
"Hmm, dimana aku? Kepalaku rasanya sakit sekali...."
Mada terbangun dari tidurnya dan mengusap-usap matanya yang berair, kemudian melirik ke arah sekitarnya. Saat ini dia sedang berada di bawah sebuah pohon besar disamping danau, Mada kemudian tersenyum gembira dan segera bangkit berdiri.
"A-aku telah berhasil masuk ke dalam game, hahahaha~ Senangnya. Ehh, tunggu....!"
Mada terdiam dan mengusap-usap pipinya dengan pelan, ia merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya. Mada mengangkat kedua tangannya dan tersenyum canggung karena tak percaya dengan apa yang ia lihat, tak lama kemudian suara teriakan pun terdengar.
"Aaaahhh! Ada apa denganku!?"Mada berlari menuju ke arah danau dan bercermin disana, alangkah terkejutnya ia ketika mendapati bahwa tubuh yang sedang ia gunakan di dalam permainan ini ternyata adalah tubuh seorang anak berusia tujuh tahun.
"Siapapun, tolong katakan bahwa ini tidaklah nyata. Tolong~"Mada membuka panel statusnya, dan muncullah sebuah notifikasi dari sistem yang sukses membuatnya terkejut.
[Ding! Selamat datang di Lowenburg castle, kota Harivest. Tempat awal: Hutan Sanatoziria]
Notifikasi itu muncul dan menghilang begitu saja, kemudian panel status Mada pun sudah mulai terlihat.
————————
Nama: Mada (Pria)
Umur: 7 Tahun
Ras: Human
__ADS_1
Kelas: Knights
Title: –
Level: 1 [0/55]
Hp: 10/10
Mp: 10/10
Skill:
[100 soul sword stabs] "Lv 1"
Item: –
————————
"Hah!? Yang benar saja! Hp ku hanya ada 10? Jika aku terkena satu saja serangan dari monster level 3 maka aku pasti akan langsung mati, ini tidak adil.... Dimana senjata ku? Bagaimana caranya aku bisa melindungi diri sendiri?"Gerutu Mada.
"Aku akan menelpon layanan pelanggan, lagi pula kenapa karakterku di game ini berumur tujuh tahun? Bukankah aku sudah bilang 16 tahun waktu itu."Mada menekan sebuah tombol bergambar telepon yang berada diatas kanan panel statusnya, tidak terjadi apa-apa sama sekali dan Mada menjadi kebingungan dibuatnya.
"Ehh?"Ia menekan-nekan tombol itu berulang-ulang kali dan setelah dua menit berlalu masih tidak terjadi apapun juga, Mada pun akhirnya menyerah.
"Hmm, apakah ada masalah ya? Aku, kurasa lebih baik jika aku log out saja."Mada menekan tombol log out, dan ternyata tombol itu juga mengalami hal yang sama dengan tombol yang sebelumnya.
__ADS_1
"Ehh!? Ada apa ini!? A-aku, aku juga tidak bisa log out! Bagaimana ini?"Ditengah-tengah kepanikan yang sedang melanda Mada, satu pohon mati berwarna kecoklatan yang berada di belakangnya tiba-tiba bergerak dan menatap tajam anak berusia tujuh tahun itu.
Pohon itu membawa sebuah tongkat kayu besar ditangan kanannya dan sebuah perisai kecil ditangan kirinya, ia melangkah mendekat ke arah Mada secara perlahan-lahan dan hendak memukulnya sampai mati.
[Ent: Lv 6
Hp: 430/430]
Mada merasakan ada hawa yang tidak enak datang dari arah belakangnya, ia menoleh ke belakang dan tersentak kaget ketika melihat sebuah tongkat kayu besar sedang berada di atas kepalanya dan siap untuk dihantamkan.
"Sial!"Mada mengumpat dan berguling ke samping sambil mengertakan giginya, sebuah suara dentuman yang keras menyusul Mada saat dirinya sedang berguling-guling, Mada berkeringat dingin ketika melihat tanah tempat ia berjongkok sebelumnya telah menjadi retak.
Debu tanah berterbangan kemana-mana, Mada memperhatikan sosok Ent yang kini sedang mempelototinya."Level enam! Mati aku...."
Ent itu meraung dengan keras dan berlari menuju ke arah Mada, ia kembali mengayunkan tongkatnya ke arah Mada dan lagi-lagi anak itu berhasil menghindar dengan cara melompat ke belakang.
"Jangan lihat tubuhku yang kecil ini, aku adalah seorang anak remaja!"
Ent itu mengabaikan Mada dan kembali menyerangnya secara membabi buta, untung saja tubuh Mada lumayan kecil jadi ia bisa menghindari semua serangan yang datang padanya dengan baik.
Ketika Mada sudah tidak memiliki tempat untuk menghindar lagi, ia lalu melirik ke arah semak-semak yang berada di sebelah kanannya."Untuk apa berlama-lama disini, aku tidak mau mati! Lari!"Mada membalikkan badannya dan berlari meninggalkan Ent yang semakin murka itu.
Ent itu meraung sekeras-kerasnya dan membuat beberapa burung yang sedang berada di hutan itu berterbangan keluar, ia lalu mengejar Mada dengan nafsu membunuh yang sangat besar.
__ADS_1