
Setelah menempuh kurang lebih dua jam perjalanan,kini mereka sampai dirumah mewah Pak Hadi.
"Assalamualaikum" ketika mereka masuk kedalam rumah.
"Waalaikumsalam" jawab Bu Hani.
"Apa kabar dek?" Bu Hani memeluk Zira.
"Alhamdulillah baik,Mah" jawab Zira.
"Menantu bagaimana kabarnya?" tanya kabar Bu Hani pada Aydan.
"Alhamdulillah,Baik Mah"
Bu Hani tercengang melihat tas besar yang dibawa Aydan.
'Apa mereka bertengkar?' batin Bu Hani.
"Menantu,kau membawa tas besar?" tanyanya.
"Euhh ia Mah,Zira mau nginep disini gak apa-apa kan?" sahut Zira.
"Ohh iya gak apa-apa,bareng menantu juga?" tanyanya lagi.
"Mas Aydan ada tugas mendampingi peserta yang akan lomba,Mah.Jadi Adek aja yang nginep" ucap Zira dan dibalas dengan anggukan Bu Hani.
"Papah dan Bang Zidan dimana,Mah?" tanya Aydan.
"Papah sama Zidan masih di kantor, belum pulang" jawab Bu Hani.
"Oh iya,Kalau begitu Aydan pamit ya Mah,soalnya mau menyiapkan barang" pamit Aydan dengan mencium punggung tangan mertuanya.
__ADS_1
"Kok buru-buru banget?" tanya Bu Hani.
"Iya Mah,titip Zira ya Mah,maap Aydan gak bisa nemenin Zira" ucap Aydan.
"Iya pasti,Zira kan anak Mamah" jawab Bu Hani dengan terkekeh kecil.
"Mas pergi dulu ya" ucap Aydan pada istrinya dan Zira yang mengecup punggung tangan suaminya dibalas dengan Aydan mengecup kening Zira.
'Sebenernya aku gak mau jauh dari kamu Mas entah kenapa rasanya gak rela kamu ninggalin aku,tapi aku sudah terlanjur kecewa' batin Zira menatap sang suami yang sudah keluar rumah.
*****
Zira sedang menatap keluar jendela dilamarnya,ia sedang memikirkan suaminya dan entah kenapa mengingat suaminya Zira menjadi kesal akan kejadian yang ia lihat,tak terasa air mata jatuh dan membasahi pipinya.
'Kenapa aku nangis,aku jadi cengeng.Apa ini gara-gara anak yang aku kandung?' batin Zira dengan mengusap perutnya.
Bu Hani masuk dan mendapati anaknya menangis terisak dan membuatnya menjadi khawatir.
Zira menatap ke arah Ibu nya dan ia tidak bisa menahan air matanya sendiri.
"Ma-mamah hikss hiks" Zira memeluk ibunya.
"Ada apa?cerita sama mamah,dek"
"Mas Aydan..hiks..Mahh"
"Iya,kenapa sama Aydan?" tanya Bu Hani heran,
"Mas Aydan hiks selingkuh hikss" Zira pun menumpahkan semua air matanya dengan deras.
'Astaghfirullah' Bu Hani merasa dadanya sangat sakit ketika mendengar ucapan putrinya itu.
__ADS_1
"Apa yang kamu ucapin,dek?" meyakinkan Zira.
"Kamu sadar apa yang kamu ucapin?" tambahnya lagi.
Zira mengusap pipinya yang basah dan sedikit menenangkan dirinya dengan meminum air,lalu merebahkan dirinya dikasur miliknya.
Entah kenapa ia menjadi seperti ini,Zira menjadi orang yang berubah moodnya dengan cepat,bahkan sangat cepat.
"Mah...Zira capek,Adek mau istirahat bentar ya" ucapnya dan menutup matanya.
"Ad--" Bu Hani tidak tega melihat putrinya yang memang terlihat sangat lelah.
Bu Hani beranjak dan mengusap pipi Zira dan mengecup kening putrinya dengan sayang.
Ketika Bu Hani hendak keluar kamar,ia merenung kembali atas ucapan Zira.
'Apa yang dikatakan Zira benar?'
'Kenapa Aydan tega melakukannya'
'Dan kenapa Aydan hanya mengantar Zira,apa mendampingi peserta itu hanya alasan yang membuat Zira ingin pulang kesini?'
Begitu banyak pertanyaan dalam benak Bu Hani,ia sangat khawatir dengan pernikahan putrinya ini.
...----------------...
-Berawal Kebencian Menjadi Cinta (Ongoing)
Jangan lupa like setiap part dan follow author sebagai dukungan ✨
Jangan lupa kritik dan sarannya boleh dikomen
__ADS_1