Gue Bukan Kunti

Gue Bukan Kunti
BAB 6


__ADS_3

Keesokan malamnya Shishil kembali lagi untuk menunggunya. Namun, cowok misterius itu tak kunjung datang, sampai di hari-hari berikutnya.


Setelah beberapa hari menunggu, Shishil beranggapan bahwa cowok misterius itu hanya datang setiap malam kamis saja. Dan perkiraannya pun benar, cowok misterius itu hanya datang dua minggu sekali pada malam kamis dan selalu membawa bunga mawar merah.


Setiap malam kamis Shishil selalu on time menunggu kehadiran cowok misterius itu. Namun esoknya, ketika Shishil sedang menunggu cowok misterius itu lagi. Sesosok Kunti menghampirinya.


“Sedang apa kamu di sini, Shil?”


“Kak, Susi. Shishil lagi nunggu seseorang, Kak”


“Nunggu seseorang, emang siapa yang kamu tunggu?” Tanya Kakaknya. Namun, seketika itu juga sebuh mobil datang menghampiri mereka. Dan seseorang pun keluar dari dalam mobil itu.


“Dia Kak, yang lagi Shishil tunggu”


“Dia? dia kan manusia!”


“Kakak, tahu dia?”


“Kakak gak tahu siapa dia, yang jelas dia itu manusia. Emangnya kenapa, Shil?”


“Shishil suka Kak, sama dia!”


“Kakak gak salah dengar? Kalau kamu ketahuan suka sama manusia, kamu bisa di marahin sama Ayah. Kita di wajibkan suka dan jatuh cinta pada sejenis kita aja Shil”


“Tapi Kak, Shishil melihatnya aja sudah ngerasa kenal begitu lama. Shishil jatuh cinta sama cowok itu, Kak”


“Kamu harus tahu Shil, manusia itu berbeda dengan kita”


“Maksud Kakak?” tanya Shishil penasaran.


“Biar Kakak jelasin. Dunia manusia itu berbeda dengan dunia kita, meski pun dunia manusia masih berkerabat dengan dunia kita. Manusia jatuh cinta dengan manusia. Dan kita setan jatuh cinta dengan sejenis kita. Bila kita jatuh cinta pada manusia, kita sudah melanggar undang-undang percintaan. Apa kamu pernah dengar tentang Pocong yang jatuh cinta sama manusia?”

__ADS_1


“Pernah Kak, kisah si Pocong galau kan?”


“Meski pun, si Pocong galau itu sudah berjuang demi cintanya yang ada di dunia manusia. Tapi kembali lagi, manusia dan setan bukan jodoh”


“Tapi, Kak?”


“Sudah lah, Shil. Sekarang kita pulang aja!” Ajak Kakaknya. Shishil pergi dengan perasaan sedih.


Tiap malam Shishil selalu memikirkan perkataan Kakaknya. Namun tak jarang cowok misterius itu yang terlintas di pikirannya.


Malam itu Shishil sedang rebah-rebahan di ranjang tidurnya. Suara pintu terdengar.


“Masuk, pintu gak di kunci” Ucap Shishil. Namun ketika yang masuk ke kamarnya ternyata Kakaknya, Shishil merasa Bt.


“Kenapa, Kak?”


“Kamu masih marah sama Kakak?”


“Yaudah, maaf. Kalau gitu Kakak punya hadiah buat kamu”


“Hadiah. Yang benar, Kak?” Tanya Shishil senang.


“Sekarang kita keluar aja, hadiahnya sudah menunggu di ruang tamu” Shishil bergegas pergi meninggalkan kamarnya menuju ruang tamu. Namun, sesampainya di ruang tamu, Shishil merasa heran. Karena di ruang tamu sudah ramai dengan setan-setan yang tak pernah dia lihat sebelumnya.


“Ini dia anak saya, namanya Shishil. Kunti paling cantik di komplek kami” Ucap Ayah Shishil sesosok Pocong berkumis. Shishil bingung.


“Cantik juga ya, anak kamu itu” Jawab sesosok Kunti Lanang yang sedang duduk di ruang tamu.


“Ada apa ini Yah, kata Kakak ada hadiah buat Shishil?”


“Ini hadiah buat kamu, Ayah sudah dengar cerita dari Kakak kamu. kamu Akan ayah jodoh kan dengan anak sahabat Ayah ini, meskipun sesosok Pocong, dia anak paling pintar di kompleknya”

__ADS_1


“Shishil gak mau di jodohin Yah, apa lagi sama Pocong cupu itu”


“Kamu gak boleh nolak, kamu harus nurut perkataan Ayah”


“Tapi Mah sekarang bukan jamannya Kunti Nurbayan yang se’enaknya di jodohin. Mamah gak tahu kalau perjodohan itu sakitnya disini. Di dalam hati Mah.” Ujar Shishil kesal. Shishil pergi meninggalkan ruang tamu.


“Maafkan anak kami ya Bu Kunti, Pak Cong. Mungkin lain waktu bisa kita bicarakan lagi”


“Gak apa-apa kok. Mungkin anak Ibu belum siap menerima anak saya ini. Anak saya akan selalu menunggu sampai anak Ibu siap” Ucap Orang tua si Pocong.


Sesampainya di kamar.


“Kakak bohong sama Shishil. Shishil gak mau di jodohin”


“Ini yang terbaik buat kamu”


“Terbaik buat Kakak atau buat Shishil.”


“Kamu harus ngerti Shil, Orang tua kita lebih mengerti untuk anaknya”


“Shishil gak suka Kak, apa lagi cinta. Kakak gak ngerti perasaan Shishil. Coba Kakak di posisi Shishil, ”


“Kamu gak perlu mengerti apa itu cinta. Kamu hanya menjalin kasih aja dengan Pocong itu”


“Buat apa, menjalin kasih tanpa cinta Kak”


“Kamu belum mengerti cinta. Cinta hanya membuat luka. Kamu tahu kan perasaan Kakak. Kakak cerai dengan mantan suami Kakak si Kunti bajingan itu. Semua berawal dari kata cinta.”


“Itu kan kehidupan Kakak. Shishil gak akan terjebak cinta seperti Kakak. Akan Shishil buktikan perkataan Shishil.” Tegas Shishil.


Malam itu Shishil berjanji dalam benak hatinya akan mencari cinta sejatinya meskipun ke dunia manusia.

__ADS_1


__ADS_2