faruq mengarahkan sorot mata tajam pada sosok, putri pertamanya, Rania. Sebuah kode ia layangkan dengan isyarat. Namun, suasana depan panggung yang ramai dengan para tamu, membuat Rania kesusahan melangkah maju untuk menghampiri Tania. Apalagi dengan keadaan tubuhnya yang lebih kecil daripada orang-orang dewasa itu.
__ADS_1
Alhasil, sang adik yang nekat naik atas panggung kemudian mencak-mencak di depan kedua mempelai.
"Tania dari tadi manggil-manggil ayah tapi kenapa tidak menjawab. Ayah keterlaluan meletakkan Tania dan kakak di belakang. Ini juga, Kenapa pakaian kami dengan anak-anak kecil itu berbeda, Yah? Kenapa juga Ayah tidak memanggil aku dan kakak untuk foto? Ayo, Yah jawab!" tuntut Tania seraya merengek dengan menghentak-hentakkan kakinya.
Tentu saja pemandangan itu menjadi pusat perhatian. Para pengunjung maju semua ke depan panggung untuk mengabadikan kejadian lucu dan menggemaskan juga memancing keingintahuan orang lain itu, dengan kamera ponsel masing-masing.
Entah, mereka akan mengunggah video itu di media sosial yang mana. Satu hal yang pasti mereka berharap jika unggahan video mereka tersebut viral. Sudah pasti setiap kejadian yang unik akan menjadi santap makanan para netizen liar yang mencari video-video untuk diunggah di laman medsos mereka. Tak ada lagi istilah adab untuk permisi dan meminta izin apakah orang yang hendak direkam tersebut bersedia atau tidak.
Bukan hanya manusia yang hidup, bahkan jenazah yang bersyarat pun tak luput dari rekaman tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Mereka sama saya tidak berpikir apakah orang yang direkam maupun jenazah itu bersedia jika diri mereka disebarluaskan begitu saja?
Rania sampai di bawah panggung akan tetapi terlambat. Wajah ayah mereka sudah memerah dengan rahang yang ketat. Pada saat itu Rania sadar bahwa dirinya telah lalai dari janjinya kepada sang ayah. Kelakuan, adik kecil yang belum mengerti telah mengacaukan sedikit pesta sang ayah.
Terbukti, dari bisik-bisik para tamu, yang menanyakan identitas anak kecil di atas panggung yang marah-marah tadi. Meskipun sudah jelas pada saat itu Tania memanggil Faruq dengan sebutan ayah.
__ADS_1
"Mas, kenapa anakmu bisa naik ke atas terus marah-marah? Kamu gimana sih? Aku malu nih sama tamu," rengek Fradya. Karena, kebetulan terdapat teman-temannya yang baru datang dan menyaksikan kejadian itu. Mereka langsung posting status di laman sosial media mereka. Dengan caption, pengganggu kecil di pesta pernikahan ala princess.
"Maaf, sayang. Mas juga nggak ngerti kenapa Tania bisa melakukan hal seperti itu. Padahal, sebelumnya Mas sudah mengingatkan mereka dan memerintahkan agar Rania menjaga adiknya ini. Memang, sikap Tania agak susah diatur. Dia mungkin hanya ingin berada di sisiku," jelas Faruq pelan. Dia takut Fradya marah dan menjadikannya malam pertama mereka gagal. Padahal, dirinya sudah sengaja menyewa kamar hotel yang super mahal.
"Ya, bukan gitu Mas. Para tamu yang merupakan saudara tetangga dan juga teman-temanku jadi menanyakan siapa Tania dan kenapa dia marah-marah? Lalu aku harus jawab apa? Masa aku bilang sama mereka kalau aku menikah dengan duda beranak tiga?" ketus Fradya. Rasanya kesel sekali pesta yang sudah ia rancang sedemikian indah, bisa rusak hanya karena aksi dari anak kecil yang berteriak-teriak memanggil suaminya.
Apalagi, kejadian barusan akan segera trending di media sosial. Mau diletakkan di mana wajahnya. Padahal, pesta pernikahan ini sudah sangat sempurna. Fradya sangat senang dan bangga sekali ketika ia melihat beberapa pujian dari teman-temannya di media sosial. Bahkan, ketika dirinya memposting suasana dalam gedung ini.
"Loh, kan Mas memang duda? Ya, bilang saja begitu," cicit Faruq.
"Ayah, Tania lapar!"
Ck, anak ini! Bikin geger dan malu saja.
__ADS_1
"Makan? Ambil sana sendiri!"
...Bersambung ...