Gus Tampan Untuk Zira

Gus Tampan Untuk Zira
Kekhawatiran Aydan


__ADS_3

"Ya gini,gak gimana-gimana.Mahalan pas pertemuan perjodohan itu,aku langsung dinikahin" jawab Zira.


"APAA?!" kaget Rania dan Lulu berbarengan.


"Kok kamu ga ngasih tau aku sih Ra" kesal Rania.


"Iya Ra,kenapa kamu tega sih ga kasih tau kita.Padahal itu pernikahan loh,kita mau lihat sahabat kita menikah " protes Lulu.


"Maaf ya,aku juga ga tau bakalan langsung nikah,waktu itu pas aku mau ambil minum ke dapur,di lantai atas aku melihat ijab kabul yang sedang berlangsung.Aku juga shock saat melihat nya sampai aku merasa akan jatuh dari tangga setelah mengetahuinya." jelas Zira panjang lebar.


"Yaudah deh,mau gimana lagi" lesu Rania.


"Trus,trus suami kamu itu ganteng ga?" tanya Lulu


"Mau tau atau mau tau banget?" goda Zira.


"Yeuhh Zira mah,aku nanya serius loh" kesal Lulu


"Iya Ra,kan kita juga mau lihat ganteng atau ngga nih suami sahabat kita ini" godaRania.


"Weistt,kalian penasaran banget nih kayaknya heheh" Zira dengan terkekeh


"Nanti deh aku ajak kalian ketemu sama Gus Aydan " lanjutnya.


"Janji ya janji!" ucap mereka.


"insyaallah,kalau Gus Aydan nya mau,kalau nggak aku juga ga bisa maksa" jawab Zira.


Mereka lanjutkan dengan pergi membeli makanan ke luar menggunakan mobil Lulu.Sampai waktu menunjukkan pukul 17:30,mereka pulang lagi ke kost-an Rania.


"Nia.Zira,aku kayaknya pulang dulu deh takut macet di jalan." ucap Lulu.


"Oke Lu,hati-hati dijalan ya" ucap mereka.


"Iya,iya byee" Lulu meninggalkan kost-an Rania.


Zira dan Rania melanjutkan makan makanan yang tadi sudah dibeli mereka.


"Nia kayak nya aku pulang bentar lagi deh,nunggu magrib soalnya tanggung juga pasti suamiku lagi ke masjid" ucap Zira


"Iya Ra,gapapa jadi aku ada temen juga" jawab Rania.


Waktu magrib tiba,Zira menunaikan ibadah di tempat Rania.Setelah selesai Zira memberi pesan kepada Aydan.


[Gus saya mau pulang sekarang aja,takut kemalaman] pesan dari Zira untuk Aydan.


[Ya,saya bentar lagi kesana] pesan Aydan.


Aydan pergi menjemput Zira menggunakan sepeda motor.Sudah berada di depan gang kost-an Rania,Aydan menelpon Zira.


-Panggilan masuk-


[Assalamualaikum Zira,saya sudah ada di depan gang] ucap Aydan.


[Waalaikumsalam gus,saya segera keluar]


Zira bergegas keluar dan berpamitan pulang kepada Rania.Zira jalan ke arah Aydan yang sudah menunggunya.


Zira mencium punggung tangan suaminya.


"Assalamualaikum...maap nunggu lama tadi pamitan dulu sama Rania" ucap Zira.


"Waalaikumsalam,yaudah gapapa.Ayo naik nanti keburu adzan isya" jawab Aydan.

__ADS_1


Zira menaiki motor dan berpegangan ke jaket Aydan.Malam yang dingin dan gerimis hujan membuat Zira merasakan hawa yang dingin,Aydan yang merasakan Zira kedinginan Aydan menarik tangan Zira yang berpegangan pada jaketnya untuk melingkarkan nya pada perut Aydan.


"Aaaa so sweet banget deh" batin Zira.


"Kamu pasti kedinginan Zira karena kamu ga pakai jaket,jadi peluk saya saja" ujar Aydan.


Zira mengangguk pelan karena merasa ia tidak bisa bicara karena hatinya sedang berdebar kencang,tak kalah berdebarnya dengan hati Aydan.


Setelah mereka sampai dirumah Pak Hadi,mereka langsung masuk kedalam kamar untuk bersih-bersih diri.


"Gus,makasih ya sudah mau mengantar saya tadi" terimakasih Zira.


"Iya sama-sama,saya juga ikhlas ngantar kamu" jawab Aydan.


Tok tok tok


"Dek,menantu,turun makan malam dulu" ucap Bu Hadi dibalik pintu.


"Iya mah" jawab Zira dalam kamar.


"Ayo Gus,mamah udah nyuruh kita makan malam" ajak Zira.


Aydan mengangguk dan segera keluar kamar bersama Zira.Mereka kumpul diruang makan dan sedikit mengobrol tentang Aydan dan Zira.


"Sudah bicara tentang yang tadi pagi,menantu?" tanya Pak Hadi


"Sudah pah,kita minta izin buat disini dulu.Saya juga menunggu Zira siap untuk saya boyong pulang" jawab Aydan.


Mereka mengangguk paham dan menyelesaikan makan malam dan kembali masuk ke dalam kamar masing-masing.


*****


Zira dan Aydan tidur lebih awal dari pada sebelumnya,di pertengahan malam Zira merasakan hawa panas dalam dirinya sehingga ia menggigil panas dingin dan membuat Aydan terbangun dari tidurnya.


"ssetss..dingin banget Gus" lirih Zira.


"Bentar ya saya bawa obat dan kompresan dulu" Aydan sembari bergegas ke dapur dan mengambil obat.


