Grateful Allegiance

Grateful Allegiance
Ch-29. Mari Kita Mulai


__ADS_3

"Baiklah, tidak masalah, asalkan jika kau kalah kau harus melepaskan wanita itu."Mada mengabaikan peringatan dari Leo, ia benar-benar tidak menganggap kata-kata yang baru saja ia dengar.


"Tentu, ikuti aku, mari kita pergi ke suatu tempat, hehehehe~"Beleard tersenyum sinis dan melenggang pergi, Mada membalikkan badannya dan mengekori Beleard.


Leo tampak sangat cemas dengan apa yang sedang terjadi sekarang, ia segera menyusul Mada.


"Kau bodoh! Mudah sekali kau menjual dirimu sendiri seperti itu?! Apa yang sedang kau pikirkan?!"Bentak Leo.


"Leo, tenanglah, kau mengenalku, aku tidaklah sebodoh dan seceroboh yang pria besar itu pikirkan."Mada menghela nafas panjang, ia berhenti melangkah dan mengelus-elus kepala Leo.


"Berhentilah memperlakukanku seperti anak kecil!"Leo menepis tangan Mada dan membentak, mereka berdua telah menghabiskan banyak waktu bersama-sama, inilah pertama kalinya Leo memperlakukan Mada dengan kasar. Mada tentu saja kaget, ia segera menyembunyikan tangannya dan menundukkan kepala.


'Ohh, inilah pertama kalinya aku bersosialisasi dengan anak kecil, apakah aku salah? Dulu aku terlalu sibuk dengan berbagai urusanku dan tidak sempat untuk berbicara dengan orang lain selain ibu dan ayah, setelah diingat-ingat, aku tidak memiliki teman bukan?'Batin Mada.

__ADS_1


"E-ehh, Mada.... A-aku min–"


"Leo, dengarkan aku, dari awal aku memang tidak berharap untuk menang melawan pria itu. Jika aku benar-benar kalah dan menjadi budaknya maka aku yakin bahwa guru pasti akan segera menebusku, sebelumnya aku berkata padanya bahwa kaulah murid dari kakek Happer, aku memerlukan bantuanmu dalam rencanaku. Maukah kau menolong?"Tanya Mada.


"Ya, cepat jelaskan rencanamu padaku!"


Mada meneruskan langkahnya dan lanjut mengekori Beleard, pria besar itu sudah berada agak jauh didepan, sambil berjalan Mada menjelaskan tentang rencananya kepada Leo.


"Aku sepertinya akan menggunakan guru lagi, yang perlu kau lakukan hanyalah bersandiwara, buatlah dia percaya jika dirimu benar-benar adalah murid dari kakek Happer, keluarkanlah aura yang mengintimidasi, lindungi aku dengan perisai yang tipis. Aku sudah pasti akan kalah dan menerima beberapa luka, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka kau harus berteriak dan memanggil guru ya, dan bahkan jika aku kalah secara baik-baik dan tidak lecet sedikitpun, di akhir pertarungan kau tetap harus memanggil kakek Happer."Jelas Mada.


"Aku akan habis-habisan dengannya!"Gumam Mada.


Agak lama Mada dan Leo mengikuti Beleard, terlihat dari kejauhan ia memungut beberapa tongkat yang terletak di tepi jalanan sambil tersenyum puas, mereka bertiga keluar dari pasar, terus berjalan dan akhirnya tiba di suatu tempat yang lapang.

__ADS_1


'Waah, tempat apa ini?'Mada memperhatikan lapangan itu dengan seksama, hanya ada sebuah pohon besar yang berada disana, menjadi tempat untuk berteduh atau apapun itu.


"Hehe, ini akan menjadi tempat kita bermain."Ucap Beleard, lagi-lagi ia tersenyum sinis.


"Tempat ini adalah milik Kepala Desa, aku pernah berada disini sebelumnya."Ucap Leo.


"Benarkah? Apa yang kau lakukan disini?"


"I-itu, tidak melakukan apa-apa...."Tubuh Leo tiba-tiba bergemetar hebat, ia menggenggam erat lengan pakaian Mada.


'Kukira tempat ini cukup bagus, tapi ternyata tempat ini benar-benar memuakkan.'Mada berusaha untuk menenangkan Leo dan menyadarkan dirinya, ini bukanlah saat yang tepat untuk bersikap seperti itu, ingat rencananya.


"Hufftt, aku sudah tenang sekarang, berjuanglah Mada!"Ucap Leo.

__ADS_1


"Baik, aku akan berusaha keras, sisanya aku serahkan kepadamu Leo."Mada melenggang pergi meninggalkan Leo dan menuju ke arah Beleard yang sedang menunggunya, ia mengepalkan kedua tangannya erat dan menarik nafas dalam-dalam.


"Hmm, mari kita mulai...."Ucap Mada begitu ia tiba di hadapan Beleard.


__ADS_2