
“Inginnya sih gitu. Tapi nasib berkata lain”
“Gue mau kok jadi pacar asli loe!”
“Jangan ngarep. Gue mau cari cowok yang benar-benar bisa bikin hidup gue bahagia dan bisa bawa gue dari hidup yang sangat membosankan ini”
“Gue bisa kok. Loe mau apa? Mobil, motor, rumah mewah atau apartemen. Sebutin aja”
“Gue ingin loe diam, bisa gak?” Ramon langsung terdiam.
“Gimana Shil, kapan teman gue bisa di ajak kerumah loe?”
“Besok Cil. Tapi yang jadi orang tuanya si Ramon siapa?”
“Iya juga ya’ harus bawa orang tuanya juga” Ujar Pocil. Pocil langsung mengambil handphone miliknya.
“Loe mau nelpon siapa, Cil?”
“Gue mau nelpon Nenek sama Kakek gue!”
Tak lama menunggu.
“Hallo Kek, Kakek lagi dimana?”
“Kakek lagi ngegarap sawah majikan Kakek, Cu”
__ADS_1
“Kalau Nenek lagi apa?”
“Kalau Nenek, tadi sih sebelum Kakek berangkat dia lagi nyuci tikarnya. Maklum tikarnya sudah lama gak di cuci. Emang kenapa, Cu?”
“Gini Kek, Pocil ada bisnis besar-besaran. Kalau di jalanin, bisa untung besar. Kakek bisa beli cangkul baru. Nenek juga bisa beli tikar sama gayung baru.”
“Memangnya bisnis apa, Cu?”
“Yaudah, pokoknya besok Kakek sama Nenek berpakaian yang rapih ya!”
****
“Loe nelpon siapa Cil?”
“Gue nelpon Kakek sama Nenek gue, kayaknya yang jadi Orang tua bayaran yang cocok cuma Kakek sama Nenek gue. Oh ya, tapi ada bayarannya juga kan?”
“Gue ‘kan gak tahu rumah loe?”
“Loe ajak aja si Cindy. Dia sering kok, kerumah gue”
“Terus loe sekarang mau kemana?”
“Ya mau pulang lah!”
“Tapi siapa yang bayar nasi gorengnya?”
__ADS_1
“Yaudah biar gue aja yang bayar. Berapa Mas harganya?”
“Semuanya 150 piring. Jadi seratus lima puluh ribu Neng”
“Hah, 150 piring? Tapi bang, di meja cuma satu piring?”
“Di meja cuma satu Neng. Tapi, coba lihat yang di bawah meja!” Jawab Kunti si penjual nasi goreng. Setelah melihat apa yang ada di bawah meja, Shishil terkejut. Karena, puluhan piring kotor sudah menumpuk.
Jam sudah menunjukan pukul dua belas lewat lima menit. Pacar bayaran yang di janjikan Pocil belum datang. Shishil semakin gelisah. Dia berharap sandiwaranya lancar tanpa ada kendala apapun.
“Sudah jam dua belas lewat. Kamu yakin pacar kamu akan datang malam ini bersama kedua Orang Tuanya?”
“Iya Yah, masa Shishil bohong sih. Pacar Shishil itu anak orang kaya. Dia tajir dan baik hati. Dia suka membatu setan-setan yang gak mampu”
“Pacar kamu baik juga ya’ itu baru anak Mamah. Pintar cari pasangan” Ucap Mamah bangga.
Jam pukul satu malam. Pacar bayaran pun datang bersama kedua Orang tua bayaran pula.
“Kenapa lama banget sih, gue kan suruh loe datang jam dua belas. Kenapa jam satu baru datang?”
“Sory Shil. Tadi pas gue jemput si Cindy, gue kena razia setan. Gue nyewa mobil ternyata mobil curian. Jadi gue ngurus surat-surat dulu di kantor polisi”
“Terus si Pocil sama si Cindy kemana?”
“Dia ada di dalam mobil, katanya mereka gak mau ikut campur”
__ADS_1
“Yaudah, sekarang loe masuk. Bilang aja ya’ kalau loe keturunan ningrat” Bisik Shishil. Mereka segera masuk.