Grateful Allegiance

Grateful Allegiance
Ch-27. Pergi Menantang Seseorang


__ADS_3

"Apa?"Tanya Mada begitu ia masuk ke dalam rumah.


"Apakah kau akan pergi keluar dengan anak itu lagi nanti?"Tanya kakek Happer.


"Hmm, iya, ada apa?"


"Bagus, pergi dan carilah gara-gara dengan salah satu bawahan Kingsley, aku memberikanmu ijin, mengerti~"


"Hah!? Apa maksudmu?"Tanya Mada yang tak mengerti apa-apa.


"Aku menyuruhmu untuk mengasah kemampuan dengan bertarung melawan seorang prajurit sungguhan, untuk menambah pengalaman...."Jawab kakek Happer.


"Pengalaman apanya? Aku bahkan belum memiliki sebuah pedang, bagaimana aku bisa melawannya?"


"Kau punya uang, ajak lah dia untuk berlatih tanding, menggunakan tongkat, katakan bahwa kau akan memberinya sekantung penuh uang itu jika dia berhasil mengalahkanmu, jika dia kalah maka pergi dan tantanglah orang lain."


"Kau gila...."Ucap Mada sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku tidak punya cukup waktu untuk menjadi lawan tandingmu, bagaimana kau bisa berkembang jika tidak melawan orang yang lebih ahli daripada dirimu."Jawab kakek Happer sambil mendekat ke arah Mada dan menepuk pundaknya.

__ADS_1


"Tapi, tapi.... Aku baru saja mahir, bagaimana bi-"Mada menghentikan ucapannya.


"Tunggu, perkataan guru ada benarnya juga ya, tapi.... Guru, masalah yang terakhir kali itu bahkan masih belum selesai, aku tahu bahwa mereka tidak akan berani mengganggumu, tapi aku berbeda. Bagaimana jika mereka malah mengepungku diam-diam dan menangkapku? Atau jika orang yang kutantang tidak ingin berlatih tanding dan malah ingin bertarung hidup dan mati? Lalu membunuhku untuk mengambil uangku."Lanjut Mada panjang lebar.


"Jangan khawatir, di desa ini masih belum ada orang yang mampu untuk mengalahkanku, jika kau benar-benar berada dalam bahaya maka aku akan segera datang."


'Sial, aku benar-benar tidak habis pikir, mengapa dia menyuruhku untuk melakukan hal seperti ini?'Batin Mada.


"Jika kau berhasil mengalahkan dua orang dalam satu hari maka aku akan mengijinkanmu untuk mengikutiku berburu monster."Ucap kakek Happer, Mada pun tersentak kaget.


"Benarkah?"


"Ya, aku berjanji."Jawab kakek Happer.


"Baiklah, aku mengerti, aku tidak akan mengecewakanmu...."


"Bagus, memang benar-benar muridku~"Ucap kakek Happer sambil mengelus-elus kepala Mada.


|•*•*•*•*•*•*•*•*•|

__ADS_1


'Sial, daritadi aku merasa ada yang salah dengan kakek tua itu, apa ya? Entah kenapa dia tiba-tiba menjadi baik, dan bahkan mengelus kepalaku....'


Mada kini telah berada di pertengahan jalan menuju ke pasar, ia berhenti melangkah dan menoleh kebelakang, berharap bisa melihat kakek Happer dan rumahnya.


Mada tidak sendirian, ia bersama dengan Leo, Leo yang melihat Mada tiba-tiba bertingkah aneh seperti ini merasa agak khawatir.


"Mada? Ada apa?"Tanya Leo.


Mada tersentak dan menoleh ke arah Leo, lalu tersenyum."Emm, tidak ada apa-apa. Aku hanya sedikit khawatir dengan keadaan guruku, entah kenapa sifatnya bisa tiba-tiba berubah begitu."Ucap Mada sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Apakah mungkin ini karena ramuan sihir?"


"Ha?"Gumam Mada.


"Meracik dan membuat benda-benda sihir memerlukan proses yang lama, kau harus selalu berhati-hati dan berwaspada dalam meraciknya, atau kau akan terkena sesuatu."Jelas Leo.


"Hmm, entahlah, seingatku kakek Happer tidak membuat sesuatu yang aneh belakangan ini."


"Sudahlah, Mada, lupakan saja. Ayo kita bergegas pergi ke pasar dan menyelesaikan misi mu."Leo menarik pergelangan Mada dan berlari menuju ke arah pasar.

__ADS_1


"Waahh!"Mada tersentak kaget.


'Ahh, kuharap tidak ada siapapun yang membuat ulah disana, aku hanya ingin menantang seseorang yang jahat bukan menjadi pahlawan super.'Batin Mada.


__ADS_2