Grateful Allegiance

Grateful Allegiance
Ch-2. Langkah Pertama


__ADS_3

Keesokan harinya Mada terbangun dengan kepalanya yang terasa berat dan wajah yang pucat seperti susu basi, ia membuka selimut yang ia pakai dan menemukan bercak noda darah besar yang berasal dari luka dipergelangan tangannya.


'Hmm, kepalaku terasa agak pusing.'Mada membuka perban di tangannya dan melihat darah sudah tidak mengalir keluar lagi dari luka yang ia tutupi, ia membuang perban kotor itu ke tong sampah dan mengganti seprai kasurnya dengan segera.


Setelah melakukan semua hal itu Mada lalu mengambil handuk yang tergantung di kamarnya dan menuju ke kamar mandi dilantai bawah, di ruang tamu ia menemukan ibunya yang sedang asyik menonton sebuah acara televisi dan Mada memutuskan untuk tidak mengganggunya.


Setelah selesai mandi dan berpakaian, Mada menuju ke dapur dan sarapan bersama dengan ibunya disana. Sebuah perban baru yang putih dan mulus terlihat sedang melingkari pergelangan tangan Mada dan ibunya pun menjadikan hal ini sebagai topik pembicaraan.


"Ini adalah luka terbesar yang pernah kau dapat, butuh waktu bertahun-tahun untuk memulihkan semua luka-lukamu yang tidak bisa menutup. Apakah kau sudah senang sekarang, anak nakal?"


"Ibu, bukankah kita telah sepakat untuk tidak membicarakan tentang hal ini? Ini bukanlah kesalahanku jika mengidap penyakit Hemofilia dan kekurangan protein."Balas Mada.


"Baiklah, baiklah, ini adalah kesalahan ibu. Pergilah bermain game barumu, aku tahu kau sengaja berbicara seperti itu agar bisa menyingkat waktu sarapan."


Mada tersenyum pasrah dan beranjak dari tempat duduknya kemudian memeluk erat sang ibu.


"Maafkan aku~"


Ibu Mada membalas pelukannya putranya."Tidak apa-apa, jika kau membutuhkan sesuatu panggil saja ibu ya?"


"Baik."


Mada melepaskan pelukannya dan menaiki beberapa anak tangga ke lantai atas menuju ke kamarnya, sesampainya disana ia langsung membongkar sebuah kotak besar didalam lemari pakaiannya dan mengeluarkan helm VR yang baru saja ia beli semalam.

__ADS_1


Mada duduk diatas kasurnya dan menarik nafas dalam-dalam."Aku sudah diajarkan cara menggunakan helm ini sebelumnya, mari kita mulai."Gumam Mada, ia pun memakai helm VR nya dan berbaring, kemudian permainan pun dimulai.


"[Voice System: Hello, welcome new user! Which world do you want to enter now?]"


Mada tersentak dan terpaku pada tulisan yang berada tepat di hadapannya, ia diam-diam melirik ke arah kiri dan kanannya kemudian membatin.'Sudah mulai kan?'


"{Voice Command: Grateful Allegiance}"


"[Voice System: Understandable! Get ready to enter the world of Grateful Allegiance!]"


"{Voice Command: Ok}"


Sehabis Mada membalas pertanyaan terakhir dari sistem suara, mendadak semuanya tiba-tiba berubah menjadi gelap dan berbagai data berbentuk kertas yang diisikan dengan berbagai kode tiba-tiba berjatuhan seperti hujan. Mada merasa bingung dan tidak tahu harus melakukan apa, ketika sedang berada di tengah-tengah kepanikan terdengar lagi lah sistem suara yang menyatakan bahwa ia telah masuk kedalam game Grateful Allegiance.


-Human


-Vampire


-Elf


-Orc ]"


"{Voice Command: Human}"

__ADS_1


"[Voice System: The race you have chosen is human, are you sure?]"


"{Voice Command: Yes}"


"[Voice System: Understandable, from now on your race is human]"


Mada tersenyum canggung, ia merasa agak kurang nyaman dengan penggunaan bahasa yang harus ia gunakan didalam permainan ini, Mada memang telah fasih menggunakan bahasa Inggris, namun tetap saja....


"[Voice System: Choose the gender you want to use in this world]"


"{Voice Command: Male}"


"[Voice System: Understandable, how old are you now?]"


'Ehh!? Bahkan umur saja ditanyakan.'Batin Mada.


"{Voice Command: 16 years old}"


"[Voice System: Understandable, do you want to change your appearance?]"


"{Voice Command: Yes}"


Inilah dia hal yang telah Mada tunggu-tunggu daritadi, sebuah panel transparan yang berfungsi untuk mengatur karakter para pemain Grateful Allegiance tiba-tiba muncul dihadapannya dan membuat remaja yang satu itu tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2