Grateful Allegiance

Grateful Allegiance
Ch-13. Rencana Mada


__ADS_3

"Haah?!"


Prajurit itu menoleh ke arah datangnya suara dan langsung jatuh terbaring di tanah bersama Mada yang telah mendorongnya, prajurit itu tidak sempat berkata apa-apa, orang-orang yang berada di sana semuanya membelalakkan mata dan mulut mereka menganga lebar bagaikan sebuah goa.


'Pedangnya....'Mada bangkit dari atas tubuh prajurit yang ia timpa, lalu segera mengambil pedang milik si prajurit yang telah terpental agak jauh itu. Lumayan berat, namun Mada masih mampu mengatasinya.


"Kalian, tak akan kubiarkan kalian menyakitinya lagi!"Ucap Mada sambil melindungi tubuh anak berambut oranye yang berada di belakangnya dengan pedang yang ia genggam.


Dua orang yang berdiri tidak jauh dari prajurit yang telah Mada rampas pedangnya, mematung tak percaya. Itu terjadi dengan sangat cepat, gerakannya sangatlah gesit, mana mungkin anak berusia tujuh tahun mampu melakukannya!


"A-apa yang ba-baru saja terjadi?"Gumam salah satu prajurit dengan terbata-bata.


Keadaan menjadi gaduh seketika, semua orang membahas tentang anak berambut abu-abu, bermata biru, yang kini sedang berada di hadapan mereka menantang para prajurit yang bertugas menjaga nona muda keluarga Davis.

__ADS_1


Tiga orang prajurit yang menjadi lawan Mada saat ini bisa dibilang adalah para prajurit-prajurit pemula yang baru saja dilatih oleh keluarga kepala desa, tidak ada satupun dari mereka yang berumur 30 tahun ke atas, selain itu mereka bahkan tidak mampu mengatasi anak kecil seperti dirinya. Hal ini membuktikan bahwa mereka kekurangan pelajaran dalam bertempur, semoga informasi ini bisa menjadi berkat untuk Mada.


'Haah! Aku tidak akan bisa menang jika pertarungan benar-benar terjadi, apa yang harus aku lakukan?'


"H-hei bocah, siapa kau?"Tanya seorang prajurit berambut merah gelap, yang kini telah meletakkan tangannya di gagang pedangnya.


"Hei! Bicaralah sesuatu!"Bentak prajurit berambut hitam yang berada di samping si prajurit berambut merah.


"Paman-paman berengsek, aku memiliki sebuah nama jadi berhentilah memanggilku dengan kalimat 'hei-hei' itu. Sungguh memuakkan!"Ucap Mada ketus.


"Heh! Kau pikir apa yang sedang kau lakukan sekarang? Berani-beraninya kau berkelakuan seperti ini dihadapan nona muda! Kau pasti akan segera mati!"


Prajurit dengan rambut yang tipis, yang sebelumnya telah Mada dorong hingga terjatuh itu, segera mengomel dan mengumpat-umpati Mada mengatasnamakan keluarga Davis.

__ADS_1


Ia bersikap seakan-akan dirinya adalah salah satu kerabat dari keluarga Davis, mulutnya yang terus mengeluarkan suara itu membuat orang-orang merasa ingin sekali menjahitnya.


Lama sekali ia mengoceh, Mada terdiam begitu juga para prajurit nona muda keluarga Davis dan orang-orang yang berada di sana.


"Apakah kau sudah selesai!"Bentak Mada, ia akhirnya angkat suara.


"Kau! Berani-beraninya kau meneriakiku dasar anak kurang ajar!"Balas prajurit itu meneriaki Mada.


"Dari pertama aku memang tidak berniat untuk mendengarkan ocehanmu, dasar bencong! Jika kau berbicara lebih lama lagi, aku tidak akan bisa menyelamatkan anak itu!"Bentak Mada sambil menoleh ke belakang.


"Kau.... Be-berani-beraninya kau bilang aku bencong!?"Ucapnya pelan.


"Hmph! Tentu saja aku berani, aku itu berbeda denganmu yang hanyalah seekor anjing peliharaan yang selalu mencari perhatian sang majikan dengan menggoyang-goyangkan ekornya. Kau yang begitu menjijikkan ini ingin mengambil nyawa seseorang? Aku sarankan lebih baik kau mengambil nyawamu sendiri saja."Ucap Mada sinis, ia tersenyum tipis melihat reaksi orang yang berada di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2