Grateful Allegiance

Grateful Allegiance
Ch-28. Kesepakatan


__ADS_3

Setibanya di pasar Mada dan Leo berkeliling mencari seseorang yang cocok untuk ditantang, sekaligus membeli beberapa barang untuk dimakan.


Waktu terus berlalu namun hari ini tidak terlihat ada satupun anak buah Kingsley yang biasanya berulah, hal ini membuat Mada dan Leo terheran-heran namun mereka berdua tetap berpikir positif dan terus berusaha mencari.


"Sepertinya pasar sangat tentram hari ini, apakah terjadi sesuatu di kediaman Kepala Desa?"Tanya Leo.


"Ehh, ke-kenapa kau bertanya kepadaku? Aku bahkan tidak tahu dimana letak rumahnya."Jawab Mada sedikit membentak.


"Hmm, bagaimana kalau kita pergi mencari dan menantang seseorang dari kediamannya saja? Itu akan lebih cepat~"


"Kau bodoh? Ini sama saja dengan dua ekor anak kambing yang masuk ke sarang harimau."Mada menggeleng-gelengkan kepalanya, tiba-tiba dari arah kanannya ia mendengar sebuah suara teriakan.


"Aaaaahhhhh!"


"Mada, sebelah sini."Leo berlari ke arah datangnya suara itu terlebih dahulu daripada Mada, mereka berdua menuju ke sebuah gang sempit yang dihuni oleh beberapa orang pengemis.


"Berhenti!"Teriak Leo.


Seorang pria tua berbadan besar membalikkan badannya dan menghadap Leo, Mada maju kedepan dan melindungi Leo lalu melirik ke belakang pria berbadan besar itu.


Ia sedang menjambak seorang wanita pengemis dan berniat untuk melecehkannya, kepala wanita itu mengeluarkan darah setelah dihantamkan ke tembok oleh pria besar itu. Beberapa orang pengemis yang berada di sana hanya terdiam dan mematung saja, Mada mengertakan giginya.


'Sial, lagi-lagi keadaan yang seperti ini, mereka hanya diam dan menonton saja ketika melihat salah satu dari mereka hampir dibunuh!'Batin Mada.


"Ohh, dua bocah kecil, apa yang kalian inginkan?"Tanya pria berbadan besar itu, salah satu dari prajurit milik Kepala Desa, namanya adalah Beleard.

__ADS_1


"Pa-paman, kalau aku boleh tahu. A-apa yang sedang kau lakukan?"Tanya Mada.


'Besar sekali orang ini, mana bisa melawannya!'Teriak Mada didalam hati.


"Bukan urusanmu, bocah-bocah! Pergilah sebelum aku membunuh kalian berdua!"Ucap Beleard.


"Mada, orang ini tidak membawa pedang, bagaimana kalau...."Leo berbisik ke Mada, ia ingin menyelamatkan wanita pengemis yang sedang tersiksa itu, namun rencananya.....


'Gila, terlalu gila! Astaga, huuufftt.... Baiklah, mari kita menggunakan itu.'Mada menarik nafasnya dalam-dalam, ia menyuruh Leo untuk bersembunyi sebentar, kemudian ia melangkah mendekati Beleard.


"Paman, paman~ Aku ingin membuat sebuah kesepakatan denganmu, maukah kau mendengarkanku sebentar?"Mada memasang wajah imutnya yang dipenuhi dengan tipu muslihat, langkah pertama dari rencana yang sudah tertanam di otaknya sedang dijalankan.


"Haah?"Beleard mengangkat sebelah alisnya, merasa terheran-heran setengah mati. Baru pertama kali ada seorang anak kecil yang berani mendekat dan berbicara dengannya, anak-anak lain biasanya pasti akan lari atau bersembunyi seperti Leo, Namun ada apa dengan anak berambut abu-abu ini?


Beleard melepaskan cengkeramannya dari wanita pengemis dibelakangnya, ia sepenuhnya menghadap Mada dan memperhatikannya dari atas ke bawah.


"Siapa kau bocah? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya."Ucap Beleard.


"Haha, aku bukan siapa-siapa, paman. Mengenai kesepakatan yang kuucapkan tadi...."Mada mengeluarkan sekantung uang yang ia dapatkan dari kakek Happer, lalu menunjukkannya ke Beleard, pria besar itu tentu saja terkejut dan membelalakkan matanya, ia menatap Mada dengan serius.


"Bocah, sebenarnya darimana kau mendapatkan semua uang ini?"


'Hmph, termakan!'Batin Mada."Paman, aku akan bertanya sesuatu kepadamu dulu, apakah kau pernah mendengar rumor jika Master Tua Happer telah mengangkat seorang murid?"Lanjut Mada.


"Kakek tua itu mengangkat seorang murid? Hmm, baru pertama kali ini aku mendengarnya."

__ADS_1


'Waah, dia tidak tahu tentangku, bagaimana selanjutnya?'Batin Mada.


"Paman, kalau boleh jujur, sebenarnya aku adalah teman dari murid Master Tua Happer. Ia berada di belakang...."Mada melirik ke arah belakangnya, lalu tersenyum canggung, ada sedikit perubahan rencana.


"Ohh, benarkah?"Tanya Beleard ragu.


'Astaga, sepertinya orang ini akan sulit untuk ditipu!'


"Ahh, sudahlah, sebenarnya kesepakatan yang ingin kubuat dengan paman adalah, paman harus bertarung sebentar denganku, menggunakan tongkat. Jika paman memang maka paman akan mendapatkan semua uang ini, jika kalah maka kau harus melepaskan wanita itu, bagaimana?"


Beleard memainkan rambutnya dan tampak sedang berpikir keras, ia sebenarnya tidak percaya dengan semua perkataan Mada dan sebenarnya ia dapat merebut kantung uang Mada dengan mudah. Tetapi, bocah seperti Mada lumayan menarik perhatiannya juga, ia memutuskan untuk menemani Mada bermain dan menambah satu syarat.


"Baiklah, aku akan menemanimu bermain, tapi dengan satu syarat!"


"Syarat? Apa yang paman inginkan?"Tanya Mada.


"Jika kau kalah, kau tidak hanya harus memberikan semua uang itu tapi kau juga harus menjadi budakku!"Ucap Beleard.


'Apa!?'Batin Mada.


"Mada, jangan!"Teriak Leo dari belakang.


ADA BEBERAPA BAB YANG SUDAH SAYA JADWALKAN UNTUK UPDATE, AUTHOR AKAN HIATUS, TERIMAKASIH~


🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2