
Aydan yang telah menyelesaikan rapatnya di pondok pesantren lantas ia kembali pulang ke rumah pada sore hari dan akan membicarakan sesuatu yang penting pada istrinya.
"Assalamualaikum" Aydan saat memasuki rumahnya.
"Waalaikumsalam" jawab Kyai Abdullah dan Umi Siti.
Aydan mencium punggung tangan kedua orangtuanya,dan duduk didekat mereka yang sedang sedikit berbincang tentang sikap Zira yang sekarang lebih suka mengurung di kamar.
Ketika Aydan hendak bangkit dari duduknya,Ummi Siti lebih dahulu mencegahnya.
Sedangkan Abah terlebih dahulu meninggalkan mereka karena akan ke kamar kecil.
"Aydan,Umi mau bicara sesuatu" Aydan yang mendengar perintah Umi nya bergegas duduk kembali.
"Silahkan ummi" Aydan duduk disamping Umi Siti.
"Apa hubungan kamu dan Zira sedang tidak baik-baik saja?" tanya Umi Siti.
Aydan yang mengerutkan dahinya karena heran apa yang ditanya oleh Ummi nya.
"Hubungan kami baik-baik saja,Mi.Kenapa ummi bertanyaa seperti itu?" tanya heran.
"Alhamdulillah kalau memang baik-baik saja.Ummi kira kalian sedang bertengkar,soalnya ummi lihat sikap Zira tidak seperti biasanya" ujar Umi Siti.
"Zira kenapa Ummi?" tanyanya lagi.
"Ummi rasa sekarang Zira suka mengurung dikamar tidak seperti biasanya suka membantu Ummi memasak" jelas Umi Siti.
__ADS_1
Aydan diam sejenak,banyak pertanya dibenak nya.Sehingga ia memilih untuk masuk kedalam kamarnya.
"Oh iya..nak,kamu sudah lama tidak berkunjung ke rumah istrimu.Saran Ummi,kamu ajak Zira bertemu orang tuanya dan itu sepertinya yang membuat Zira seperti ini" jelas Umi Siti.
"Baik Ummi,Aydan akan bicarakan dengan Zira" Pamit Aydan dan masuk ke dalam kamar.
*****
-Didalam kamar-
"Assalamualaikum" saat Aydan memasuki kamar.
Tak ada jawaban didalam kamar,ia masuk kamar tetapi tidak mendapati apa yang ia cari,sampai terdengar suara air di dalam kamar kecil,ia menyadari kalau istrinya ini sedang berada disana.
Beberapa saat kemudian
Suara pintu kamar mandi terbuka,Aydan mendapati apa yang ia cari tadi.
"Waalaikumsalam" Zira keluar dengan mata bengkaknya karena menangis.
Diciumnya punggung tangan suaminya dan dibalas dengan sebuah kecupan dikeningnya.
Aydan mengangkat dagu istrinya yang sembari tadi menunduk,ditangkupnya kedua pipi Zira.
"Sayang,ada apa?kenapa mata mu membengkak seperti ini?apa yang kau tangisi?" tanya Aydan.
Zira tidak menjawabnya hanya gelengan kepala yang ia tunjukkan.Karena melihat Aydan,ia mengingat lagi apa yang tadi siang ia lihat.
__ADS_1
Zira menahan tangisnya lagi karena ia lelah,dari tadi ia menangis sampai matanya membengkak.
Aydan memeluk istrinya diletakkannya dagunya pada pundak Zira walaupun harus sedikit menunduk dan berbisik
"Aku butuh jawaban darimu,bukan diammu,aku tidak mau melihat seperti ini,jangan membuatku khawatir seperti,Zira" bisiknya.
Karena sudah tidak kuat lagi,Zira menangis dipelukan suaminya.Tetapi ingat,ia juga merasa marah,kesal,kecewa,dan tidak ingin berbicara pada suaminya karena kesalah pahaman yang sudah terjadi.
"Lihat,ada apa denganmu sayang?" ucap Aydan setelah melepaskan pelukannya.
Zira mengelap pipinya yang basah dan beranjak untuk membenahi sebagian pakaiannya untuk pergi dari rumah ini.
"Hei,ada apa?kamu mau kemana,Zira?" walaupun sedari tadi ia tidak ada respon dari istrinya,ia terus saja melontarkan pertanyaan-pertanyaan dari dalam benaknya.
"ZIRA!!" Aydan dengan meninggikan suaranya.
"Suami sedang bicara dijawab! bukan malah di abaikan seperti ini! kamu ingin menjadi istri durhaka!!" ia mencengkram erat kedua bahu Zira.
Aydan sudah terlalu geram dengan sikap istrinya yang mengabaikannya dari tadi sehingga membuatnya tidak bisa lagi terkendali.
...----------------...
New Novel:
-Berawal Kebencian Menjadi Cinta (Ongoing)
Jangan lupa like setiap part dan follow author sebagai dukungan ✨
__ADS_1
Jangan lupa kritik dan sarannya boleh dikomen