
"Apa? Aku baru bisa melatih energi sihirku pada umur 15 tahun?"
"Ya...."Jawab kakek Happer.
"Itu, bukankah itu terlalu lama?!"Teriak Mada.
"Mau bagaimana lagi, yang penting keamananmu terjamin bukan? Mendekatlah, aku masih ingin menunjukkan sesuatu kepadamu."Kakek Happer mengambil satu pot yang memang sengaja ia sisakan, Mada hanya diam saja dan memperhatikan setiap gerak-gerik kakek Happer.
Kakek Happer mengayunkan lengannya ke samping dan seketika didalam genggaman tangannya telah dipenuhi dengan abu.
"Kau tahu ini abu apa kan?"
"Apakah ini abu bunga yang tadi itu? Wow, luar biasa~ Sihir memang bisa segalanya."Ucap Mada kagum.
"Abu ini biarpun telah menjadi abu namun ia tetaplah energi sihir yang lumayan besar, terkadang binatang-binatang itu tidak tahu kapan harus berhenti."Kakek Happer mendekat ke arah pot disampingnya yang entah kapan telah ditempati dengan sebuah tumbuhan yang telah berbunga, ukurannya tiga kali lipat lebih besar daripada milik Mada tadi.
Kakek Happer menuangkan abu di genggaman tangannya kedalam pot, perlahan-lahan tumbuhan atau bunga itu semakin besar dan membesar.
"Mereka, mereka menggunakan sisa-sisa energi sihir yang telah hancur itu untuk menaikan level?! Apakah hal seperti ini tidak berbahaya?"Tanya Mada langsung, kakek Happer pun sedikit tersenyum karena akhirnya Mada menjadi cepat tanggap.
"Tidak berbahaya, mereka memiliki sebuah benda yang mampu mengubah hal-hal kotor menjadi suci seperti semula, ya walaupun hasil yang bisa mereka dapatkan tidaklah terlalu banyak."
__ADS_1
"Guru, sebenarnya darimana kau mengetahui tentang semua hal ini? Dan, siapa sebenarnya mereka yang sedang kita maksudkan sekarang?"
"Achilles Cuthbert La Bartholomew, dia adalah dalang dari semua ini, aku yakin itu. Haahh, sudahlah.... Tidak ada gunanya juga memberitahukanmu sekarang, kau masih terlalu kecil untuk memahami tentang semua ini."Kakek Happer menghela nafas panjang, Mada menatapnya dengan tajam.
'Aku sudah berumur 16 tahun!'Batin Mada.
"Ohh, aku ingin memberitahukan sesuatu kepadamu, hari pengujian itu akan segera datang, orang-orang menyebutnya dengan upacara energi sihir. Ketika hari itu tiba, ayo kita pergi dan bersembunyi di hutan Sanatoziria."Ucap kakek Happer pelan sambil menundukkan kepalanya.
"Bersembunyi? Ya, terserah padamu saja. Aku akan mengikutimu kemanapun kau pergi, di hutan itu kau harus melindungiku ya."Mada tampak tidak perduli dengan hari upacara yang dimaksud oleh kakek Happer itu, ia merasa lebih penasaran tentang dua hal.
'Aku sebenarnya sudah berumur 16 tahun, seharusnya aku sudah bisa menggunakan Mana, tapi masalahnya tubuhku saat ini....'Batin Mada sambil menepuk-nepuk lututnya dengan kuat.
'Hufft, selain itu.'Mada melirik ke arah kakek Happer yang saat ini sedang mengupil sambil menatap ke luar jendela.
"Gu-"
"Ahhh, aku melupakan sesuatu!"Ucap kakek Happer tiba-tiba.
"Ehh?"
"Elemen sihir, aku lupa mengajarimu tentang hal itu, bagaimana? Apakah kau ingin mengetahuinya?"
__ADS_1
"Ya, ceritakanlah, aku mendengarkan."Ide Mada untuk mengerjai kakek Happer kini telah menghilang, diganti dengan rasa penasarannya yang memuncak.
Seseorang akan resmi dipanggil dengan sebutan Witch/Wizard jika mereka telah berhasil melatih energi sihir mereka menjadi Mana, setiap orang memiliki elemen sihir didalam tubuh mereka dan elemen sihir itu sendiri munculnya sangatlah tak menentu.
Terdapat enam macam elemen sihir di Grateful Allegiance.... Air, Angin, Api, Tanah, Kegelapan, dan Cahaya.
Masing-masing dari elemen-elemen ini memiliki keunikan, keunggulan, maupun kelemahan tersendiri. Satu orang minimal hanya memiliki satu elemen saja, dan sebenarnya terdapat satu elemen lagi di Grateful Allegiance. Elemen ini, tidak pernah ada atau bisa disebut juga dengan mitos.
"Hmm, benarkah? Elemen apa itu?"Tanya Mada.
"Es...."
Sejatinya, elemen Es itu adalah bentuk upgrade dari elemen Air, terdapat sebuah buku kuno yang pernah mencatat tentang elemen ini. Orang-orang menyakini jika elemen tipe Es benar-benar ada, walaupun tidak ada yang pernah melihatnya sama sekali, namun mereka masih saja tetap begitu percaya.
Kekuatan elemen Es diperkirakan melebihi kekuatan semua elemen yang ada, jika benar-benar ada seseorang yang memiliki elemen ini maka hanya akan ada dua jalan yang ditakdirkan untuknya.
Dibunuh bersama-sama oleh para pemilik enam elemen bawah, atau direbut oleh berbagai pihak untuk menjadi senjata mutlak yang mematikan.
__ADS_1
'Ekhh, kurasa dua-duanya tidak ada yang bagus.'Batin Mada sambil menegak air liurnya, entah mengapa tetapi ia tiba-tiba merasa kedinginan.