Grateful Allegiance

Grateful Allegiance
Ch-20. Aku Tidak Menyesal


__ADS_3

"Orc, apakah kau tidak tahu mereka itu apa? Mereka itu memang memiliki darah monster didalam tubuh mereka, membantai seisi desa ini menurutku adalah hal yang wajar."


'Orc? Maksudnya raksasa-raksasa yang pernah kulihat didalam acara tv itu, entah kenapa aku tiba-tiba merasa agak....'Pikir Mada.


"Sudahlah, aku memang bersalah. Aku tidak seharusnya memberitahukan hal ini kepadamu, kau belum siap."Kakek Happer menggeleng-gelengkan kepalanya, ia menghela nafas panjang.


"Guru, sebenarnya aku sedikit meragukan ceritamu, bagaimanapun juga desa ini dulunya adalah lautan darah. Bagaimana bisa kau berekspresi santai begitu?"


"Karena hal ini memang telah terlupakan, cerita ini telah ada semenjak aku masih kecil. Aku tidak melihat kejadian itu dengan mata kepalaku sendiri, untuk apa aku merasa takut?"Jawab kakek Happer.


"Ekkhh, aku kehabisan kata-kata."Guman Mada.


Setelah ini kakek Happer terus bercerita tentang Lowenburg castle, berjam-jam telah berlalu, akhirnya Mada pun telah mengetahui tentang segalanya.

__ADS_1


'Lowenburg castle lemah, sangat-sangat lemah. Wilayah kekuasaan kami diapit oleh Chilon castle dan Hohenzollern castle, ibukota Lowenburg adalah Hykelcrowy. Terdapat sembilan kota cabang, satu kota minimal memiliki tiga sampai empat desa sebagai pembantunya. Untuk saat ini belum lahir keturunan keluarga kerajaan yang layak untuk menduduki takhta, maksudku.... Tidak ada satupun pangeran di Lowenburg castle. Sisanya, ahhh~ Sudahlah jangan dibahas lagi, nanti saja. Kepalaku benar-benar sakit, apakah aku memilih pihak yang salah untuk dilayani ya?'Batin Mada.


"Hei, ada apa denganmu? Kau tampak aneh."Ucap kakek Happer mengagetkan Mada.


"Huaahh, aku tidak apa-apa. Tidak apa-apa, a-aku ingin pergi keluar untuk mencari udara segar dulu. Sampai jumpa~"Mada berjalan dengan lesunya menuju ke luar rumah, wajahnya benar-benar kusut seperti pakaian yang belum di setrika.


Ia berbaring di atas rerumputan hijau dan menatap langit sambil termenung, angin sepoi-sepoi yang menyejukkan membuatnya merasa agak tenang, mulai terbebas dari kegelisahan hatinya.


"Satu kata untuk semua hal yang telah terjadi kepadaku selama ini, M.E.N.Y.E.D.I.H.K.A.N!"


'Ahh, bagaimana bisa ini semua terjadi kepadaku?! Monster, sihir, atau apapun itu, aku sudah tidak tertarik lagi. Tolong ijinkan lah aku keluar dari sini!'Teriak Mada didalam hatinya.


'Aku tidak bisa log out, sudah hampir satu Minggu aku berada di sini, dunia ini terlalu rumit untuk seseorang yang memiliki otak udang sepertiku!'

__ADS_1


Mada berguling-guling di tanah, ia meluapkan seluruh emosinya dengan cara terus menggerutu didalam hati. Singkat cerita, selama beberapa hari ini, baik mental maupun fisik Mada selalu tersiksa dan membuatnya hampir kehilangan semangat hidup.


Ia harus mempelajari berbagai hal rumit dari kakek Happer, memakan makanan tawar setiap hari, dan yang paling parah adalah ia sangat-sangat merindukan rumahnya, keluarganya.


'Ahh, sudahlah, apa yang sedang aku lakukan? Aku menarik kembali perkataanku, aku tidak menyesal karena telah terjebak di dunia ini.'Batin Mada.


"Tempat ini terlalu menyedihkan, aku akan mengubahnya. Ibu pernah berkata jika aku harus selalu menghargai hidupku, manfaatkanlah untuk menolong nyawa dan membantu sesama manusia yang membutuhkan."Mada bangkit berdiri dan menatap ke kejauhan, indah dan menakjubkan hal seperti itulah yang ia simpulkan.


"Aku akan berhenti, sudah saatnya aku menerima segalanya, aku akan hidup dengan baik di sini. Tempat ini membutuhkanku, sampai jumpa ibu~"Mada tersenyum sampai kedua matanya terpejam, air mata mulai mengalir membasahi pipinya, ia sudah menyerah.


'Bukankah dunia ini sudah terlalu berantakan, aku akan merapikannya~'


TOLONG TEKANLAH TOMBOL LIKE SEHABIS MEMBACA, TERIMAKASIH KARENA TELAH MENDUKUNG AUTHOR UNTUK SELAMA INI~

__ADS_1


🙏🙏


__ADS_2