
3 Bulan berlalu....
Rumah tangga Aydan dan Zira baik-baik saja sejauh ini tidak ada masalah yang terjadi.
Dipagi hari,Zira membantu suaminya bersiap untuk mengajar dipondok pesantren seperti biasa.Tetapi ada yang berbeda dengan raut wajah Zira,ia seperti seseorang yang sedang sakit wajahnya sedikit pucat dan lemas.
"Sayang kamu baik-baik aja?" Aydan menatap Zira yang sedang mengancingkan baju koko nya.
"Iya mas,tapi tadi bangun tidur aku cuman sedikit pusing aja tapi itu gak apa-apa mas mungkin aku cuman masuk angin" jawab Zira.
"Kita ke dokter aja ya,mas liat kamu kayak yang sakit" ucap Aydan.
"Gak usah mas--" belum menyelesaikan ucapannya,Zira merasa mual.
Hueekk...hueek...
Zira memuntahkan isi perutnya ke wastafel kamar mandi kamar nya.
Aydan menatap heran juga cemas menghampiri istrinya dikamae mandi.
"Sayang kita ke dokter aja ya,mas antar" ucap Aydan.
"Gak papa Mas,gak usah,mendingan Mas Aydan berangkat ngajar takutnya terlambat" balas Zira dengan lemas karena memuntahkan semua isi perutnya.
Zira mencuci tangan dan mulutnya setelah itu mengantar Aydan untuk keluar rumah...
"Kamu beneran gak apa-apa?" tanya Aydan dibalas anggukan kepala Zira.
__ADS_1
"Ya sudah,nanti kalo ada apa-apa langsung kabarin mas saja"ucap Aydan.
"Iya Mas" Zira mencium punggung tangan suaminya.
Setelah suaminya benar-benar pergi,ia bergegas masuk menuju dapur seperti biasa untuk membantu Umi Siti.
"Umi untuk makan siang nanti mau buat apa?" tanya Zira.
"Kita buat Capcay sama telur balado.Oiya tapi Ummi mau minta tolong kamu belikan bumbu instan di supermarket,soalnya bumbunya habis sekalian juga belikan kebutuhan yang sudah habis" ucap Umi Siti pada menantunya.
"Baik Ummi" tembal Zira.
"Zira minta tolong antar ke Mang Ujang aja ya,maaf ummi gak bisa anter Umi sebentar lagi ada kajian kamu ke supermarket ajak adikmu ya" tambah Umi Siti.
"Iya Umi gak apa-apa nanti Zira sama Alna minta tolong Mang Ujang antar pakai mobil" jawab Zira dan bergegas mencari supir Kyai Abdullah itu.
Sesampainya Zira dan Alma di supermarket ia membeli bahan-bahan yang ia akan beli,Ia sedang memilih-milih belanjanya.
Tapi ia merasa kelelahan juga sedikit oleng dan tiba-tiba...
Brugghh..
Zira jatuh pingsan saat memilih bumbu bubuk instan.Orang-orang mengerumuni Zira yang tergeletak dilantai dan terlihat heran.
"Siapa wanita ini?" gumam salah satu yang mengerumuninya.
"Dimana keluarga?Apa ia berangkat seorang diri?"
__ADS_1
Alma melihat kerumunan itu dan mendekat,ia sangat cemas karena kakak iparnya tergeletak pingsan dilantai.
"Yaa Allah,Kakak.." lirih Alma.
Alma mencoba menyadarkan Zira tetapi tidak kunjung sadar,ia menepuk-nepuk pelan pipi kakak iparnya.
"Kak..kakak..bangun kak" Alma yang tidak sadar menjatuhkan air matanya.
Karena Zira tidak kunjung bangun,ia meminta beberapa staf wanita untuk membawanya ke parkiran.
-Di parkiran supermarket-
"Allahu..Ning Zira kenapa Ning Alma?" panik Mang Ujang.
"Mang Ujang tolong urus belanjaan didalam ya,mobil biar aku yang setir bawa kak Zira,ini uangnya dan nanti Mang dijemput sama Mang Dani" ucap Alma pada supirnya.
"Iya Ning,sebaiknya Ning Alma bawa Ning Zira ke pondok duluan" ujar Mang Ujang.
Dengan rasa khawatirnya Alma melajukan mobil dengan membawa Zira pulang.
...****************...
Ada apa nihh?kenapa Zira pingsan di supermarket kira-kira?
Jangan lupa like setiap part dan follow author♡︎
Jangan lupa kritik dan sarannya boleh dikomen
__ADS_1