
Energi sihir yang ada di dunia ini adalah anugerah dari Deus, semua makhluk hidup dan juga benda-benda mati sekalipun, mampu menyerap dan menyimpan energi ini didalam diri mereka. Jika dilatih maka energi sihir ini akan disebut dengan Mana, orang-orang yang memiliki Mana biasa disebut dengan Witch/Wizard.
Setiap orang menyerap energi sihirnya sejak masih berada di dalam kandungan, bagaikan sebuah benih yang tertanam, energi sihir itu akan terus tumbuh dan tumbuh seiring berjalannya waktu. Lalu ketika kita menginjak usia tepat tujuh tahun maka kita akan dibawa untuk diuji kekuatan sihirnya, bisa berbunga atau tidak, tak ada seorangpun yang tahu.
"Ehh, tunggu sebentar! Berhenti...."Ucap Mada tiba-tiba.
"Apa? Apa lagi? Bagian mana yang tidak kau mengerti, hah!?"Ucap kakek Happer kesal, karena Mada pasti selalu menyela dirinya ketika sedang berada di tengah-tengah penjelasan.
"Kalimat terakhirmu tadi, apa maksudnya? Aku kurang mengerti."Ucap Mada.
"Yang mana?"Tanya kakek Happer sambil mendengus.
"Yang masalah bisa berbunga atau tidak itu, sebenarnya apa maksudmu?"
"Haahh, kau sudah mengerti tentang energi sihir bukan? Jika tidak dilatih maka apa gunanya kita memiliki energi itu, ikutlah denganku."Kakek Happer melangkahkan kakinya menuju ke sebuah jendela yang berada di sudut rumah, Mada melompat turun dari tempat duduknya dan mengekori kakek Happer.
Sesampainya disana, terdapat dua buah pot yang masing-masingnya telah terisi oleh tanah, kakek Happer tiba-tiba saja mengeluarkan dua buah benih kecil kemudian meletakkannya di samping kedua pot itu.
__ADS_1
"Perhatikanlah baik-baik, pot ini adalah tubuhmu."Kakek Happer mendorong salah satu pot yang berada di hadapannya mendekat ke arah Mada."Benih ini adalah energi sihir yang kau serap."Kakek Happer mengambil salah satu benih yang berada di dekatnya dan menanamkannya ke dalam pot Mada.
"Ketika kau masih berada di dalam kandungan ibumu kau pasti juga menyerap energi sihir, begitu terserap maka ia akan berkembang...."Kakek Happer mengarahkan telapak tangannya ke arah pot Mada, perlahan-lahan sebuah tunas pun muncul dan semakin membesar, karena pengaruh dari sihir pertumbuhan milik kakek Happer.
'Waahh, luar biasa.'Batin Mada, ia berusaha keras untuk menyembunyikan keterkejutannya.
"Dua bulan, enam bulan, sembilan bulan, lalu satu tahun, empat tahun, enam tahun, semakin kau tumbuh maka semakin besar pula energi sihir itu berkembang."Kakek Happer menghitung dengan teliti, tunas yang berada di dalam pot Mada mulai bertumbuh besar seiring dengan kata-kata yang diucapkan oleh kakek Happer.
"Lalu, ketika kau berumur tepat tujuh tahun...."Kakek Happer menghentikan sihir pertumbuhannya, ukuran tumbuhan itu kini sudah lumayan besar, namun masih belum layak untuk berbunga.
"Aakkhh!"Mada termundur satu langkah ke belakang, tidak kuat menahan energi sihir milik kakek Happer.
"Perhatikan, hal seperti inilah yang akan mereka lakukan kepada setiap anak-anak yang ada di Grateful Allegiance. Mereka membuka paksa bunga yang seharusnya belum mekar, agar kalian bisa melatih energi sihir lebih cepat daripada yang dijadwalkan."Ucap kakek Happer, tumbuhan yang berada di hadapan Mada pun perlahan-lahan mulai mengeluarkan tangkai bunga, lalu dasar bunganya, bakal biji, dan kemudian kelopaknya.
"Energi sihir memang berkembang setiap saat, namun sejatinya kekuatan energi sihir itu sendiri tergantung kepada tubuh tempat ia ditampung. Jika pot ini kuat maka tumbuhan ini pasti juga mampu menahan sihirku."Semakin lama bunga yang berada di tumbuhan Mada semakin membesar, sudah sepertiga jalan untuk mekar.
"Namun jika energi sihir ini tidak mampu menahannya...."
__ADS_1
"Aahh, bunganya!?"Ucap Mada tiba-tiba.
Tumbuhan Mada yang hampir berbunga tiba-tiba saja layu dan berubah menjadi hitam, angin yang masuk dari jendela yang berada di samping mereka meniup bunga itu yang ternyata telah berubah menjadi abu, menghilang.
"Ini!?"
"Jangan bilang kau tidak mengerti apa yang baru saja terjadi?"Tanya kakek Happer, ia menatap tajam Mada.
"Sebenarnya apa maksudnya?"Tanya Mada ragu sambil mengelus-elus belakang kepalanya, kakek Happer pun menatap Mada dengan malas.
"Maksudnya, jika bunga itu gagal untuk mekar, atau bisa juga dibilang gagal dalam menahan ujian tadi, maka energi sihir itu akan menghilang secara permanen dari dirimu. Lalu kemudian, kau tidak akan bisa menjadi seorang Witch ataupun Wizard lagi. Hanya menjadi sampah, seperti mereka...."Kakek Happer menunjuk ke arah keluar jendela menggunakan jempolnya, terlihat ada beberapa orang yang berada di sana.
"Aku mengerti, ini seperti aku sedang memasak sebuah karamel. Dipanaskan dengan lama dan harus diangkat tepat waktu, jika terlalu cepat maka karamel itu akan rusak dan aku tidak dapat mencampurkannya ke dalam kue ku, lalu karamel itu tak akan bisa diolah lagi. Ya, seperti itu~ Hanya ada beberapa hal saja yang agak berbeda."Gumam Mada sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, membenarkan perkataannya sendiri.
"Lalu? Kapan waktu yang tepat untuk melatih Mana? maksudku, kapan bunga di dalam diriku ini akan mekar dengan sewajarnya?"Tanya Mada.
"15 Tahun."Jawab kakek Happer singkat.
__ADS_1