Gue Bukan Kunti

Gue Bukan Kunti
BAB 31


__ADS_3

tak lama berselang. Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


“Kita sudah sampai, Shil” Raka dan Shishil turun dari dalam mobil menuju keramaian pesta ulang tahun rekannya. Sesampainya di dalam rumah.


“Selamat ya, Lan. Semoga loe dapet pacar baru lagi”


“Bisa aja, loe Ka. Makasih ya, atas hadiahnya. Oh ya, ini gebetan loe yang baru?”


“Ya Gitu deh. Hehe”


“Kok mirip sama si Rahel, Ka?”


“Di dunia ini banyak yang mirip, Lan”


“Yaudah nikmatin aja ya, malam ini. Gue mau nyapa tamu yang lain” Melan pergi meninggalkannya.


Dalam gemerlapnya malam, lilin lilin yang bersinar terang dan di temani dengan segelas minuman bersoda. Shishil sangat menikmati malam yang romantis di pesta itu. Dia baru pertama kali menghadiri pesta perayaan ulang tahun. Karena pesta ulang tahun di dunia manusia sangat berbeda dengan pesta ulang tahun di dunia setan.


“Gue mau nanya, Ka. Rahel itu benar tunangan loe?”


“Iya, Shil. Tapi semua kandas semenjak kejadian hari itu”

__ADS_1


“Gue ngerti kok’ perasaan loe, Ka”


“Loe itu mirip banget, Shil. Apa lagi kalau loe tersenyum. Persis banget.” Shishil terdiam sejenak.


“Gue ingin loe tahu sesuatu, Ka.”


“Maksud loe, Shil. Gue gak ngerti?”


“Sebenarnya, gue ini Rahel, tunangan loe!” Jelas Shishil.


“Jangan bercanda, Shil. Tunangan gue sudah lama meninggal”


“Gue tahu tunangan loe sudah meninggal, tapi gue ini benar-benar Rahel” Raka terkejut mendengar pernyataan Shishil. Namun, Siska pun hadir dalam pesta ulang tahun itu.


“Itu kan cewek kemarin, Sis”


“Ngapain si Raka ngajak cewek cupu kayak gitu, cantikan juga gue” Siska langsung menghampirinya.


“Hei Ka? Gue kira loe gak dateng” Sapa Siska.


“Gak penting!” Jawab Raka cuek. Tiba-tiba dering handphonenya bergetar. Raka pun menjawab panggilan itu dan meninggalkan Shishil bersama ketiga wanita itu. Tiba-tiba, Siska menghampiri Shishil dan langsung menjambak rambutnya.

__ADS_1


“Gue peringat kan sama loe. Kalau loe masih dekat-dekat sama si Raka. Loe bakalan kayak gini seumur hidup.” Ucap Siska sambil menyiramkan sebuah minuman ke tubuhnya. Shishil sangat kesal dan ingin membalasnya. Shishil pun beranjak dari kusri. Namun, karena dia lupa mandi kembang dan waktu sudah menunjukan jam dua belas malam lewat. Tiba-tiba, Shishil berubah menjadi wujud aslinya. Sesosok Kunti. Melihat perubahan Shishil, semua tamu yang hadir di pesta itu sangat terkejut dan langsung pergi tergesa-gesa, terutama Siska dan kedua temannya.


Melihat ada sesuatu yang aneh. Raka langsung mematikan handphonenya dan bergegas untuk menemui Shishil. Namun, semua telah berubah. Dia sangat heran, karena Shishil sudah menghilang dan pesta ulang tahun itu pun telah usai.


“Kok, sepi????” Tanya Raka heran.


Di waktu yang sama. Malam itu Ramon sedang asyik menikmati sebatang rokok di sebuah diskotik bersama Pak Darso. Tiba-tiba handphone milik Pak Darso berdering. Tak lama setelah menerima telepon.


“Loe tunggu disini ya, Mon. Pak Darso ada bisnis sebentar” Pak Darso meninggalkannya. Ramon tidak mengetahui, kalau ternyata malam itu Pak Darso sedang bertransaksi barang haram.


“Gue mau mesan barang itu lagi”


“Hebat banget. Baru juga berapa minggu, barangnya sudah habis aja” Jawab Pak Darso.


“Bukannya habis, gara-gara dua anak buah gue ini gak becus, barangnya hilang"


“Sorry bos, waktu itu kita lagi di kejar polisi, jadi terpaksa ngilangin barang buktinya”


“Kalau minuman yang gue pesan, gimana? Apa barang nya sudah ada” Tanya Pak Darso.


“Itu mah aman, Pak Darso”

__ADS_1


“Yaudah, untuk minumannya bisa kalian kirim ke tempat biasa. Depan sumur tua di dalam pemakaman itu. Nanti saya akan menyusul, kalau untuk narkoba yang kalian pesan, akan saya carikan lagi”


“Semua bisa di atur” Namun, anak buah dari bandar narkoba itu melihat Ramon sedang asyik duduk di dekat meja Bar.


__ADS_2