Gue Bukan Kunti

Gue Bukan Kunti
BAB 37 (END)


__ADS_3

Bodyguard itu melepaskan genggaman tangannya.


“Ada apa ini. Apa salah kami?”


“Kalian semua di tahan! Karena, telah berani menyelundupkan minuman beralkohol tinggi ke dunia setan! Pasukan tangkap mereka” Para Polisi setan langsung meringkus mereka.


“Apa buktinya. Kalau kami ini bersalah?”


“Semua sudah ada buktinya!” Jawab seseorang.


“Pak Rt?” Shishil dan Cindy menghampiri Pak Rt dan Polisi setan.


“Kamu tenang aja, Shil. Semua sudah aman”


“Makasih, Pak Rt. Coba kalau gak ada Pak Rt. Mungkin kami sudah di kirim ke dunia tuyul!”


Malam itu, akhirnya komplotan Pak Jarwo dan kaki tangannya di ringkus oleh pihak berwajib dan mereka di hukum 10 tahun penjara, karena telah terbukti bersalah.


Di ruang sidang. Setelah persidangan selesai.

__ADS_1


“Maaf kan Ayah ya, Shil. Sebagai permintaan maaf Ayah. Ayah kirimkan jodoh untuk kamu. Ayah mohon menikahlah dengan pilihan Ayah” Shishil terdiam.


“Ayah masih saja bersi keras. Sampai kapan Shishil harus menolak permintaan Ayah”


“Ayah mohon, Shil. Ini permintaan Ayah untuk terakhir kalinya sampai 10 tahun yang akan datang lagi” Shishil terdiam.


“Kamu harus mau ya, Shil. Demi Ayah, biar Ayah tenang di penjara”


“Baik Mah. Jika itu permintaan terakhir Ayah. Shishil terima, tapi bukan karena Ayah, tapi demi Mamah” Meski berat Shishil ikhlas menerima permohonan Ayahnya itu.


Seminggu telah berlalu. Akhirnya hari pernikahan mereka tiba. Shishil masih merasa sedih, karena dia masih memikirkan dambaan hatinya, sesosok manusia yang sangat dia cintai.


“Loe sabar ya, Shil. Gue yakin mempelai pria yang loe nikahin in, pasti bisa ngebahagiain loe”


“Loe gak usah ngeluh gitu, Shil. Kita di takdir kan jadi Kunti itu pasti ada hikmahnya” Jelas Cindy menguatkan hati rekannya. Akhirnya, setelah akad nikah terucap, Pocong cupu disuruh untuk menjemput Shishil sang mempelai wanitanya.


“Kok, kamu sedih gitu. Ini kan hari pernikahan. Hari bahagia”


“Gue gak sedih kok!”

__ADS_1


“Kalau sudah gak sedih lagi. Sekarang kita keluar yu. Di luar sana mempelai pria sedang menunggu mempelai wanitanya” Mendengar perkataan Pocong cupu itu, Shishil merasa heran. Karena setahu dia, yang di jodohkan dengan dia Pocong cupu itu.


“Bukannya loe yang di nikahin sama gue?”


“Jelas bukan lah. Gue gak cinta sama loe. Cinta gak bisa di paksakan!”


“Lalu siapa yang nikahin gue”


“Yang pasti, dia itu seseorang yang selama ini loe cinta” Karena penasaran Shishl bergegas pergi meninggalkan kamar menuju ruang tamu di mana akad nikah terlaksana.


Sesampainya di ruang tamu. Shishil terkejut, karena mempelai prianya seseorang yang selama ini dia cinta, seperti yang di katakan Pocong cupu itu.


“Raka?” Shishil tersenyum. Raka pun berdiri.


“Kenapa? kaget ya, kalau mempelai prianya itu gue?” Shishil langsung memeluk Raka dengan mesra.


“Kok loe bisa ada disini, Ka?”


“Ceritanya panjang, Shil. Waktu itu, setelah gue pergi ninggalin sumur tua itu, mobil yang gue kendarai gak sengaja nabrak pohon pisang di pinggir jalan. Gue koma. Dan akhirnya gue ada disini buat ngejemput tunangan gue” Jelas Raka.

__ADS_1


Shishil sangat bahagia. Dan akhirnya jodoh telah berkata. Setan berjodoh dengan setan. Manusia berjodoh dengan manusia. Sampai kapan pun setan takan pernah bisa bersama dengan manusia. Salam Kunti.


TAMAT


__ADS_2