Gue Bukan Kunti

Gue Bukan Kunti
BAB 10


__ADS_3

BAB 10


Sesampainya di ruang tamu, Pocong dan Orang Tua bayaran itu sangat terkejut setelah melihat siapa yang berada di hadapannya.


“Silahkan duduk. Oh ya Yah. ini pacar dan kedua orang tuanya yang akan Shishil kenalin. Dia cowok yang baik hati dan tajir.” ujar Shishil memperkenalkannya. Namun seketika ada yang aneh. Pocong dan kedua Orang Tua bayaran itu tiba-tiba terdiam dan hanya menunduk seperti ketakutan.


“Kalian kenapa Kok diam aja? Mon ngomong dong kenalin diri" ujar Shishil. Ramon hanya menunduk terdiam.


"Calon Ayah dan Ibu mertua tolong kenalin anaknya ke orang tua saya" pinta Shishil. Namun kakek cangkul dan Nenek tikar hanya menunduk dan terdiam.


"Kalian kenapa jadi aneh gini sih"


“Tentu saja mereka jadi aneh. Ternyata kamu sudah pandai berbohong ya.”


“Maksud Ayah?”


“Ayah kenal sama anak ini. Dia namanya Ramon. Sudah dua belas bulan dia nunggak bayaran kuliah di tempatnya yang lama. Karena itu dia di pindahkan ke kampus yang sedang Ayah kelola. Dan Kakek sama Nenek ini Ayah juga kenal. Dia Kakek cangkul yang Ayah gaji untuk ngegarap sawah di belakang komplek dan dia Nenek Gayung isterinya”


“kok Ayah tahu?”


“Kamu kan tahu, Ayah ini pengurus kampus dimana kamu kuliah selama ini. Jadi jangan heran bila Ayah tahu. Oh ya, kamu Ramon. Jujur sama bapak siapa dalang dari semua ini. Kalau kamu gak mau jujur. Kamu akan saya pindahkan ke kelas terisolasi”


“Ampun Pak ampun. Semua bukan keinginan saya. Saya dan Kakek Cangkul bersama Nenek Gayung ini hanya akting aja. Kami di bayar sama Shishil”

__ADS_1


“Oh Jadi kamu hanya pura-pura. Cepat masuk kamar!” gertak ayahnya


“Ayah gak punya perasaan” Jawab Shishil kesal.


Shishil pergi menuju kamar, sedangkan Pocong dan Kakek cangkul beserta istrinya si Nenek gayung kena marah. Dua jam lebih mereka di marahi.


Dua jam kemudian.


“Gimana Mon sandiwara loe?” tanya Pocil.


“Ancur Cil ancur!”


“Ancur kenapa?” Tanya Cindy.


“Gimana gak ancur. Kenapa loe gak bilang, kalau si Shishil itu anaknya Pak Jarwo kepala kampus kita?”


“Yaiyalah gue gak akan mau. Mending gue pacarin Nenek-nenek”


“Mau dong jadi pacarnya?” Jawab Nenek Gayung.


“Ih amit-amit. Oh sekarang gue ngerti kenapa si Shishil cantik-cantik tapi jomblo. Mungkin para setan yang ingin jadi pacarnya takut berhadapan sama si kumis besar itu” Ucap Ramon.


“Siapa si kumis Mon?”

__ADS_1


“Ya Pak Jarwo lah, loe lihat aja kumisnya tebal banget.”


Keesokan harinya Shishil di sidang. Semua keluarga berkumpul di ruang tamu, membicarakan hukuman yang akan di terima oleh Shishil yang telah berbohong. Mulai dari Ayah, Mamah, Kakak, Adik, bahkan sampai Kakeknya pun hadir pada malam hari itu.


“Ayah benar-benar gak nyangka kamu senekat itu”


“Sudahlah Yah lupakan aja. Mungkin Shishil lagi khilaf”


“Tapi dia benar-benar keterlaluan Mah. Dia sudah mulai belajar berbohong”


“Berbohong demi kebaikan itu gak salah Yah” Sahut Shishil.


“Sudah waktunya. Kamu harus nikah dengan anaknya teman Ayah yang kemarin Ayah kenalin ke kamu”


“Harus berapa kali sih, Shishil gak suka Pocong cupu itu”


“Shil, coba kamu turutin keinginan Ayah kita. Mungkin ini yang terbaik”


“Terbaik buat Kakak, Ayah atau buat kalian semua, kalian gak ngerti perasaan Shishil seperti apa”


“Kakek ngerti perasaan kamu. Mencintai seseorang yang belum kita cinta itu sangat sulit. Tapi percayalah. Cinta itu akan hadir dengan sendirinya”


“Tapi Kek. Shishil gak mau di jodohin, apa lagi sama Pocong cupu itu. Shishil bisa mencari cinta sendiri”

__ADS_1


“Mencari cinta sendiri. Kamu sudah Ayah beri waktu seminggu. Tapi mana hasilnya. Keputusan Ayah sudah bulat. Kamu harus nikah dengan pilihan Ayah”


“Sampai kapan pun Shishil gak akan mau. Titik” Jawab Shishil kesal. Shishil pun langsung pergi meninggalkan rumahnya.


__ADS_2