
Kini, setiap hari yang di lalui oleh Shishil selalu di bayangi antara keinginan hatinya untuk mencari cinta sejati atau mengikuti keinginan kedua Orang tuanya. Shishil merasa bimbang. Dia bingung harus bagaimana.
Di saat Shishil sedang resah gelisah tak menentu, bell rumahnya berdering. Shishil menghampiri pintu. Ternyata tukang pos yang berwujud Kunti.
“Neng, ada kiriman bunga”
“Bunga lagi-bunga lagi, yang kemarin aja masih ada. Siapa sih, Bang pengirimnya?” Tanya Shishil.
“Gak ada nama pengirimnya Neng, mungkin Neng punya penggemar, habis Neng cantik sih” Goda Kunti si tukang Pos. Tukang Pos pergi meninggalkannya.
“Siapa sih yang ngirim bunga terus, jangan-jangan ini dari si Pocong cupu itu. Padahal sudah gue tolak mentah-mentah tapi masih aja nekat” Ujar Shishil.
Shishil bergegas menuju ruang tamu dan langsung mengumpulkan bunga-bunga yang selama ini dia terima. Sambil menunggu kedua Orang Tuanya pulang. Shishil selalu saja masih memikirkan cowok misterius yang dulu pernah dia lihatnya, meski pun lelaki itu manusia.
Tak butuh waktu lama. Ayah dan Mamahnya pulang. Dengan wajah Bt Shishil langsung menanyakan tentang bunga itu.
“Yah, Mah. Siapa sih yang ngirim bunga ini terus?” Tanya Shishil kesal.
“Bunga itu dari calon suami kamu, Shil”
__ADS_1
“Maksud Mamah si Pocong cupu itu?”
“Tentu saja, kalau bukan dari dia lalu dari siapa?”
“Tolong Mah, Shishil kan sudah bilang. Shishil gak suka sama Pocong cupu itu. Shishil bisa cari pendamping sendiri”
“Ayah sudah dengar cerita dari Kakak kamu. Kamu sudah mulai suka pada manusia. Karena itu Ayah mau menjodohkan kamu”
“Tapi kan Yah gak mesti harus di jodohin juga. Emang salah kalau Shishil suka sama manusia. Lagi pula manusia itu gak pernah melihat Shishil. Ini hanya sebatas perasaan suka Yah”
“Kalau kata ayah enggak, ya enggak. Ayah gak suka manusia. Perjodohan kamu harus terlaksana”
“Kalau gitu buktikan sama Ayah, besok kamu kenalin pacar kamu sama Ayah dan Mamah, tapi ingat bukan dari jenis manusia. Ayah kasih waktu seminggu. Tapi, kalau ternyata kamu gak bisa membuktikannya, terpaksa Ayah akan melanjutkan perjodohan kalian” tegas Ayahnya.
“Baik, akan Shishil buktikan!” Shishil sangat bingung.
Keesokan harinya Shishil menemui temannya Cindy si Kunti. Dia meminta bantuan agar di carikan pacar bayaran untuknya.
“Cind, gue butuh bantuan loe”
__ADS_1
“Butuh bantuan apa, Shil”
“Gue butuh seseorang yang mau jadi pacar gue, Cind. Sehari aja. Kalau gak, gue mau dijodohin”
“Serius loe, Shil. Kok loe bisa di jodohin gitu?”
“Alasannya sih sepele, Cind. Cuma gara-gara gue suka sama manusia, gue jadi di jodohin.”
“Loe suka sama manusia, loe gak salah. Kan kalau suka sama manusia di larang, Shil”
“Mungkin karena itu, Shil. Ayah gue ngejodohin gue. Mending bagus. Cowok yang di jodohin ke gue itu Pocong cupu”
“Gimana ya, rata-rata teman gue sudah punya gebetan semua. Lagi pula semua Pocong sama Kunti lanang juga sudah tahu kalau loe itu anaknya Pak Jarwo. Mereka pasti nolak, Shil”
“Ayolah, Cind. Tolong bantu gue kali ini aja. Please?”
“Gimana ya’. Yaudah besok malam loe temuin gue di rumah si Pocil”
“Siapa si Pocil?”
__ADS_1
“Pocil, kalo yang di kelas sukanya ngupil mulu, dia usaha sampingannya jadi biro kontak jodoh”