
“Iya,.aneh. Gue disuruh ngambil ransel yang waktu itu, Shil. Dia bilang itu miliknya. Tapi, gue pernah di sekap sama beberapa orang yang sama nyari ransel itu juga.”
“Emang isinya apa, Mon?”
“Sebenarnya isi ransel itu ganja, Cil!”
“Ganja, apa’an tuh”
“Pokoknya barang haram”
“Serius loe, Mon?”
“Gue serius!”
“Kok’ loe bisa tahu nama barang itu?”
“Jujur, Shil, Cil. Sebenarnya, setiap malam gue di ajak sama Pak Darso bukannya cari makan. Tapi, dia ngajak gue ke diskotik dunia manusia. Di sana gue di kasih ganja sama minuman beralkohol tinggi. Setiap gue mengkonsumsi kedua itu. gue mabuk berat”
“Berarti benar dugaan gue, yang di buang ke dunia setan itu Minuman beralkohol. Bisa kacau balau dunia setan karena barang haram itu”
“Terus gimana, Shil? Kalau Kakek sama Nenek gue nyobain tuh minuman sama ganja, bisa berabe” Tanya Pocil.
“Gue harus ke dunia setan. Laporan sama Pak Rt, Cil”
“Lalu, ransel ini gimana. Isinya kan ganja. Pasti mau di kirim ke dunia setan”
“Yaudah, loe kasih aja ransel itu ke Pak Darso, biar dia gak curiga sama kita” Ujar Shishil. Ramon pun mengikuti saran Shishil.
Semenjak kejadian di pesta ulang tahun, Siska sangat yakin kalau Shishil itu benar-benar jelmaan dari sesosok Kuntilanak. Untuk menambah keyakinannya, Siska dan kedua temannya mengunjungi dukun terdekat. Sesampainya di kediaman Mbah Dukun.
“Ada yang Mbah bisa bantu?”
“Loe aja Put, yang ngomong!”
“Gue gak berani Sis. Tampangnya serem!”
__ADS_1
“Loe aja, deh Mel”
“Kan yang ngajakin ke dukun. Loe, Sis”
“Kalian kesini mau minta bantuan, apa mau bergunjing sih!” Tegur Mbah Dukun.
“Begini Mbah. Saya mau nanya. Kalau Kuntilanak jadi manusia, apa benar-benar bisa?”
“Tentu aja bisa. Di dunia ini gak ada yang mustahil”
“Kalau gitu cara membuktikannya gimana? Saya curiga dengan teman saya, saya yakin dia itu jelmaan dari Kuntilanak”
“Apa kalian punya fotonya?” Pinta Mbah Dukun. Siska merogoh tasnya. Dan memberikan fotonya.
“Biar saya terawang dulu!” aTk lama setelah menunggu.
“Gimana Mbah hasilnya?”
“Teman kamu ini emang bukan berasal dari dunia manusia. Tapi dunia setan. Dia sejenis Kuntilanak”
“Tuh kan, Put. Benar dugaan gue”
“Terus Mbah, cara mengungkap jati dirinya seperti apa?”
“Biasanya, jelmaan Kuntilanak itu di kepalanya ada paku. Kalian bisa cabut paku itu. Dan lihat hasilnya!” Setelah mendengar penjelasan Mbah Dukun.
“Yang benar Mbah?”
“Percuma kalian datang kesini, kalau kalian gak percaya”
“Baik, Mbah. Kami percaya. Ini uang untuk konsultasinya” Papar Siska.
“Mbah gak bisa Nerima nya?”
“Jadi gratis nih, Mbah”
__ADS_1
“Ya enggak lah. Bayarnya di depan, sama kasir Mbah!”
“Dukun kok, pake kasir. Kayak mini market aja” Ujar Siska.
Esok harinya. Raka sedang bersama Shishil di sebuah restaurant pinggir jalan.
“Waktu di pesta ulang tahun rekan gue. Loe kok, hilang Shil?”
“Oh, yang kemarin malam itu. Gue ada urusan penting, Ka. Mangkannya gue pulang duluan”
“Serius, Shil. Tapi loe gak di jahilin kan, sama si Siska?”
“Kaga kok, Ka” Jelas Shishil. Namun saat itu, Siska dan kedua temannya menghampiri mereka berdua.
“Hai, Ka?”
“Loe lagi. Mau loe apa sih?”
“Loe harus tahu, Ka. Dia ini jelmaan dari Kuntilanak” Jelas Siska.
“Loe ngomong apa, sih.”
“Biar gue buktiin. Yang sama loe ini Kuntilanak. Coba loe berdua cabut pakunya” Perintah Siska. Kedua rekannya mulai mencari-cari paku di kepalanya Shishil.
“Gak ada Sis!”
“Yang benar? Coba loe cari lagi?”
“Coba loe sendiri yang cari!” Siska menghampiri Shishil dan mulai mencari-cari paku yang telah di jelaskan oleh Mbah Dukun.
“Cukup!” Gertak Raka. Siska dan kedua rekannya terkejut.
“Loe berdua apa-apaan sih”
“Sudah lah, Ka. Gue juga gak kenapa-napa kok!”
__ADS_1
“Gue pasti buktiin sama loe, Ka. Kalau dia itu Kuntilanak” Tegas Siska. Siska dan kedua rekannya pun pergi meninggalkan mereka berdua.
Malam harinya. Karena kecewa, Siska dan kedua temannya kembali lagi ke rumah dukun yang belum lama dia datangi.