
"Kami pulang dulu ya besan,sudah malam" ucap Kyai Abdullah pada besannya Pak Hadi.
Pak Hadi terkekeh sekaligus senang dengan ucapan Kyai Abdullah.
"Iya besan"
"Assalamualaikum" ucap keluarga Kyai Abdullah.
"Waalaikumsalam"
langkah terhenti ketika Kyai melihat Aydan juga ikut bersamanya.
"Kamu kenapa ikut bersama kami?" tanya Kyai Abdullah pada Aydan.
"Aku ikut pulang bah" jawab Aydan.
"Loh,kamu disini aja dulu temenin istri kamu ga baik habis nikah terus di tinggal" ucap Kyai Abdullah.
"Aydan ga bawa baju buat ganti bah" jawab Aydan.
"Kalo gitu pake punya papah atau Zidan saja" ujar Pak Hadi yang sejak tadi memperhatikannya.
"Tidak usah Hadi,aku sebenernya sudah membawa beberapa pakaian buat Aydan" Kyai Abdullah dengan terkekeh.
Aydan dibuat bingung lagi oleh abahnya.
Lalu Kyai Abdullah memanggil sopirnya untuk membawa koper yang sudah berisi pakaian Aydan.
"Nih,sekarang kamu disini dulu aja" ujar Kyai Abdullah pada Aydan.
Aydan mengambil koper itu.
Dan kini Keluarga Kyai Abdullah benar-benar sudah pulang.
Aydan dan Hadi pun masuk kedalam rumah.
"Kamu masuk naik saja ke kamar Zira yang ada di lantai dua.Toh sekarang kamar itu juga jadi kamar kamu juga" ucap Pak Hadi.
"Iya Pak" jawab Aydan.
"Sekarang kamu panggil papah saja sama seperti Zira,kamu udah jadi menantu papah" ujar Pak Hadi
"Iya pah heheh" jawab Aydan.
"Papah masuk dulu ke kamar ya"
__ADS_1
Aydan menganggukkan kepalanya.dan kini Aydan menaiki anak tangga untuk menuju ke kamar Zira.
Aydan mengetuk pintu terlebih dahulu tetapi tidak ada jawaban dan karena sudah 5 menit pintu tidak juga dibuka,Aydan membuka pintu kamar Zira yang tidak dikunci dan benar saja setelah dibuka tidak ada Zira dikamar itu.
Aydan berjalan dan duduk ditepi kasur milik Zira, sebenarnya Aydan sangat bingung karena Zira tidak berada di kamar itu,tidak lama kemudian ia mendengar suara gerjikan air di dalam kamar mandi yang ada di kamar Zira,Aydan mengangguk mengerti kalo Zira sedang berada di dalam kamar mandi.
Tidak berselang lama Zira keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang hanya menutupi dada dan pahanya,dan ia dikagetkan dengan adanya seorang pria yang tinggi berada di depan jendela kamarnya.
"AKHHHH" Teriak kaget Zira yang tidak mengetahui ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya.
Aydan membalikkan badan dan ia juga tak kalah kaget dengan melihat Zira yang hanya mengenakan handuk
"AKHH" lirih Aydan.
"Astaghfirullah" lirihnya lagi.
Aydan membalikkan badannya lagi sedangkan Zira masuk kembali ke dalam kamar mandi.
Padahal mereka sudah menikah,tapi ya mau gimana lagi?siapa juga yang tidak kaget dengan adanya seseorang yang masuk ke dalam kamar tanpa sepengetahuan.
Lalu Zira berteriak di dalam kamar mandi
"KENAPA GUS MASUK KE DALAM KAMAR SAYA?" tanya Zira
Zira mendengus kesal dengan apa yang diucap kan oleh Aydan.
"Apa boleh saya meminta gus untuk keluar dari kamar saya dulu?aku ingin pakai pakaian" ujar Zira.
"Kenapa aku harus keluar dulu?jika dia mau pakai pakaian pakai saja,aku juga sekarang sudah menjadi suaminya." ucap Aydan dalam hatinya.
"Baiklah" jawab Aydan pada Zira.
Kemudian Zira keluar dari kamar mandi dan langsung memakai pakaian panjang dan juga hijab karena takut ia di macam-macam oleh Aydan.
