
-Keesokan harinya-
Zira dan Aydan sudah mengemasi semua barang untuk dibawa pindah,mereka berpamitan dengan Pak Hadi dan Bu Hani.
"Hiks...Hiks...Pah,Mah,Zira pamit ya,Zira juga minta do'a supaya Zira bisa menjadi istri yang berbakti kepada Gus Aydan" ucap Zira menangis dengan memeluk Pak Hadi dan Bu Hani.
"Aamiin,aamiin..betah-betah disana ya, kapan-kapan main kesini,mamah pasti
bakalan kangen banget sama kamu" ujar Bu Hani.
"Iya mah insyaallah" ucap Zira.
Kini giliran Aydan yang berpamitan kepada mereka.
"Pah,Mah saya juga izin bawa Zira ya,saya janji akan jaga Zira selagi saya mampu" ucap Aydan.
"Iya menantu,papah serahkan Zira kepada mu" jawab Pak Hadi.
Mereka lalu keluar rumah dan memasuki dolak yang didalam mobil dolak itu sudah ada Zidan yang menunggu mereka.
"Ayo dek,udahan dong peluk mamah nya,kamu ini lama banget deh.Abang disini nunggu nya lama" ucap kesal Zidan.
"Ayo Zira,bang Zidan sudah menunggu kita" Aydan dengan membawa Zira pergi.
"Pah,Mah kita pergi dulu ya.Assalamualaikum" ucap mereka.
__ADS_1
"waalaikumsalam"
*****
Setelah 2 jam perjalanan mereka sampai di halaman pondok milik kyai Abdullah (Ponpes Al-Kautsar).Mereka meminta santri-santri untuk menurunkan barang-barang yang dibawa oleh Zira.Setelah selesai,kini Zira dan Zidan berpamitan.
"Zira,abang pulang dulu ada urusan yang harus Abang kerjain di Jakarta,kamu harus betah disini karena ini sudah menjadi rumahmu juga" ucap Zidan pada Zira yang sedang ada dipelukannya.
Hiks hiks hiks.
"Abang gimana kalau nanti aku ga bisa tidur?"ucap Zira pada Zidan.
"Kamu ini ada-ada aja deh,kamu udah punya suami,massa masih cengeng gini sih" ledek Zidan.
Zira tidak menggubris nya ia masih menangis dan menangis lebih keras dipelukan Zidan.
"Zira sini,bang Zidan mau pulang" ucap Aydan menarik pelan tangan Zira agar berada di sampingnya.
"Aydan,saya titip Zira ya,jaga Zira,jangan sampai Zira tertekan disini.Kamu harus mengadaptasi Zira dilingkungan barunya" ujar Zidan.
"Pasti bang,pasti" jawab Aydan.
"Saya pergi dulu,Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab mereka.
__ADS_1
Zidan pergi meninggalkan pondok pesantren untuk kembali ke Jakarta,dan Aydan mengajak Zira untuk masuk ke dalam rumah kyai Abdullah.
"Assalamualaikum" ucap Zira dan Aydan dan menyalami punggung tangan kyai Abdullah.
"Waalaikumsalam..Umi,Alma,Aydan dan menantu pulang ke rumah" ucap Kyai Abdullah yang sedang duduk di sofa ruang tamu rumahnya.
Umi Siti dan Alma pun datang dari dapur untuk menemui Zira dan Aydan.
Aydan dan Zira menyalami punggung tangan Umi Siti.
"Waahh abang udah pulang,Alma kangen deh" ucap Alma yang usianya 1tahun lebih muda dari Zira.
Lalu Aydan diminta untuk membawa Zira ke dalam kamarnya dan beristirahat karena lelah dalam perjalanan.
*****
-Di Kamar Aydan-
Kamar Aydan berada di lantai atas,sedangkan kamar Kyai Abdullah dan Umi Siti juga alma berada di lantai bawah,kamar Aydan di nuansa kan warna hitam dan putih dan kamar itu juga sangat bersih dan rapih tidak kalah jauh dengan kamar Zira.
"Sekarang kamu anggap kamar saya kamar kamu juga ya Zira" ucap Aydan.
Zira mengangguk paham.Sebenernya Zira masih terlalu asing ditempat yang baru ia tempati ini,tetapi kamar Aydan ini membuat Zira nyaman sehingga pasti ia akan mampu beradaptasi dengan cepat.
Zira sudah tidak lagi menangis histeris seperti sebelumnya.sehingga Zira membenahi barang-barang miliknya untuk disusun rapih di kamar Aydan yang luas.Setelah selesai,Zira memilih untuk beristirahat di ranjang besar milik Aydan karena malam pun sudah tiba.
__ADS_1
Aydan yang dari tadi sedang mengurus urusannya di pondok baru saja kembali ke kamar miliknya.Ia melihat Zira yang tidur telelap kecapek an dan Aydan memilih untuk mandi dengan air hangat di kamar mandinya.
Setelah selesai mandi,Aydan bersiap-siap untuk tidur di samping istrinya itu.