
“Gimana sih, Mbah. Sudah saya periksa, tapi gak ada pakunya. Kembalikan duit saya”
“Masa sih?”
“Saya serius!”
“Yasudah lah, ini cara terakhir. Kalau belum berhasil juga, semua biaya yang telah di bayarkan, akan Mbah kembalikan.” Jelas Mbah Dukun. Siska pun di berikan sebotol air minum yang sudah di jampe-jampe.
Keesokan harinya Siska menemui Raka, dia ingin membuktikan kalau dugaannya itu tidak salah.
“Ngapain loe ke rumah gue?
“Tolong Ka, kali ini aja loe dengerin perkataan gue. Si Shishil itu Kuntilanak!”
“Lagi-lagi kuntilanak. Gue sudah capek dengerin perkataan loe yang gak jelas. Mending loe pergi deh”
“Baik. Gue akan pergi, mungkin pergi dari hidup loe. Tapi, ada syaratnya. Di dalam botol ini ada air dari tujuh sumur yang sudah di jampe-jampe. Kasih air minum ini untuk Shishil. loe akan tahu sebuah kebenaran” Setelah Siska memberikan air minum itu. Dia langsung pergi.
__ADS_1
Setiap waktu Raka selalu memandangi botol air minum yang di berikan oleh Siska.
“Apa benar ya’ perkataan si Siska itu?” Tanya hati Raka. Karena penasaran Raka ingin membuktikannya. Malam itu dia mengajak Shishil untuk mampir ke rumahnya. Tanpa curiga Shishil mengiyakan ajakan Raka. Sampainya di kediaman Raka.
“Kok sepi, Ka?”
“Yang lain lagi pada keluar, Shil. Oh ya, duduk aja dulu Shil. Gue mau ngambil air minum dulu” Tak lama menunggu Raka pun datang dengan segelas air putih.
“Minum dulu, Shil. Kayaknya loe haus banget” Pinta Raka. Shishil meminum segelas air yang di sajikan oleh Raka. Namun, tiba-tiba Shishil merasa tenggorokannya gatal. Dia tersendat.
“Gue gak bisa nafas, Ka?” Keluh Shishil. Shishil pingsan seketika. Raka merasa heran dengan air yang telah di berikan Siska.
“Jangan-jangan gara-gara air itu. Gue pasti di bohongin sama si Siska!” Ucap hati Raka. Raka membawa Shishil kedalam kamarnya. Shishil merasa kedinginan. Raka benar-benar tak tahu apa yang terjadi dengan Shishil. akhirnya, Shishil pun pingsan dalam pelukan selimut yang hangat.
“Si Siska benar-benar keterlaluan” Raka kesal. Karena kebelet pipis Raka meninggalkan Shishil. Tanpa dia ketahui. Tiba-tiba Shishil berubah menjadi wujud aslinya, sesosok Kunti. Di saat Raka kembali untuk menemui Shishil, dia merasa heran. Karena, Shishil sudah tak berada di ranjang tidurnya. Raka sangat merasa heran.
“Shil, loe dimana?” Tanya Raka.
__ADS_1
“Gue disini, Ka!” Jawab seseorang. Raka menoleh ke arah suara itu. Namun, di saat dia melihat siapa yang menjawab pertanyaannya itu. Raka terkejut. Karena yang berada di hadapannya sesosok Kunti.
“Kamu siapa?”
“Ini gue, Ka. Shishil!”
“Gak, mungkin!”
“Tapi gue benar-benar Shishil, Ka. Gue juga Rahel tunangan loe!”
“Gak, mungkin!” Raka pun pingsan. Shishil merasa sedih. Mungkin benar, manusia dan setan takan bisa bersama, pikirnya. Shishil pergi meninggalkan Raka dengan air mata yang membasahi pipi manisnya.
Sesampainya di kediaman Pak Slamet. Shishil sempat melihat dua orang sedang berbincang dengan Pak Darso di gerbang rumah. Pak Darso sedang membawa Ransel. Shishil merasa sudah tak asing lagi dengan dua orang itu.
“Itu kan Bodygardnya Ayah. Ngapain mereka ke dunia manusia” Shishil terus memperhatikan perbincangan Pak Darso. Shishil sangat penasaran dengan apa yang sedang mereka bicarakan. Pak Darso pun mengajak kedua bodyguard itu ke gudang yang berada di belakang rumah. Shishil mengikuti mereka. Sesampainya di gudang, ternyata di sana sudah ada dua orang yang sedang menunggu mereka. Pak Darso langsung memberikan Ransel yang berisi ganja kepada dua orang tersebut.
“Ini ransel yang kalian cari, jangan sampai hilang lagi, barang itu mahal” Jelas Pak Darso, Pak Darso langsung menghampiri gudang. Shishil semakin penasaran. Di saat Pak Darso membuka pintu gudang itu. Shishil pun terkejut, karena yang dia lihat saat itu banyak sekali botol minuman beralkohol yang sudah siap di kemas dan di kirim ke dunia setan. Melihat momen penting, Shishil pun merekam semua yang terjadi di malam itu dengan handphone pemberian Pak Slamet.
__ADS_1