
“Oh dia. Oke deh besok malam gue kesana"
Esok hari di kediaman Pocil.
“Tumben loe kerumah gue Cind?”
“Gue butuh bantuan loe Cil”
“Bantuan apa Cind? Oh ya Anggap aja rumah sendiri” Ujar Pocil mempersilahkan mereka masuk.
“Sebenarnya bukan gue yang perlu sama loe, tapi teman gue ini nih si Kunti yang butuh bantuan loe.”
“Nama loe siapa?”
“Nama gue Shishil!”
“Maksud gue nama FB sama IG loe?”
“Apaan tuh FB sama IG?”
“Sosmed sosmed. Teman loe benar-benar ketinggalan jaman Cind."
"Emang Loe ga punya hp shil"
"Oh, hp mah punya cuma jarang gue pake aja"
"Pantes aja Loe ga kenal sosmed shil"Pocil menghelakan nafas.
"Loe butuh bantuan apa?"
“Gue butuh seseorang Cil yang mau jadi pacar gue. Tapi cuma sehari aja” Pinta Shishil.
“Pacar, gue ga salah denger. Loe kan cantik, masa gak ada setan yang suka sama loe?”
“Dia itu anaknya Pak Jarwo Cil, kan sekelas sama kita” Papar Cindy.
__ADS_1
“Oh pantes. Yang ngedeketin juga pasti pada takut. Tapi kalau sekelas gue jarang lihat dia Cind?”
“Dia mah jarang masuk Cil.”
“Oh gitu. Yaudah loe berdua tunggu disni. Tapi loe punya nomor WeA ga Shil?”
“Punya cil""
"Yaudah ntar gue minta nomor WeA Loe"
Pocil segera pergi menuju kamarnya untuk mengambil sebuah laptop dan Tak menunggu lama.
“gue cari dulu teman gue yang jomblo” Ucap Pocil. Pocil segera browsing dan memulai menelusuri jejaring sosial miliknya.
“Nih gue ada teman, nama Fb nya Choky. Kunti Lanang paling tampan. Statusnya masih lajang” Ujar Pocil. Shishil memperhatikan sejenak profil Kunti lanang itu.
“Kaga deh Cil. Tampangnya playboy” Ujar Shishil. Pocil kembali lagi mencari temannya yang berstatus jomblo.
“Kalau Pocong yang ini mau ga Shil?”
“Kalau Pocong yang ini gimana, statusnya masih jomblo juga”
“Kaga juga deh Cil. Terlalu gemuk” Keluh Shishil kembali. Pocil mulai merasa pusing.
“Kalau sama Pocong yang ini mau juga gak, warnanya pink"
“Kaga deh, terlalu lucu”
“Kalau sama Pocong yang ini mau gak, warnanya hijau”
“Gue gak suka sama Pocong, yang lain aja deh” Pocil mulai merasa kesal.
“Kalau sama Kunti yang ini gimana, rambutnya bule. Pasti tajir”
“Yang lain aja deh Cil. Gue bukan Kunti matre”
__ADS_1
“Ini gak mau, itu gak mau, maunya apa sih. Nih loe cari aja sendiri, kalau sudah sesuai kasih tahu gue” Ujar Pocil kesal.
Pocil langsung memberikan Laptop miliknya agar Shishil mencari pasangannya sendiri yang sesuai dengan seleranya. Tak lama setelah mencari.
“Nih Cil gue dapat, dia aja yang jadi cowok bayaran gue”
“Lah ini kan Pocong juga, tadi katanya gak suka sama Pocong gimana sih.”
“Habis teman loe gak ada yang sesuai sama kriteria gue Cil”
“Yaudah, yang loe mau ini kalau gak salah sekelas sama kita juga. Dia murid pindahan, baru satu hari dia masuk, gue rasa dia belum tahu kalau loe itu anaknya Pak Jarwo.”
”Gue berharap banget Cil sama loe,”
“Oke deh. Nanti gue kabarin tiga hari lagi”
Malam itu Shishil dan Cindy pergi meninggalkan kediaman Pocil. Selang tiga hari kemudian. Handphone milik Shishil berdering.
“Hai Shil. Gue Pocil, teman gue mau jadi cowok bayaran loe, tapi ada syaratnya?”
“Apa aja syaratnya pasti gue lakuin Cil?”
“Dia minta di traktir nasi goreng dan bayarannya perjam 5000"
“Ok deh Semua bisa di atur”
“Yaudah sekarang temuin gue di Gg. Nisan ya. Jangan telat”
Malam itu Shishil bergegas menemui Pocil yang sudah menunggunya. Sesampainya di sana, ternyata Pocil sedang asyik menikmati sepiring nasi goreng. Shishil langsung menghampirinya.
“Hai Cil. Mana teman loe?”
“Nih Shil. Kenalin namanya Ramon. Pocong paling berotot?”
“Tampan juga teman loe Cil. kalau boleh tahu loe tinggal dimana?”
__ADS_1
“Gue tinggal di komplek sebelah. Oh ya shil, kenapa loe butuh cowok bayaran. Padahal kan loe cantik, loe bisa cari cowok sesuai keinginan loe?” tanya Ramon. Saat itu Pocil tidak memberi tahu Ramon kalau Ayahnya Shishil adalah Pak Jarwo kepala sekolah di kampus setan mereka.