Grateful Allegiance

Grateful Allegiance
Ch-5. Kakek Penyelamat


__ADS_3

"Haah, haaahh, haahh! Gila, tidak bisakah dia berhenti mengejarku?! Argggghhh! Aku, aku sudah tidak mampu berlari lagi...."


Mada berlari semakin lambat dan kini ia telah berhenti total untuk beristirahat, Mada bersembunyi di balik sebuah pohon tua yang besar dan menemukan sebuah lubang yang dapat dijadikan sebagai tempat persembunyian berikutnya.


Suara raungan Ent yang daritadi telah mengejar Mada terasa semakin dekat, dan ia tidak memiliki pilihan lain selain bersembunyi di tempat yang baru saja ia temukan.


'Aku tidak boleh mati! Sebelum aku log out dengan sendirinya, aku tidak boleh mengalami game over! Firasatku mengatakan bahwa tubuhku saat ini pasti sedang mengalami masalah dan menghambat proses kembali, jika aku mati sekarang pasti akan terjadi sesuatu pada otakku.'Batin Mada sambil merangkak masuk ke dalam lubang.


Mada mengintip dari lubang persembunyiannya dan tak lama kemudian melihat pergelangan kaki Ent yang berada tepat di hadapan wajahnya, ia berharap-harap cemas dan terus berdoa supaya Ent itu tidak menyadari kehadiran dirinya.


"Spirit Destroyer Lightning!"


Mada tersentak kaget karena melihat Ent, musuhnya, tiba-tiba terpental ke belakang dan meraung-raung kesakitan. Ia tidak mendengar suara yang tiba-tiba saja muncul ketika Ent itu terkena serangan dan terpental. Karena merasa penasaran dengan apa yang telah terjadi saat ini Mada pun kembali merangkak keluar.


"Hei, apa yang sedang kau lakukan disini?"


"Apa!? Siapa kau!?"Kepala Mada baru saja dikeluarkan dari dalam lubang, dan tiba-tiba saja seseorang yang berada di sampingnya menodongkan sebuah tongkat sihir yang panjang dan berukuran besar dengan wajah yang beringas. Ia menatap Mada dengan tatapan yang bisa membuat siapa saja merasa merinding, Mada menelan air ludahnya dengan bersusah payah dan mencermati wajah orang itu perlahan-lahan.


—————


Nama: Happer (Pria)


Umur: 64

__ADS_1


Kelas: Wizard


Level: 41 [1442/3993]


Hp: 3442/4010


Mp: 3999/4100


—————


'Waw~ Level 41....'Batin Mada kagum.


"Hei! Aku sedang bertanya kepadamu, bocah!"


"Jangan main-main denganku, biar kuberitahu, aku ini sebenarnya sudah berumur 16 tahun sekarang. Apakah kau pikir hanya dengan membuat karaktermu menjadi seorang kakek berusia 60 tahun, maka orang-orang akan menghormatimu seperti di dunia nyata? Sadarlah, disini hanya kekuatan yang pantas dan layak untuk dihormati."Mada menceramahi kakek Happer dan melupakan sesuatu yang teramat-sangat penting, padahal sebelumnya ia baru saja mengatakan hal itu.


Disini hanya kekuatan yang pantas dan layak untuk dihormati! Lah~ Sekarang apa yang sedang ia lakukan? Kakek Happer dapat membuat Mada langsung game over hanya dengan menjentikkan jarinya atau menghentakkan kakinya saja, saat ini beliau hanya menahan semua emosinya mengingat jika Mada hanyalah seorang anak kecil berumur tujuh tahun.


"Ohh, ngomong-ngomong. Aku ingin meminta tolong kepadamu tuan penyihir yang terhormat~"Selesai berbasa-basi dan menceramahi kakek Happer, Mada kemudian tiba-tiba merayunya.


'Hah!? Ada apa dengan bocah ini? Kenapa tiba-tiba dia langsung berubah?'Batin kakek Happer kebingungan.


"Aku ingin kau menelpon layanan pelanggan sekarang, bolehkah?"

__ADS_1


"Hah!? Menelpon? Layanan pelanggan? Apa itu? Apa maksudmu, bocah?"Tanya kakek Happer.


"Ehh!? Bagaimana bisa kau tidak tahu mengenai layanan pelanggan sama sekali? Bukalah panel statusmu."


"Panel status? Benda apalagi kah itu? Bocah, aku sedang tidak mood untuk bercanda saat ini. Siapa kau? Darimana asalmu?"Kakek Happer kembali menodongkan tongkat sihirnya ke arah Mada dan membuatnya ketakutan sampai berkeringat dingin.


'Tunggu! Dia adalah seorang Wizard level 41, membunuhku semudah menepuk mati seekor nyamuk baginya, bagaimana ini?'Mada mengertakan giginya dan tiba-tiba berlutut kepada kakek Happer.


"Tolong, tolong jangan bunuh aku! Aku tidak boleh mati! Aku tidak boleh game over! Entah kenapa, tetapi setiap aku memikirkan diriku akan mengalami game over pada permainan ini, itu seakan-akan.... Seakan-akan aku akan benar-benar mati di dunia nyata. Apa yang sedang terjadi?"Mada membuka panel statusnya dan kembali menekan-nekan tombol log out namun masih saja tidak terjadi apa-apa, dimata kakek Happer sekarang Mada terlihat sedang menekan-nekan dan mengusap-usap udara kosong karena beliau bahkan tidak bisa melihat panel status sama sekali.


"Sekarang apa yang sedang kau lakukan bocah? Jangan bermain-main lagi! Sebenarnya kau berasal darimana, Hah!? Cepat katakan, siapa dirimu!"Teriak kakek Happer, ia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.


Mada tertegun dan ia menutup panel statusnya kemudian menundukkan kepalanya, ia bingung bagaimana harus menjawab pertanyaan dari kakek Happer. Mada merasa yakin seratus persen jika ia mengatakan yang sebenarnya sedang terjadi disini, maka kakek Happer pasti tidak akan percaya.


'Ahh, bagaimana ini? Haruskah aku mengatakan bahwa aku adalah seorang utusan dewa? Atau anak ajaib? Atau anak terbuang yang mengalami lupa ingatan?'Batin Mada.


 


BARU BELAJAR NULIS NOVEL YANG GENRE GAME, MAAFKANLAH APABILA ADA KESALAHAN ATAU KESAMAAN PADA NOVEL\-NOVEL LAINNYA:v


🙏🙏


 

__ADS_1


__ADS_2