Setibanya di dapur Aydan menyalakan kompor untuk membuat air hangat kompres an,dan Bu Hani yang ingin mengambil air minum melihat Aydan yang sedang panik.


"Menantu,sedang apa didapur?" tanya Bu Hani.


"Mah saya sedang memanaskan air kompres an Zira sakit mah,badannya panas" ucap Aydan.


"Astaghfirullah ya udah kamu kasih Zira obat dulu,obatnya ada di kotak p3k,nanti mamah yang bawa kompres an nya" ucap Bu Hani.


"Baik mah,saya permisi dulu" Aydan masih khawatir dan mengambil obat dari kotak p3k.


Aydan membawa obat dan segelas air untuk Zira minum.


"Zira ini minum dulu obatnya" Aydan dan membantu Zira untuk duduk bersandar tembok kasurnya.


Zira yang masih merasa panas dingin juga pusing terpaksa meminum obatnya.


"Sepertinya Zira sakit gara-gara tadi kehujanan" batin Aydan.


Setelah selesai,Aydan membaringkan Zira kembali.Tidak berselang lama,Bu Hani masuk ke dalam kamar Zira dan segera meletakkan handuk kecil untuk mengompres keningnya.


"Ya Allah dek,badan kamu panas banget ini pasti kamu kehujanan ya tadi." Bu Hani yang merasakan badan Zira sangat panas.


"Menantu,mamah boleh ngobrol sebentar?" ujar Bu Hani yang melihat Aydan sangat khawatir.


Aydan mengangguk dan sedikit menjauh dari Zira.

__ADS_1


"Aydan,sebenarnya Zira memang selalu begitu kalau tubuhnya terkena air hujan dan kedinginan.Kamu jangan terlalu khawatir,setelah memakan obatnya suhu tubuh Zira pasti turun." ucap Bu Hani.


Aydan yang mendapat penjelasan dari Bu Hani menjadi sedikit lebih tenang dari sebelumnya.


"Ohiya mah,terimakasih sudah memberi tahu Aydan" ujar Aydan pada Bu Hani.


"Kalau begitu mamah kembali ke kamar mamah dulu ya,kamu jagain Zira jangan lupa kompres nya di ganti" ucap Bu Hani.


Aydan mengangguk paham.Dan Aydan kembali melihat Zira yang sedikit sudah mendingan dari sebelumnya.Aydan mengusap kening Zira yang dipenuhi keringat dingin.


"Syakillah Zira,Cepat sembuh ya" Aydan dan mengecup kening Zira.


Ketika mendekati waktu subuh,Aydan bangun mengecek kening Zira dan sudah tidak separah malam tadi.


"Zira bangun subuhan dulu" bisik Aydan.


Zira membuka matanya dengan kepala yang berat karena masih merasa pusing.


"Eumm..Gus pusing banget" lirih Zira


"Yaudah saya sholat dulu ya,habis itu nanti kamu saya bantu,kamu istirahat dulu saja" ucap Aydan.


Aydan melaksanakan ibadahnya terlebih dahulu dan setelah selesai Aydan membantu Zira.


"Sini saya bantu kamu ke kamar mandi" ucap Aydan.


Zira mengangguk pelan dan berpegangan pada Aydan.Setelah selesai berwudhu Zira berpegangan ke tembok dan berjalan pelan sedangkan Aydan menyiapkan alat sholat untuk istrinya.


Zira sholat duduk karena tidak terlalu kuat untuk berdiri,kepala begitu sangat berat dan pusing.Setelah selesai Aydan meminta Zira untuk kembali berbaring dan beristirahat.


"Kamu istirahat dulu disini,saya bawa kan sarapan ke sini" Aydan dan bergegas mengambilkan sarapan untuk Zira.


Ketika Aydan hendak turun ke bawah,ia bertemu dengan Zidan yang juga keluar dari kamarnya hendak sarapan.


"Aydan,mana Zira?kenapa dia ga ikut turun denganmu?" tanya Zidan sembari menuruni anak tanggal dengan Aydan.


"Zira sakit bang,saya mau ngambil sarapan dan kembali ke kamar" ucap Aydan juga turun menuruni anak tangga


*****


Beberapa hari kemudian Zira sudah lebih baik dari sebelumnya,ia sudah bisa berkegiatan kembali.


-Saat sedang makan malam-


"Dek gimana keadaanmu sekarang?" Pak Hadi menanyakan keadaan putrinya.


"Alhamdulillaah pah udah sehat,ini semua karena Gus Aydan yang sudah mengurus Zira" ucap Zira dengan tersenyum.


"Wahhh..terimakasih ya menantu,kamu sudah menjaga Zira" ucap Pak Hadi pada Aydan.


Aydan mengangguk dan berkata.


"iya pah,dan sudah menjadi tanggung jawab saya mengurus istri saya" jawab Aydan


Setelah makan malam,mereka berkumpul diruang keluarga,dan Aydan sudah merencanakan bahwa dirinya akan memboyong Zira pulang ke pondok besok.Aydan pun meminta izin untuk membawa Zira pulang.


"Pah,Mah,Bang Zidan,saya mau bawa Zira pindah ke tempat abah besok" ucap Aydan.


"Ya,kalau itu sudah keputusan kamu,saya hanya bisa mengiyakan karena anak saya sudah menjadi tanggung jawab kamu" jawab Pak Hadi.


"Nanti abanag yang antar kalian,pakai mobil dolak abang saja untuk membawa barang-barang Zira,kebetulan dolaknya kemarin abang bawa kesini" ucap Zidan.


"Iya bang,terimakasih" ucap Aydan.

__ADS_1


Aydan dan Zira kembali ke kamar untuk mengemas barang-barang Zira untuk dibawa pindah.


__ADS_2