
Mada mengubah warna rambutnya yang awalnya hitam menjadi abu-abu terang, atau
perak. Sepasang mata coklatnya ia ubah menjadi sebiru langit, melihat hasil kerjanya yang begitu luar biasa. Mada pun tersenyum puas dan kembali mengatakan.
"{Voice Command: Done}"
"[Voice System: Understandable, are you sure you don't want to change the appearance again?]"
"{Voice Command: Yes}"
"[Voice System: Name your character]"
Sebuah panel papan ketik muncul di hadapan Mada mengantikan panel yang sebelumnya ia gunakan untuk mengatur karakternya, di dunia nyata, dimana Mada sedang berbaring di atas tempat tidurnya terlihatlah kedua tangan Mada yang tiba-tiba terangkat dan seperti sedang menekan-nekan sesuatu. Beberapa detik kemudian, kedua tangan itu pun kembali terjatuh dan berada di posisi semula.
"{Voice Command: Done}"
"[Voice System: Understandable! From now on your character's name is Mada, are you sure you don't want to change it?]"
"{Voice Command: Yes}"
"[Voice System: Choose one of the three classes below:
-Knights
__ADS_1
-Archer
-Wizard ]"
"{Voice Command: Knights}"
"[Voice System: Choose the castle you want to serve as a knights:
-Corvin castle
-Chilon castle
-Dunnotar castle
-Lowenburg castle
-Neuschwanstein castle
-Hohenzollern castle ]"
Mada membaca tentang seluruh sejarah dan masa-masa kejayaan semua kastil yang sengaja ditampilkan oleh sistem, hal ini bertujuan untuk membantu para pemain memilih kastil yang sungguh-sungguh ingin mereka layani. Mata Mada tertuju pada kastil Lowenburg dimana catatan tentang sejarah dan masa-masa kejayaannya tergolong sangatlah sedikit daripada keenam kastil lainnya, ia merasa agak tertarik dengan kastil itu dan memutuskan untuk melayaninya kemudian membangkitkan kembali sejarah dan kejayaan Lowenburg.
"{Voice Command: Lowenburg castle}"
__ADS_1
"[Voice System: Understandable, are you sure you don't want to change your choice?]"
"{Voice Command: Yes}"
"[Voice System: Alright, all procedures have been successfully completed! Send you to the world of Grateful Allegiance.... Enjoy your new adventure there~]"
Sebuah lingkaran kecil berwarna kebiruan yang sedang berputar-putar tiba-tiba muncul di hadapan Mada dan semakin lama semakin membesar, lingkaran itu menelan Mada dan ikut membuatnya berputar-putar juga.
"Aww, aku merasa sangat pusing!"Gumam Mada.
Di dunia nyata, tubuh Mada yang sedang terbaring di atas kasur bergerak kesana-kemari karena tidak kuat dengan beban yang berada di otaknya. Ia secara tidak sengaja menyenggol gelas berisikan air yang berada di samping tempat tidurnya hingga terjatuh, air itu tumpah ke helm VR yang sedang Mada gunakan dan mengakibatkan konslet.
Mada tiba-tiba merasakan rasa sakit di kepalanya, perlahan-lahan rasa sakit itu kian menjadi."Ahh, ada apa ini!? Kepalaku terasa sakit, sakit sekali! Tolong!"Teriak Mada ketika dirinya hendak dikirim ke dunia Grateful Allegiance, lingkaran biru yang berputar-putar bersama dengannya mendadak berubah menjadi merah.
"Aaaahhhhhhh, aaaaahhhhh! Sakit! Aaarrrggghhhhh!"Mada yang berada di dunia nyata berteriak dengan kencang dan sejadi-jadinya, kedua tangan dan kakinya bergerak kesana-kemari seperti orang yang sedang kesurupan.
"Mada!"Sang ibu yang mendengar suara teriakan putranya dari dapur segera berlari menuju ke kamar Mada dan mendrobak pintu kamarnya yang telah dikunci dari dalam, ia terkejut setengah mati ketika melihat helm VR yang berada di kepala putranya mengeluarkan asap, dan tubuh Mada kejang-kejang tak karuan.
Ibu Mada bergerak cepat dan mengambil sebuah kain yang berada tak jauh darinya lalu segera membuka helm VR yang sedang Mada gunakan, ia kembali terkejut begitu melihat wajah Mada yang telah hancur karena terbakar didalam helm VR nya.
"MADA!!"Teriak sang ibu histeris.
__ADS_1