
Malam tiba. Shishil memutuskan untuk pergi ke dunia setan. Karena ada sesuatu yang ingin dia ketahui.
“Si Ramon belum pulang juga, Cil?”
“Gue juga gak tahu Shil, kapan pulangnya”
“Yaudah, sekarang kita pamitan aja dulu sama Pak Slamet”
Saat itu, seperti biasa. Pak Slamet sedang duduk santai di kursinya menikmati angin malam.
“Kalian mau pada pergi kemana malam-malam gini?”
“Kami mau pergi ke dunia setan, Pak Slamet”
“Kalian mau pergi ke dunia setan”
“Iya, Pak Slamet. Saya mau nganter Shishil. Katanya ada urusan sebentar, gak lama kok’”
“Yaudah, kalian hati-hati. Oh ya. Bapak nitip jus melati ya”
Shishil dan Pocil pergi. Tak butuh waktu lama. Mereka pun sampai di sumur tua yang menghubungkan mereka dengan dunia setan.
“Loe yakin, Shil mau pulang?”
“Iya, Cil. Ada sesuatu yang harus gue tanyain sama Ayah gue” Akhirnya Shishil dan Pocil memutuskan untuk terjun kedalam sumur. Sesampainya di dunia setan. Shishil dan Pocil kembali menjadi wujud aslinya.
“Yah, jadi Pocong lagi. Terpaksa harus lompat-lompat” Keluh Pocil.
__ADS_1
“Katanya kangen sama dunia setan?”
“Kangen sih, tapi gue males Shil, kalau jadi Pocong mulu. Gue capek lompat-lompat terus.”
“Yaudah sekarang ikut gue, gue mau pulang”
“Serius?”
“Yaiyalah. Masa yaiya dong!”
Shishil memutuskan pulang. Dia yakin kalau pulang dia pasti kena marah besar. Namun, demi mencari sebuah jawaban, Shishil memberanikan diri. Sesampainya di kediamannya.
“Shishil pulang” Ujar Shishil. Pintu pun di bukakan oleh Mamahnya. Melihat Shishil. Dia langsung memeluknya.
“Kamu kemana aja, Shil. Mamah pusing nyari kamu. Kamu pergi kemana, sih?”
“Gak penting Shishil pergi kemana. Oh ya, Ayah kemana Mah?”
“Sampai kapan pun Mah, Shishil gak akan pernah mengikuti kemauan Ayah!”
Dengan sabar Shishil menunggu kedatangan Ayahnya.
“Ayah pulang!” Melihat Shishil sudah berada di rumah, Pak Jarwo agak sedikit kesal tapi senang.
“Kamu sudah pulang?kamu sudah puas mempermalukan Ayah”
“Maaf, Yah. Atas kelakuan Shishil selama ini”
__ADS_1
“Ayah gak akan maafin kamu, kecuali kamu mau menikahi anak teman Ayah”
“Baik, Shishil akan menuruti keinginan Ayah. Tapi, jawab pertanyaan Shishil. Siapa Shishil sebenarnya?”
Mendengar pertanyaan anaknya itu, Pak Jarwo sedikit kaget.
“Maksud kamu apa, Ayah gak ngerti?”
“Jangan pura-pura gak tahu Yah. Shishil sudah tahu semuanya”
“Ayah benar-benar gak ngerti maksud kamu apa?”
Mendengar perdebatan itu, Kakak, Adik dan Kakeknya pun mulai berdatangan menghampiri mereka.
“Ada apa sih, Yah? Baru juga Shishil pulang, jangan di marahin atuh”
.”Semua yang ada disini. Tolong jawab siapa Shishil sebenarnya?” Tanya Shishil kesal. Mendengar pertanyaan itu, semua nya terdiam.
“Kenapa hanya diam?”
“Baik kalau itu mau kamu”
“Jangan Yah!”
“Biar Mah. Mungkin ini akan jauh lebih baik. Setiap setan yang baru datang di dunia setan, semua ingatan tentang masa lalunya akan hilang dengan sendirinya. ”
“Masa lalu?”
__ADS_1
“Kita semua berasal dari dunia manusia. Jika kita sudah berada disini, ingatan kita, semua, termasuk kenangan selama di dunia akan hilang. Kamu hadir di rumah sebesar ini bersama kami. Karena, kamu di makamkan berdampingan dengan makam kita semua, karena kamu baru, jadi kamu kami anggap sebagai anak”
“Lalu siapa Shishil, sebenarnya?”