
Ting tong.
Suara bel berbunyi dan beberapa saat kemudian ada yang membuka pintu itu.
"Apa Devan ada dirumah?" tanya Zidan pada asisten rumah tangga yang bekerja dirumah Devan.
"Ada tuan.Apa tuan sudah menghubungi tuan Devan?" tanya Art tersebut.
"Mereka tamu saya bi" ucap Devan yang muncul di belakang art.
Tanpa basa basi asisten itu segera kembali ke dapur untuk menyelesaikan urusannya.
"Wahh ternyata kalian sudah datang" ujar Devan.
"Devan,kembalikan Zira" jawab Pak Hadi.
"Sebaiknya kalian masuk dahulu"ujar Devan.
Pak Hadi,Zidan juga Aydan memasuki rumah mewah milik Devan itu,dan Devan mempersilahkan mereka duduk di sofa.
"Dimana Zira?cepat kembali Zira!" ujar Zidan yang menahan emosi karena sudah diperingatkan oleh Aydan.
"Tenang saja Zira ada bersamaku,dia akan baik-baik saja selagi kalian memberikannya untukku" gumam Devan.
"DEVANNN!!" Zidan dengan mengangkat kerah kemeja Devan.
"Bang,tenang bang...kita selesaikan dengan kepala dingin" gumam Aydan selagi memisahkan Zidan dan Devan.
Akhirnya Zidan kembali duduk sedangkan Devan daritadi hanya diam karena ia sedang tidak ingin berdebat apalagi berkelahi.
"Jadi bagaimana?apa kalian setuju dengan permintaan saya?" Devan yang memperjelaskan pembicaraan.
__ADS_1
"Saya ingin bertemu dengan istri saya sekarang" ucap Aydan.
"Ohh jadi ini suami Zira" batin Devan.
"Aku akan mempertemukan kalian dengan Zira apabila kalian setuju dengan apa yang sudah saya minta.Bagaimana?" Devan dengan tersenyum licik.
"Pertemukan kami sekarang Devan!.Jika tidak,saya akan melaporkan ini kepada polisi" ujar pak Hadi.
Disisi lain Zira yang dari tadi sedang menangis didalam kamar,ia menghentikannya setelah mendengar suara Aydan,Zidan,juga Pak Hadi yang mempertandakan akan ada yang menolongnya walaupun suaranya itu sangat samar,tetapi ia bisa mengenalinya.
"Papah,Abang,Mas Aydan...Zira ingin keluar dari sini" lirih Zira.
Tiba-tiba....
Ceklek,
Suara pintu terbuka dan disana sudah ada anak buah Devan yang menyuruh Zira untuk bertemu dengan Devan di ruang tamu.
Tanpa pikir panjang Zira melangkahkan kaki dan keluar dari kamar itu dengan langkah cepat dan dibelakangnya sudah ada anak buah Devan yang menjaga Zira agar tidak melarikan diri.
Dan setibanya Zira di ruang tamu ia melihat apa yang ia pikirkan tadi.Pak Hadi,Zidan juga Aydan mereka memang yang datang.
"Mas Aydan..Papah..Abang.." lirih Zira dengan menatap mereka satu persatu.
"Ziraa.." mereka serentak.
Tapi,
Ketika Zira hendak mendekati mereka,ia ditahan oleh Devan dan memegangi tangan Zira.
"Devan lepaskan aku" gumam Zira.
__ADS_1
Aydan yang melihat istrinya ditahan oleh Devan apalagi tangannya dipegang dengan kuat ia menerimanya dan membuat Aydan mendadak menjadi sangat murka,ia tidak ingin istrinya itu diperlakukan seperti itu tentunya.
"LEPASKAN TANGAN ISTRI SAYA!!" Teriakan Aydan yang mungkin bisa terdengar oleh semua orang ada didalam rumah itu.
Aydan melangkahkan kakinya menuju Devan dan memukuli wajah Devan.
Bugghh...
Aydan memukul wajah Devan yang membuat tepi bibir Devan mengeluarkan darah segar.
Devan yang tidak terima pun membalas pukulannya kepada Aydan.
Bugghh..Bugghh..
"Mas Aydan.." Zira menghampiri Aydan yang saat ini terluka di bagian dekat mata dan tepi bibirnya itu berdarah sama seperti Devan.
Zira memeluk tubuh Aydan agar suaminya itu bisa mengendalikan emosinya.
"Berani-beraninya kau menyentuh istri saya!" ujar Aydan kepada Devan.
"Mas..udah mas" lirih Zira.
...****************...
HI GUYS!
Terimakasih ya sudah membaca novel ini,semoga kalian suka dengan alur ceritanya.
Jangan lupa like setiap chapternya dan follow author♡︎
Jangan lupa kritik dan sarannya boleh komen aja ya hehe
__ADS_1