
"Hoaaaammm~"
Mada menguap sambil meregangkan kedua tangannya, ia duduk diatas kasurnya masih dalam posisi yang terbalut oleh selimut, dan melirik ke segala tempat yang bisa ia jangkau.
Sebuah tempat yang kecil dan sempit, dipenuhi dengan buku-buku serta barang-barang yang aneh, dan aroma kaus kaki yang menyengat, Rumah kakek Happer. Itulah yang pertama kali disimpulkan oleh Mada.
"Dimana dia?"Pikir Mada.
"Ohh, kau sudah bangun ya?"Sebuah suara tiba-tiba muncul disamping Mada, membuat anak berusia tujuh tahun itu sampai menjerit ketakutan.
"Aaaaahhhhh!"Teriak Mada.
"Hei, hei, tenanglah!"
Kakek Happer bangkit dari tumpukan buku-buku yang menimpanya, ia dan Mada saling bertatapan satu sama lain.
"Guru, apa kau tidur disana?"Tanya Mada linglung.
"Haah, kau sudah tahu, kenapa masih bertanya?"Kakek Happer memegangi belakang lehernya dan memutar-mutarkan kepalanya, seketika terdengarlah suara tulang-tulang yang sedang dibengkokkan. Mada masih terlihat linglung, perutnya tiba-tiba berbunyi dan memecahkan perhatian kedua belah pihak.
"A-ha, ha-ha.... Maafkan aku."Mada mengelus-elus belakang kepalanya sambil tertawa canggung.
"Hmm, dasar kau ini."Kakek Happer menghela nafas panjang."Dibelakang rumah ada sebuah sumur, timba lah air dan bersihkan dirimu. Aku akan pergi membuatkanmu sesuatu."Kakek Happer bangkit berdiri dan melangkah meninggalkan Mada.
"Terimakasih guru."Mada terdiam agak lama diatas kasurnya, ia akhirnya pergi melangkah ke belakang rumah dengan malas.
"Aaahh, segarnya!"
Sehabis menimba air dan mencuci wajahnya, Mada berjalan-jalan disekitar sana sambil menghirup angin pagi yang segar.
__ADS_1
"Haaaa~ Tempat ini sungguh berbeda sekali dengan kota, tidak ada polusi dan benda-benda berbahaya yang tajam. Tidak ada yang bisa melarangku keluar dan bermain sampai sore, ibu pasti...."
Mada tiba-tiba berhenti berbicara, ia menundukkan kepalanya dan tersenyum pahit.'Ohya, aku lupa.'Batin Mada.
Mada mengibaskan tangan kanannya dan muncullah panel status yg berisikan data-data tentang dirinya, ia menarik nafas dalam-dalam sebelum menekan tombol log out yang berada di sana, hasilnya adalah.... Tidak terjadi apa-apa sama sekali.
"Sudah kuduga."Gumam Mada sambil mengeratkan kepalan tangannya.
Mada lanjut menekan tombol layanan pelanggan, dan tidak terjadi apa-apa juga. Hal ini membuatnya kesal sekaligus sedih, Mada menyadari bahwa ada beberapa anak yang sedang mengintipnya dari kejauhan. Ia merasa malas berurusan dengan mereka, sehingga Mada kembali ke dalam rumah kakek Happer dengan wajah yang kusut.
'Sampai sekarang juga tidak bisa log out, bagaimana ini?'
"Bocah, kemari dan makanlah. Setelah ini kita akan membereskan rumah dan pergi ke luar, aku ingin membelikanmu pakaian. Cepat kemarilah!"
Mada menghela nafas panjang, harus diakui kakek Happer benar-benar membuat perhatiannya tentang masalah log out dari game teralihkan.
"Baiklah, baiklah, aku datang!"Balas Mada.
'Rasanya tawar, apa perbedaan air putih dan sup ini?'Batin Mada.
"Kenapa? Apakah rasanya tidak enak?"Tanya kakek Happer.
"Ehh, tidak! Tidak.... Sup ini, hanya mengingatkanku pada sesuatu saja."Mada mengibas-ibaskan tangannya dan terbatuk pelan.
"Hmph, cepatlah makan."
"Baik."Ucap Mada sambil tersenyum lebar.'Baiklah, ini bisa dimaklumi. Jaman-jaman seperti ini, rempah-rempah memang sulit untuk ditemui. Huhu, aku merindukan masakan ibu.'Pikir Mada sambil memasukkan sesendok sup lagi kedalam mulutnya.
Setelah selesai makan Mada dan kakek Happer duduk sejenak, beberapa menit kemudian acara bersih-bersih pun dimulai. Membereskan buku-buku, menyapu, menata benda-benda aneh milik kakek Happer membuat Mada merasa kelelahan.
__ADS_1
"Aaaahhhhhhh!! Kau berkata kita akan mengerjakannya berdua, kakek tua!"Teriak Mada sambil berbaring di lantai.
"Hah!? Kapan!?"
"Tadi!"Teriak Mada lagi.
"Hahahahahaha, aku tidak ingat~"Ledek kakek Happer.
"Sialan!"
Mada mengertakan giginya dan hanya bisa mengumpat, ia membersihkan setiap sudut rumah itu sendirian. Sedangkan kakek Happer hanya duduk-duduk santai dan membaca bukunya, padahal tadi ada yang mengatakan, Setelah ini kita akan membereskan rumah.
"Kita darimana? Ini jelas-jelas hanya aku sendiri saja yang bekerja, lelahnya...."
"Mau bagaimana lagi, saat ini aku terpaksa harus mencatat beberapa hal untuk media pembelajaranmu. Kau harusnya berterimakasih."Ucap kakek Happer.
'Cihh, kakek tua ini terkadang tampak sangat menakutkan, berkharisma, dan membuat orang-orang merasa segan. Namun sebenarnya dia adalah seorang yang licik, banyak bicara, dan kekanak-kanakan.'Batin Mada.
"Hmm, apakah kau sudah membersihkan semuanya?"
Mada menghela nafas panjang."Sudah!"Jawabnya ketus.
"Baiklah...."Kakek Happer menutup buku yang berada di genggaman tangannya dan bangkit berdiri."Ayo kita keluar."Lanjutnya.
"Hmm?"
JANGAN JADI SIDER LAH YA~ SETELAH MEMBACA, LIKE ATAU KOMEN LAH~
UNTUK SEMUANYA YANG TELAH MAMPIR, TERIMAKASIH BANYAK:v
__ADS_1
🙏🙏