
Mada memperhatikan kristal berwarna hijau terang yang melayang keluar dari luka tusuk di tubuh Ent yang berada di hadapannya, ia tahu bahwa kristal itu pastilah sebuah drop item yang lumayan berharga mengingat Ent itu sendiri berlevel enam.
'Seharusnya drop item tidak didapatkan dengan cara seperti ini bukan? Kita tampak seperti seorang tukang jagal yang sedang mengambil jantung seseorang.'Batin Mada sambil tersenyum canggung.
Kakek Happer mengambil kristal itu dan tersenyum puas, ia lalu meronggoh sebuah kantung kecil berwarna keunguan yang tergantung di pinggangnya dan mengeluarkan
tiga kristal lain dengan warna yang berbeda-beda.
'Apa?!'Mada merasa kaget karena dua hal yang baru saja dilakukan oleh kakek Happer. Pertama, ia tidak menduga bahwa ternyata kakek Happer memiliki tiga kristal lainnya yang juga adalah drop item dari makhluk-makhluk berlevel enam. Kedua, Mada tidak percaya bahwa kantung kecil yang berada di pinggang kakek Happer mampu menampung tiga kristal yang dua kali lipat lebih besar dari ukurannya.
"Kantung kecil ajaib!"Gumam Mada.
Kakek Happer melemparkan keempat kristal yang berada di genggaman tangannya keatas, kristal itu perlahan-lahan mulai mengeluarkan sebuah cahaya yang semakin lama semakin terang sehingga membuat Mada terpaksa harus menutup matanya.
"Bocah, buka matamu! Kau harus melihat peleburan inti kristal agar bisa mempelajarinya suatu saat nanti."Kakek Happer tahu bahwa Mada pasti sedang menutup matanya karena tidak tahan dengan cahaya itu, Mada tersentak dan membuka matanya seketika kemudian memperhatikan kakek Happer.
__ADS_1
'Dia bahkan tidak berkedip sama sekali, luar biasa.'
Mada mengalihkan pandangannya ke empat kristal yang berputar-putar dihadapan kakek Happer, ia bisa melihat beberapa retakan mulai tercipta di kristal-kristal itu dan anehnya Mada tidak lagi merasa terganggu dengan cahaya yang menyinari sekujur tubuhnya itu.
"Sekarang...."Gumam kakek Happer.
Mada mengerutkan keningnya ketika melihat kristal-kristal itu tiba-tiba mengeluarkan sebuah suara seperti air yang sedang mendidih, beberapa detik kemudian Mada lalu membalikkan badannya, menunduk, sambil menutupi kedua telinganya.
"Itu akan meledak!"Teriak Mada.
"Fuihhh~"Kakek Happer menghela nafas lega, kemudian menoleh ke belakang dan memandang remeh Mada.
"Aaaahhh, itu akan meledak! Tidak, Tidak!"Teriak Mada lagi.
"Apanya yang meledak anak bodoh!? Lihatlah kemari!"Teriak kakek Happer.
__ADS_1
"Ehh?"Mada menoleh ke belakang dan melihat ada empat bola kecil berwarna perak sedang berterbangan dan berputar-putar di telapak tangan kakek Happer.
"Apa itu?"Tanya Mada.
"Ini adalah inti kristal dari empat monster level enam, orang-orang biasanya membuatnya menjadi gelang atau kalung yang berfungsi sebagai jimat pelindung. Aku hanya punya empat jadi...."
Mada tersenyum lembut begitu melihat kakek Happer menunjukkan raut wajah yang penuh dengan rasa bersalah."Guru Happer, terimakasih banyak. Aku tahu bahwa kristal-kristal itu sebenarnya akan sangat berfungsi untuk meningkatkan kekuatan sihirmu, tapi kau malah memberikannya kepadaku? Anda pasti kelelahan."Mada bisa melihat bahwa Mp kakek Happer berkurang drastis begitu melakukan peleburan inti kristal, secara tidak sadar Mada mulai memanggil kakek Happer dengan sebutan guru.
"Siapa namamu?"Tanya kakek Happer.
"Uhukk, uhukk, namaku adalah Mada."Ucap Mada sambil tersenyum kikuk.
Kakek Happer menganggukkan kepalanya pelan dan kembali melemparkan keempat inti kristal yang daritadi telah ia genggam, ketika sedang berada di udara keempat inti kristal itu mengeluarkan sebuah kilatan cahaya kecil, dan terbentuklah sebuah ukiran huruf di keempatnya.
Kakek Happer kembali menangkap keempat inti kristal itu dan menunjukkannya kepada Mada, Mada melihat huruf yang berada di kristal itu dan tiba-tiba nafasnya tersendat.
__ADS_1
'Ini.... Ini huruf Rune bukan?! Celaka!'Batin Mada.