Gue Bukan Kunti

Gue Bukan Kunti
BAB 12


__ADS_3

Kunti bodyguard maju. Namun kali ini lawannya bukan Pocil, melainkan si Nenek Gayung.


“Mon, giliran loe tuh lawan si Kunti”


“Kaga ah, gue gak berani”


“Menang badan doang loe. Cind loe lawan tuh si Kunti”


“Gue kan cewek, masa harus ngelawan cowok. Yang benar aja”


“Yaudah biar Kakek aja yang ngelawan si Kunti itu”


“Gak usah Kek, biar Nenek aja yang ngelawan nya”


“Yakin Nenek bisa lawan Kunti itu?” Tanya Pocil.


“Kamu tenang aja. Nenek ini kan Nenek gayung” Jawab Nenek Gayung meyakinkan mereka. Kunti berbadan besar itu berhadapan langsung dengan Nenek gayung yang lemah, tua dan renta.


“Nenek ngapain disni, hari sudah malam. Mending Nenek pulang, cuci kaki, terus tidur, jangan lupa minum susu ya” Ledek Kunti bodyguard itu. Namun, tanpa di duga Nenek gayung itu langsung melayangkan pukulan dengan gayung yang sedang di genggamnya. Kunti bodyguard yang berbadan besar itu langsung terjatuh dan tak sadarkan diri. Karena kalah jumlah akhirnya Pocong bodyguard pergi tergesa-gesa meninggalkan mereka.


“Hore berhasil..” Teriak Pocil senang. Mereka segera menghampiri Shishil. Saat itu Shishil sangat berterimakasih atas bantuan yang baru saja dia terima.


“Mereka itu siapa, Shil?” Tanya Cindy heran.


“Mereka bodyguard bayaran Ayah gue, Cind”


“Kalau bodyguard, kok maksa loe gitu?” Tanya Ramon.


“Mereka maksa gue pulang, Mon”


“Emang ada masalah apa, Shil? Sampa-sampai Ayah loe nyewa bodyguard”


“Gara-gara sandiwara waktu itu gagal. Gue di paksa lagi nikah sama pilihan Ayah gue. ” Jawab Shishil mengeluh. Namun, tiba-tiba cowok misterius yang sangat dia kagumi lewat di hadapan mereka.


“Oh ya, Cind. Loe kenal gak sama cowok itu?” Tanya Shishil.

__ADS_1


“Cowok yang mana, Shil?”


“Itu yang lagi mau naik mobil”


“Oh, itu namanya manusia, Shil. Jarang banget sih ada manusia ke sini.”


“Jujur, Cind. sebenarnya gue suka sama manusia itu, Cind!” jelas Shishil. Mendengar ucapan Shishil. Pocil dan yang lainnya sangat terkejut.


“Gue gak salah denger?” Tanya Cindy.


“Gue gak tahu kenapa, Cind. Gue ngerasa seperti ada sesuatu antara gue sama cowok itu. Meskipun gue tahu dia manusia dan gue setan, tapi rasa itu seperti sudah lama gue rasain. Apa mungkin ini cinta?”


“Mungkin itu hanya perasaan loe aja, Shil. Terus loe sekarang mau kemana?”


“Gue juga gak tahu, Cind”


“Yaudah nginep di rumah gue aja, Shil. Itu juga kalau loe mau” Pinta Cindy.


“Mending nginep di rumah gue aja, Shil. Nanti sebelum tidur gue ceritain dongeng, deh” Ujar Pocil.


Akhirnya malam itu Shishil memutuskan untuk menginap di kediaman Cindy.


Pak Jarwo sangat geram. Karena kedua bodyguardnya gagal untuk membawa anaknya pulang kembali kerumah.


“Kalian berdua gimana sih, cuma di suruh bawa balik satu anak perempuan aja kaga becus, apa lagi di suruh bawa anak perempuan satu kampung”


“Sebenarnya kami hampir berhasil. Tapi, karena kalah jumlah, kami gak berhasil membawa anak Bapak”


“Maksud kalian berdua?”


“Sewaktu kita-kita mau membawa anak bapak. Ada setan lain yang menolong anak Bapak!”


“Ternyata dia sudah mempunyai teman. Oh ya, ciri-ciri temannya seperti apa?”


“Kalau gak salah, satu kunti, dua Pocong, Kakek-Kakek sama Nenek-Nenek?”

__ADS_1


“Apa Kakek itu bawa cangkul?”


“Iya Pak jarwo, dia bawak cangkul”


Keesokan harinya. Kakek cangkul sedang menggarap sawah di belakang komplek, dia di hampiri dua sosok bodyguard yang dahulu memaksa Shishil untuk pulang.


“Kalian lagi, perlu apa kalian datang kemari?”


“Bukan kami yang perlu sama Kakek, tapi bos kami” Jawab si Kunti bodyguard.


“Siapa bos kalian? Tunjukan batang hidungnya di depan Kakek!”


Seketika Pak Jarwo muncul di hadapannya.


“Pak Jarwo?”


“Kenapa Kek? Kakek kaget kalau bos mereka itu saya?”


“Bukan itu Pak Jarwo!”


“Oh ya, di mana Kek, anak saya?


“Maksud Pak Jarwo?”


“Kakek gak usah pura-pura. ”


“Saya gak tahu Pak Jarwo”


“Jangan bohong, kata bodyguard saya. Terakhir kali Shishil bersama Kakek?”


“Sumpah Pak Jarwo, saya gak tahu keberadaan anak Bapak”


“Maaf Kek, terpaksa Kakek saya Pecat. Oh ya, kalian berdua jangan lupa bawa cangkul Kakek itu”


“Siap Bos” Jawab bodyguard-bodyguard itu. Pak Jarwo dan kedua Bodyguardnya langsung pergi meninggalkan Kakek cangkul sambil membawa cangkulnya.

__ADS_1


__ADS_2