
Setelah sampai di rumah Pak Hadi.Keluarga Kyai Abdullah termasuk Kyai Abdullah,Umi Siti,Aydan,dan adik perempuannya yang bernama Alma Fauziah masuk kedalam rumah Pak Hadi yang sudah menunggunya di ruang tamu.
"Assalamualaikum" ucap Keluarga Kyai Abdullah.
"Waalaikumsalam Abdul.Apa kabar?" ujar Pak Hadi sembari berpelukan dengan sahabatnya itu.
"Alhamdulillaah baik seperti apa yang kau lihat saat ini" mereka terkekeh
Pak Hadi menyuruh mereka duduk terlebih dahulu di sofa ruang tamu.
"Jadi bagaimana Aydan apa kamu siap untuk menjadi imam dari putriku Zira?" tanya Pak Hadi pada Aydan.
"Insyaallah saya siap Pak" jawab Aydan tersenyum.
"Yasudah kita mulai saja Hadi" ucap Kyai Abdullah.
Tiba-tiba penghulu datang untuk menikahkan Aydan dan Zira karena sudah di undang oleh Pak Hadi.Mereka sangat heran kenapa sampai ada penghulu datang tetapi Pak Hadi dan Kyai Abdullah hanya tersenyum sumringah.
"Assalamualaikum" ucap penghulu.
"Waalaikumsalam.Mari pak penghulu" jawab
Mereka masih saja bingung termasuk Aydan.
"Kenapa ada penghulu mah?bukannya hanya pertemuan perjodohan aja?" tanya Zidan pada Bu Hani.
"Mamah juga ga tau zid,kita lihat saja apa yang ayah kamu lakukan" jawab Bu Hani.
"Umi apa abah akan langsung menikahkan mas Aydan?" tanya Alma dengan tidak kalah bingung dengan kedatangan penghulu.
Umi Siti hanya menggelengkan kepalanya.
*****
Sedangkan dikamar Zira.Zira sedang melakukan VC (Video Call) dengan kedua sahabatnya.Zira terlihat sangat murung ketika sedang vc.
Lulu : [Yaudah,mau gimana lagi Ra?udah terjadi juga,sekarang pasti mereka udah ada di rumah kamu] ucap Lulu pada Zira yang tadi sudah memberi tahu keduanya.
Rania : [Lu,kamu sama sahabatnya bukannya ngedukung malah bikin down aja] kesal Rania pada Lulu.
__ADS_1
Zira hanya diam saja melihat kedua sahabatnya sedang berdebat,biasanya Zira lah yang suka membuat perdebatan dengan kedua sahabatnya itu,tapi lihatlah ini Zira terlihat sangat berbeda dengan biasanya.
Rania : [Ra,kamu yang sabar ya! pasti ayah kamu juga ngasih yang terbaik buat kamu] Rania mencoba memberi semangat kepada Zira.
Lulu : [Iya Ra,kita juga ada disini kok buat kamu] ujar Lulu juga memberi semangat kepada Zira.
Zira : [Makasih Nia,makasih Lu,karena kalian selalu ada buat aku] Zira berterimakasih pada sahabatnya.
Lalu mereka berpelukan online dilayar laptopnya untuk menutup video call itu.
Sini lah Zira menjadi sangat terpurung kembali dan belum saja keluar dari kamarnya.
*****
-Diruang tamu-
"Jadi apa mempelai pria sudah siap?" tanya penghulu.
Deg
Aydan langsung menoleh pada Kyai Abdullah dengan raut wajah bertanya-tanya.
Aydan masih diam karena kaget setengah mati.Aydan berkeringat dingin,jujur saja Aydan sangat kaget karena yang ia pikir hanya pertemuan perjodohan saja dan kini bukan, Aydan akan menikah malam ini,sungguh malam ini.
Acara ini dilaksanakan setelah isya.
"Apa mempelai pria akan latihan terlebih dahulu?" tanya penghulu lagi.
"Langsung kan saja ijab kabul nya pak" jawab Kyai Abdullah.
Deg deg deg
Jawaban Kyai Abdullah sangat lah membuat Aydan sangat panik.
"Abah Aydan ingin berwudhu dulu untuk menenangkan" izin Aydan pada Kyai Abdullah.
Lalu Aydan meminta izin juga pada pak hadi untuk mengambil wudhu di toilet rumahnya.
*****
__ADS_1
Setelah mengambil wudhu hati Aydan sedikit tenang.
Kini Aydan sudah berada di depan penghulu juga Pak Hadi.Aydan menjabat tangan Pak Hadi.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Aydan Athallah dengan putri saya Zira Alifia binti Hadi Hermawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat juga emas seberat ... kilo gram dibayar tunai" ucap Hadi dengan menghentakkan tangannya
Aydan mengambil nafas panjang dan menghembuskan nya.
"Saya nikahkan Zira Alifia binti Hadi Hermawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat ... kilo gram dibayar tunai" ujar Aydan membaca ijab kabul dengan satu nafas.
"Bagaimana para saksi sah?" penghulu
"SAH" jawab para saksi.
"Alhamdulillaah"
Aydan meneteskan air mata haru nya dan juga semua yang berada disana.
Bagaimana dengan mahar yang diberikan oleh Aydan?ternyata Kyai sudah mempersiapkan nya dan tidak ada yang tahu termasuk Umi Siti.
Sedangkan di sisi lain Zira juga tampak terharu dengan apa yang ia lihat dan dengar di atas tangga,rasanya Zira seperti ingin pingsan kali ini.
"Bawa mempelai wanita untuk berada disamping mempelai pria" ujar penghulu.
Lalu Hadi memerintahkan Hani untuk menjemput Zira,juga tak disangka ketika Hani beranjak untuk menjemput Zira di kamarnya Hani sudah menemukan Zira yang sedang berdiam lekat di depan tangga atas.Tak berselang lama Hani membawa Zira untuk turun.
"Ayo dek,suami kamu udah nunggu dibawah" ujar Bu Hani.
Rasanya jantung Zira berhenti berdetak
Mereka pun turun menuruni anak tangga satu persatu.Zira masih dengan pandangan yang kosong kedepan.
Zira diantar oleh Hani sampai berada di samping Aydan.
"Sekarang mempelai wanita harus mencium punggung tangan mempelai pria" ucap penghulu.
Kini Zira sudah cukup menyadari bahwa dirinya sedang berapa disamping pria tampan yang kini adalah suaminya.
Dengan sedikit ragu Zira menarik tangan Aydan dan mencium punggung tangan juga Aydan yang mencium kening Zira.Tak lupa juga Aydan meletakkan tangan nya di ubun-ubun kepala Zira untuk dibacakan do'a setelah menikah.
__ADS_1
Acara pernikahan kini telah selesai.