
"Mas udah mandi?" Zira dengan mengumpulkan nyawanya.
"Iya,ayok bangun terus mandi,kalo kamu masih ngantuk lanjut nanti udah sholat ya" ucap Aydan.
Zira menganggukan kepalanya karena memeng dirinya masih merasa kantuk yang luar biasa.Dan ketika ia akan turun dari ranjang,tiba-tiba...
"Aahhkk" lirih Zira yang merasakan sakit luar biasa pada badan bagian bawahnya.
Sehingga membuat Aydan yang sedang bersiap-siap melaksanakan sholat membalikkan badannya dan menghampiri Zira.
"Ada apa sayang?mau mas bantu ke kamar mandi?" ucap Aydan yang tidak tega melihat Zira kesakitan.
"Gak usah mas,mas udah wudhu,lagian aku masih bisa jalan kok mas" Zira dengan tersenyum sembari menahan sakit ketika berjalan.
"Gak papa Zira,nanti mas bisa wudhu lagi kok" balas Aydan.
"Gak papa Mas,gak usah..aku minta tolong siapin alat sholat aku ya heheh" ucap Zira dengan yakin lalu berjalan tertatih ke kamar mandi.
"Ya sudah,kamu hati-hati"
*****
Setelah tadi melaksanakan sholat subuh,Zira yang masih mengantuk meminta izin pada Aydan agar ia bisa melanjutkan tidurnya karena badan bagian bawahnya Zira juga masih sakit.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 07:30 dimana 30menit lagi Aydan harus pergi mengajar dipondok.Ia tidak membangunkan Zira yang masih terlelap.
Aydan turun ke ruang makan untuk sarapan bersama Kyai Abdullah,Umi Siti,dan Alma tentunya.
Ketika diruang makan...
"Kak Zira mana bang Aydan?"tanya Alma yang tidak melihat Zira disamping Kakaknya itu.
"Ada dikamar,kenapa dek?" tanya balik Aydan.
"Kenapa gak diajak turun buat sarapan?" sambung tanya Umi Siti sembari meletakkan menu sarapan di meja makan.
"Tadi sehabis subuh Zira mau tidur lagi Umi,katanya masih ngantuk" jawab Aydan.
"Ohh ya sudah,nanti Adek bawain sarapan buat kakak ipar kamu ya dek" ucap Umi Siti pada Alma.
Kyai yang pada dasarnya memang jarang mengikuti obrolan keluarga nya itu memilih untuk diam dan memperhatikan obrolan mereka.
*****
Setelah sarapan tadi,Aydan bergegas mengajar dipondok dan kita kembali lagi dengan Zira yang masih terbaring lemas di atas ranjang.
Tok..tok...tok
__ADS_1
Suara ketukan yang tidak lain dan tidak bukan itu adalah Alma yang membawakan sarapan untuk Zira.
"Kak..kak Zira udah bangun?" tanya Alma dibalik pintu.
Zira yang mendengarnya menyaut Alma dengan suara lemahnya.
"Masuk dek,pintunya gak dikunci" Zira dengan suara sedikit bergetar dan lemah.
Alma yang mendengar balasan dari Zira membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Abangnya itu.Alma melihat ada yang berbeda dari kakak iparnya..ia melihat Zira yang sedang berbaring dengan sebuah selimut yang menutupinya dan hanya memperlihatkan kepalanya.Tanpa pikir panjang Alma mendekati Zira yang terbaring lemah dan menggigil.Ya,seperti orang yang sedang sakit.
"Astaghfirullah kak,badan kakak panas banget.Aku panggil Ummi ya biar kita ke dokter" ucap Alma dengan memegang tangan dan kening Zira.
"Gak usah dek,aku cuman demam biasa aja kok" balas Zira.
"Beneran kak?,ini sarapannya dimakan dulu ya..mau aku suapin aja?" ujar Alma.
Zira dengan lemah menganggukan kepalanya karena memang dirinya sudah tidak kuat dengan denyutan yang ada di kepalanya.
Setelah menyuapi Zira,Alma pamit untuk membelikan obat untuk Zira.Tidak lupa juga memberi tahu keluarganya.
...****************...
Jangan heran ya,Alma yang polos karena ia belum tahu apa yang terjadi pada kakak iparnya wkwkw
__ADS_1
Jangan lupa like setiap chapternya dan follow author♡︎
Jangan lupa kritik dan sarannya boleh komen aja