Setelah selesai,Zira memanggil kembali Aydan yang sedang menunggu diluar kamarnya.
Aydan masuk dan kamar menjadi sangat hening.dan Aydan mencoba untuk memecahkan keheningan ini.
"Saya bawa beberapa pakaian didalam koper,jika tidak keberatan apa boleh saya menyimpannya di lemarimu?" tanya Aydan pada Zira.
"Eum-mm..ya-iya bo-leh silahkan,kebetulan ada satu rak yang belum terpakai" jawab Zira dengan sedikit gugup.
Aydan langsung saja memasukkan beberapa pakaian nya.Zira hanya berdiri mematung melihat apa yang sedang Aydan yang sedang memasukkan pakaian.
Setelah selesai Aydan meminta izin kepada Zira untuk mandi di kamar mandi milik Zira karena sadari badannya sudah lengket karena hari ini sudah cukup melelahkan dirinya.
__ADS_1
"hmm Zira,apakah saya boleh mandi di kamar mandi mu?" tanya Aydan.
"Bo-leh,silahkan gus" jawab Zira.
Aydan langsung masuk ke kamar mandi.Zira bisa sedikit bernafas lega dan langsung merebahkan diri di kasurnya yang cukup besar.
Berselang 15 menit Aydan keluar dari kamar mandi dan sudah memakai pakaian yang tadi ia bawa yaitu kaos oblong dan celana tidur,ia lalu duduk di sofa yang berada di kamar Zira.
Sedangkan Zira sedang dilanda rasa tegang dan juga gugup karena berdua dikamar dengan seorang gus tampan yaitu suaminya.
Kini sudah larut malam.
Mereka belum saja tidur karena ada beberapa hal yang harus dikerjakan oleh Aydan di handphone nya,sedangkan Zira melakukan hal yang sangat tidak bisa dimengerti.Beberapa saat kemudian Aydan mendekati Zira yang kini sedang duduk ditepi tempat tidur didekat nakas dan bertanya.
"Apa kamu selalu memakai hijab ketika sedang tidur?" tanya Aydan.
"Euhh..tid-dak,sekarang saya hanya sedang dingin saja Gus" jawab Zira.
"Jika panas buka saja,saya bisa melihat jika kamu sedang kepanasan saat ini" Aydan melihat hijab yang dikenakan oleh Zira basah karena peluh nya.
"Dan jika tidak keberatan bolehkah kamu membuka hijabmu saat ini,saya ingin melihat rambutmu" tanya Aydan lagi.
Deg
"Kenapa dia ingin lihat rambutku?" tanya Zira dalam hati.Zira pikir pria yang ada didepannya itu sedang modus.
Zira sedikit gugup dan tidak tenang karena ada orang asing yang ingin melihat rambut cantiknya ini yang tertutup oleh hijab.
"Baik Gus" Zira dengan sedikit ragu membuka hijabnya didepan Aydan.
Aydan dengan refleks menyentuh dan mengusap rambut cantiknya Zira.Zira terlihat sedikit ketakutan dan itu tertatap jelas oleh Aydan,kini Aydan menarik tangannya dan meminta maaf pada Zira.
"Maaf,saya tadi refleks,rambutmu begitu indah" ucap Aydan.
Zira sangat terpanah dan kini pipinya merona. "Tidak apa,dan apa Gus akan tidur sekarang?jika iya Gus boleh tidur di ranjang saya" ucap Zira yang dari tadi terus menunduk.
"Iya saya akan tidur sekarang,apa kamu juga akan tidur sekarang?" tanya Aydan.
"Eumm..ya,saya akan tidur sekang" ucap Zira yang langsung duduk di tepi kasurnya.
Aydan merebahkan dirinya di samping Zira,setelah itu Zira juga merebahkan diri nya,disini hanya ada kecanggungan dan hanya ada suara nafas saja yang terdengar.Berselang 15menit,Zira mendengar suara nafas panjang yang terdengarnya dari Aydan yang telah memberi kode bahwa Aydan kini telah tertidur,tetapi Zira masih saja belum bisa tertidur karena tidak pernah tidur dengan orang asing.
"Masyaallah..wajah beliau sangat tampan" lirih Zira dalam hati ketika melirik ke arah wajah Aydan.
Jam menepatkan jam 1 malam,Zira baru saja bisa tertidur.
__ADS_1