Grateful Allegiance

Grateful Allegiance
Ch-30. Salah Memilih Lawan


__ADS_3

"Eittss, tunggu sebentar, tunggu! Sebelum kita mulai, mari berbicara tentang beberapa hal dulu...."Mada mengibas-ibaskan tangannya dan tersenyum canggung, hal yang sedang terjadi saat ini adalah murni keinginannya, tidak termasuk kedalam rencana.


Dari jauh Leo sedang mengamati Mada dan Beleard, ia melangkah menuju ke arah mereka namun ia tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Ckk! Apa yang ingin kau ketahui? Cepat katakan!"Ucap Beleard kasar.


"Hehehe, tidak banyak, hanya.... Tempat apa ini? Siapa kau? Dan, mengapa kau ingin aku menjadi budakmu? Bukankah memelihara budak itu sangatlah menyusahkan? Apalagi anak kecil sepertiku."Mada memberikan isyarat dengan tangannya dari belakang, ia menyuruh Leo yang hendak mendatanginya untuk mundur kesamping dan diam mengamati saja.


'Mundurlah, kumohon, jaga jarak! Instingku mengatakan jika pria besar ini adalah orang yang berbahaya, Leo.'Batin Mada.


"Hmph! Ahaha-hahahahahaha!"Beleard tertawa lepas seperti orang yang sedang kesurupan, Mada mengambil satu langkah mundur darinya.


"Hahahaha, akhirnya kau menanyakan tentang diriku juga! Hahaha, bocah, dengarkan aku! Aku adalah Beleard, salah satu prajurit yang bertugas untuk melindungi tuan muda, tempat ini adalah arena bermain tuan muda dan alasan aku menginginkanmu menjadi budakku adalah karena aku telah mengetahui semuanya."Beleard tersenyum licik, wajahnya tiba-tiba menggelap dan terlihat agak menyeramkan.


'A-apa?'


'Apa!? Paman itu adalah....'Batin Leo sambil membelalakkan matanya.


"A-apa maksudmu?"Tanya Mada.


"Hahahaha, masih berpura-pura tidak tahu ternyata. Kau mencoba untuk membohongiku kan bocah? Sebenarnya kaulah murid dari kakek sialan itu kan?"Beleard tiba-tiba mengayunkan tongkat yang berada di genggaman tangannya ke arah Mada, sangat cepat dan terlihat sangat kuat.

__ADS_1


"Sial!"Gumam Mada, ia segera menangkis serangan yang datang ke arahnya dan terpukul mundur.


"Hahahaha, mencoba untuk membodohiku ya! Kau pikir kau telah berhasil kah!? Dasar bocah busuk!"Beleard kembali mengarahkan serangannya ke Mada, ia terlihat seperti orang gila yang siap untuk membunuh seseorang.


Serangannya yang sangat kuat dan dipenuhi dengan tenaga, jika Mada terpukul sekali saja dengan tongkat itu pasti akan ada tulang yang patah di tubuhnya.


'Ku-kuat sekali! Bagaimana ini!?'


Beleard menyerang Mada dari atas, serangannya berhasil ditahan, namun Mada sampai berada di dalam posisi berlutut karena tidak kuat menahan tongkat Beleard.


"Aaakkh!"


"Ingin membodohiku!? Aku paling benci dengan orang yang suka berbohong, makan ini! Dan ini! Dan ini!"Beleard menyerang Mada secara membabi buta, serangannya dua kali lipat lebih kuat daripada yang tadi.


"Gawat, aku sudah tidak mampu...."Kedua lengan Mada bergemetaran, tubuhnya terasa lemas, serangan-serangan dari Beleard terlalu kuat.


"Hahahaha, makan ini!"Teriak Beleard sambil mengayunkan tongkatnya ke arah kepala Mada dari samping.


"Celaka!"Mada mengayunkan tongkatnya ke samping juga, begitu saling berbenturan tongkat Mada langsung terlempar keluar dari tangannya. Mada lalu tiba-tiba tersentak, ia mempelototi kaki Beleard yang kini sedang menuju ke arah perutnya.


"Aaarrrggghhhhh!"

__ADS_1


"Hahahahahaha, puas, puas sekali!"Ucap Beleard sambil tertawa keras.


"Ahakkhh, ahaakkh!"Mada memuntahkan darah segar dan berbaring di tanah sambil memegangi perutnya, air matanya keluar dengan sendirinya.


'Sialan, sialan, sialan! Sakit sekali, apakah aku akan mati disini?'Batin Mada.


Ini adalah pertama kalinya Mada terluka separah ini, Mp nya hampir menyentuh angka nol, tulang rusuknya patah dan organ dalamnya sedikit terluka.


"Aarrgghhh, sakit!!"Teriak Mada, ia tidak mampu berdiam dan menahan rasa sakit di tubuhnya lagi.


"Hahahaha, rasakan itu, inilah akibatnya jika kau berani macam-macam dengan keluarga tuanku! Hahahahahaha, awalnya kukira kau hanyalah seorang anak biasa, namun di tengah perjalanan aku tiba-tiba mengingat tentang dirimu, kau adalah salah satu orang yang bertanggung jawab atas kematian sepupuku bukan?"Beleard melangkah mendekati Mada, ia terus tertawa dan tertawa, benar-benar seperti orang yang telah kehilangan akal.


"Apa yang kau maksud? Kematian apa?"


"Hehe, kau tidak perlu tahu, kau tidak perlu tahu, aku ingin kau melihat sesuatu dulu."Beleard berjongkok di hadapan Mada yang sedang berbaring dan menjambak rambutnya.


"Akkhhh!"Mada mengertakan giginya dan terus mengeluarkan air mata, bukan karena ia takut ataupun sedih, namun karena rasa sakit yang berada di perutnya sudah teramat-sangat.


"Nah, sekarang, coba cari keberadaan temanmu~"Bisik Beleard.


'Leo?'

__ADS_1


__ADS_2